fbpx

Misteri Akseyna, Grafolog Deborah Kembali Bertemu Penyidik Polresta Depok

Grafolog atau analis tulisan tangan. Deborah Dewi usai bertemu penyidik di Mapolresta Depok, dalam mengungkap misteri kematian Akseyna Ahad Dori, Kamis (4/6/2015) (warta kota/Budi Sam Law Malau).
Grafolog atau analis tulisan tangan. Deborah Dewi usai bertemu penyidik di Mapolresta Depok, dalam mengungkap misteri kematian Akseyna Ahad Dori, Kamis (4/6/2015) (warta kota/Budi Sam Law Malau).

Depoklik.com – Selama sekitar delapan jam, grafolog atau analis tulisan tangan Deborah Dewi bertemu dan berdiskusi dengan penyidik Mapolresta Depok, Kamis, 4 Juni 2015, terkait kasus tewasnya mahasiswa UI jurusan Biologi, Akseyna Ahad Dori (18) di Danau Kenanga UI, beberapa waktu lalu.

Deborah mengaku mulai bertemu dengan penyidik di Mapolresta Depok sekitar pukul 09.00.

Ia keluar dari ruang penyidik dan meninggalkan Mapolresta Depok sekitar pukul 17.00.

Deborah mengaku pertemuannya dengan penyidik terkait misteri tewasnya Akseyna. Pertemuan tersebut, kata Deborah, adalah untuk yang kedua kalinya.

Sebelumnya, Selasa, 5 Mei 2015 lalu, ia juga bertemu dengan penyidik dan mempresentasikan hasil analisa tulisan tanngan di surat yang ditemukan di kamar kos Akseyna.

“Ini yang kedua kalinya saya bertemu dengan penyidik membahas kasus ini. Sama seperti sebelumnya, saya juga melakukan sedikit presentasi, diskusi, dan bertukar pikiran,” kata Deborah usai bertemu dengan penyidik, Kamis, 4 Juni 2015.

Menurut Deborah, dalam presentasinya itu ia tetap menjelaskan bahwa dari hasil analisanya itu surat yang ditemukan di kamar kos Akseyna adalah ditulis oleh dua orang.

“Penulis surat itu adalah dua orang. Satu orang adalah Akseyna sendiri, dan satu orang lainnya masih diselidiki polisi,” ujarnya.

Walaupun begitu, Deborah enggan menyebutkan apakah orang lain yang menulis di surat itu adalah pembunuh Akseyna atau bukan. “Itu bagian dan ranah penyelidikan polisi,” ucapnya.

Sumber: wartakota.tribunnews.com

Leave a Comment