fbpx

Merajut Asa dari Para Penggila Jam Tangan

SUKSES merupakan dambaan semua orang, banyak argumen yang mengatakan bahwa orang sukses adalah orang yang telah mencapai kebebasan finansial yang berarti memiliki cukup tabungan, investasi, dan uang tunai untuk membeli gaya hidup yang diinginkan baik untuk diri sendiri, maupun keluarga. Kendati demikian, banyak juga yang mendefinsikan sukses dengan pendapatnya masing-masing.


Apapun itu, untuk mencapai kesuksesan finansial perlu kerja keras, pantang menyerah, dan kerap berpikir positif. Seperti yang dilakukan oleh sahabat depoklik asal Wonogiri ini, di usia yang masih 20 tahun tapi sudah mampu menghidupi 10 karyawan dengan bisnis tali jam tangan kulit (strap).

Pria yang bernama lengkap Ahmad Gunawan ini mengaku bahwa memulai bisnis ini bermula saat dia menjadi seorang kuli bangunan. “Keterbatasan pendidikanlah yg membuat saya sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak” ungkapnya. Merasakan menjadi kuli bangunan bertahun tahun dengan kerasnya hidup di perantauan, membuat dia berpikir ingin mewujudkan mimpi yang tertuda. “Ya, saya mempunyai sebuah mimpi menjadi seorang wirausahawan” ujarnya. “Sekecil apa pun pendapatan saya, tapi saya adalah bosnya” tambahnya,yakin.


Ahmad mengisahkan, ketika dia sedang melamun di rumah, tiba-tiba dihubungi via telpon oleh seorang teman untuk ikut bekerja dengannya, tepatnya di Solo. “Saya bahkan tidak menanyakan pekerjaanya” ujarnya. “Saya hanya tidak ingin menganggur” tambahnya lagi. Setelah mengetahui dia akan bekerja di tempat pengrajin kulit, dia semakin antusias. “Mungkin ini akan menjadi loncatan saya dalam berwira usaha” ungkapnya. Dari situ, Ahmad terus mempelajari proses demi proses pembuatan strap jam tangan. Berkat kesungguhan hati dan ilmu yang cukup, dia memutuskan untuk memulai sendiri. “Alhamdulillh saya mencoba membuka usaha kecil kecilan pembuatan strap jam tangan di rumah saya sendiri tepatnya di Wonogiri” ujarnya.


Pria dengan logat jawanya yang kental ini berseloroh bahwa dia baru mulai mendalami dunia horology (jam tangan) sejak Desember 2018 silam. “Saya harus mengenali beberapa merk jam ternama yang awalnya sulit untuk dimengerti, banyaknya jenis bahan kulit yg harus dipahami, serta keraguan tentang dunia bisnis yang akan digeluti ini terkadang memuat saya galau” ujarnya.


Dengan bermodakan keyakinan dan menjadikan kualitas sebagai nilai jual, dia mengatakan bahwa produknya mulai digemari dan diminati di pasaran dan bahkan oleh para kolektor jam tangan.


Meskipun tergolong baru dua tahun menjalani bisnis tali jam tangan kulit, pria yang hanya lulusan Sekolah Dasar ini mengaku mampu meraup omset puluhan juta per bulan. “Kini saya memiliki banyak langganan yang sudah percaya kepada saya, semakin hari semakin banyak peminatnya” ujarnya. Dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram, Ahmad terus mengngepakkan jaringannya dan berencana untuk menembus pasar luar negeri.


Bila Anda tertarik dengan produk strap/ tali jam tangan produksi Ahmad, Anda dapat mengikuti instagramnya @Reyvan.strap
-DAP-

Leave a Comment