fbpx

Kisah Perjalanan Maestro Keroncong Koko Thole dan Keinginan Konser di Depok

Koko Thole di Studio Rekamannya di Sukmajaya, Depok, Sabtu (6/2/2015)
Koko Thole di Studio Rekamannya di Sukmajaya, Depok, Sabtu (6/2/2015)

Bagi Anda penggemar musik keroncong, mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama Koko Thole. Jakarta, Gandrung, dan Eling-eling merupakan segelitir dari karya-karya legendarisnya yang sukses memikat hati para penikmat musik tersebut.

Namun tak banyak yang tau, ternyata maestro keroncong itu merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat. Bahkan Koko sudah tinggal di Kota Belimbing ini sejak tahun 90-an.

“Banyak orang mengira saya tinggal di daerah Jawa. Namun nyatanya sejak tahun 1996 saya sudah menetap di Depok,” ungkap Koko kepada Depoklik.

Ditemui di kediamannya di Jalan Danau Singkarak, Sukmajaya, Depok, Sabtu (6/2/2016), Koko pun berbagi kisah seputar pengalamannya menjadi seniman keroncong.

20160206182428
Koko Thole Menunjukkan Kemampuannya Bermain Musik.

Menjadi seniman keroncong merupakan cita-citanya. Jauh sebelum terkenal, di kampung halamannya di Malang, Jawa Timur, Koko kecil pertama kali berlatih Keroncong. Kemampuannya terus diasah. Bahkan, ia tidak minder saat harus bermain bersama orang yang usianya relatif lebih tua darinya.

“Tahun 79 atau 80 itu saya sudah nenteng-nenteng selo dan bass betot jalan lewat pematang sawah ikut latihan kroncong bapak-bapak,” ungkapnya.

Ketekunannya itu berbuah manis. Sejak memutuskan pindah ke ibukota, karir Koko perlahan tapi pasti mulai merangkak naik. Group musik yang dibentuknya ternyata mampu membuat para penikmat keroncong terpana saat mereka bermain. Lagu-lagunya pun mulai dikenal. Tak heran bila saat itu Koko dan kelompoknya sering terlihat wara-wiri di televisi.

Permintaan bernyanyi tak hanya datang dari pihak swasta dan perorangan. Beberapa instansi pemerintah juga sering mengundang Koko untuk tampil. “Saya pernah diundang manggung oleh Pemda DKI, MK, dan istana negara. Kalo di istana dulu seringnya waktu jaman Pak SBY,” ungkap Koko.

Tak hanya bernyanyi, Mas Koko, panggilan akrabnya, juga aktif menciptakan lagu. Karya-karyanya pun telah dinyanyikan banyak nama beken di dunia musik, seperti Rama Aipama, Sundari Sukoco, hingga legenda keroncong tanah air Waljinah.

“Saat SBY jadi presiden, saya pernah menata¬†musik untuk lagu beliau yang judulnya Gotong Royong,” tutur Koko.

Berkat keroncong pula berbagai penghargaan musik pernah diterimanya. Bahkan sudah tujuh tahun berturut-turut Koko menerima piala bergengsi Anugerah Musik Indonesia.

“Alhamdulillah kerongcong kita tuh dari penataan musik, saya sebagai pencita lagu, dan penyanyinya juga sudah memenangkan Anugerah Musik Indonesia sejak dari 2009 sampai terakhir kemarin tahun 2015 saya pencipta lagu terbaik,” tuturnya.

Koko Thole Memegang Piala Anugerah Musik Indonesia (AMI).
Koko Thole Memegang Piala Anugerah Musik Indonesia (AMI).

Saat ini salah satu keinginan terbesarnya adalah membuat konser keroncong di Depok. Sebagai warga kota belimbing dirinya ingin agar musik yang telah membesarkan namanya itu dapat dinikmati oleh masyarakat tempatnya bermukimnya saat ini.

“Nah, sejak saya tinggal di Depok hingga sekarang belum pernah bikin pagelaran keroncong. Kepingin banget bikin konser keroncong di Depok,” ucapnya sembari menunjukkan foto-foto para penyanyi didikannya di studionya yang terletak di lantai dua rumahnya.

Koko juga menaruh harapan kepada pemimpin Depok yang baru untuk memperhatikan kelestarian musik keroncong yang mulai terpinggirkan. Tak hanya sekedar tampil, sebagai musik asli Indonesia keroncong juga harus diberikan ruang agar berkembang di tengah masuknya budaya luar. “Maaf-maaf ya, kalau ada pertunjukkan keroncong gak ada orang yang pulangnya tawuran,” kelakarnya.

Keroncong sendiri menanamkan nilai-nilai ke Indonesiaan. Tak hanya lirik dan lagunya, busana para penyanyinya pun menunjukkan semangat berbudaya dan nasionalisme bangsa ini.

“Keroncong Insha Allah tontonan yang bisa jadi tuntunan,” tutupnya.

(baf)

Leave a Comment