Militansi Dan Loyalitas Suporter Persikad Depok Demi Klub Kesayangan

DEPOKLIK. Geliat sepak bola kembali terasa setelah tim kebanggaan Kota Depok, Persikad, pulang kampung dari perantauannya ke Kabupaten Purwakarta.

Teriakan dan yel yel “Hidup Persikad!” yang digaungkan para suporternya kembali bergema mengisi kehampaan yang lama tak terdengar di Stadion Merpati Depok.

Meski peralatan milik suporter mulai hilang, namun tak menyurutkan animo untuk menonton pertandingan perdana sekembalinya Persikad ke markasnya, Stadion Merpati. “Musim ini penonton ramai,” kata Ketua Umum Super Depok, Haryadi Budhi Mulyana alias Koebil, kepada Depoklik, di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Diakui Kubil penonton yang paling banyak ada di musim ini. Hampir seluruh sisi Stadion terisi suporter. Padahal saat dulu Persikad dibiayai APBD, pertandingan pertama dan kedua sepi.

Di saat semangat akan tim kebanggaan kota kembali muncul, Panitia Pelaksana (Panpel) dianggap kurang aktif memberikan informasi seputar pertandingan. “Akhirnya suporter juga yang melakukan,” kata Koebil.

Membuat pamflate, hingga menyuarakan semangat di sosial media dilakoni para suporter dengan ikhlas demi menggaungkan kembali nama Persikad ke warga Depok. “Depok ini kota yang penduduknya gila bola. Pengenlah Persikad seperti Persib dan Persija yang jadi kebanggaan kotanya,” ujar Koebil penuh harapan.

Kebanggaan akan tim sepak bolanya, tambah Koebil, mampu meningkatkan kecintaan warga terhadap kotanya.

Pembinaan dan pelatihan perlu digenjot ke para pemain. Sejak kembali ke Depok Persikad belum menunjukkan prestasi, terlihat dari empat laga, hanya sekali seri, sisanya berakhir kekalahan.

“Persiapan terlalu mepet. Saya soroti pemain Depok yang mengikuti kompetisi gak ada, cuma Tarkam aja. Akhirnya mental kedodoran,” ujar Koebil.

“Kebanyakan juga pemain Purwakarta, karena dulu Persikad sempat dibeli Purwakarta. Jadi saat digabungkan dengan pemain Depok gak padu semua,” tambah Koebil.

Selain itu, kompetisi lokal antar Sekolah Sepak Bola (SSB) perlu disemarakkan lagi demi mencari calon pemain bintang yang nantinya bisa berlaga bersama Persikad. Namun hal ini belum diperlihatkan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Depok.

“Kondisi Persikad yang tidak terlalu besar gak ditangkap Askot dengan membuat kompetisi untuk menyumbang pemain ke Persikad,” tukas Koebil.

Dengan wilayah yang tidak terlalu luas dan melimpahnya SDM hal ini tidak akan menyulitkan Askot mencari bibit pemain unggul untuk sepak bola Depok yang lebih baik ke depannya.

“Banyak yang bilang Depok banyak pemain bagus cuma kebanyakan Tarkam. Mentalnya, Tarkam bukan kompetisi. Kalo semua stake holder jalan bareng sepak bola Depok bisa besar. Wilayah gak gede, orang banyak,” pungkas Koebil.

Selain Super Depok, ada beberapa fans club Persikad, yakni Depok Mania, Ultras Depok, Depok Casual, dan Holigan Depok.

(baf)

Recommended For You

About the Author: noer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *