fbpx

Ngeri, Polresta Depok Ringkus Kawanan Begal Tali Pocong

DEPOKLIK. Polisi Reserse Kota (Polresta) Depok berhasi meringkus dua kelompok begal yang sering meresahkan warga. Dari hari penangkapan diketahui kedua kelompok itu melancarkan aksinya berbekal jimat dan senjata tajam.

Dari hasi penyelidikan aksi kedua kelompok begal dilakukan pada malam menjelang subuh. Saat beraksi pelaku biasanya membawa jimat berupa kain kafan atau tali pocong yang dipercaya mempunyai kesaktian. Kelompok ini tidak hanya melakukan aksi begal, tapi juga menyasar motor yang terpakir di rumah.

Menurut salah seorang pelaku, Alan (29), meyakini bila jimat dari kain jenazah mampu membuat calon korbannya lengah.

“korban bakal ngantuk. Jadi pas teman masuk rumah buat ngambil motor aman,” kata dia, di Mapolresta Depok, Jumat (17/6).

“Untuk sasaran kita ngacak, tergantung perasaan saja. Kalau perasaan enggak enak ya kita enggak main (Mencuri),” ujar dia.

Para tersangka, JU (21), ZK (30), HA (18), RA dan JU (25), mengaku biasa beroperasi seminggu dua kali. Sesuai dengan jimat yang digunakannya, maka kelompok ini disebut dengan julukan ‘bandit tali pocong’. Biasanya, mereka beraksi jelang subuh atau sekitar pukul 02.00 WIB, hingga pukul 04.00 WIB.

Barang bukti yang didapat dari para tersangka berupa delapan pasang pelat nomor, dua diantaranya pelat dinas, empat buah kunci letter T, senjata api mainan jenis revolver, 16 buah anak mata kunci, empat buah HP, dompet kulit, tiga buah kunci motor, belati serta tiga buah keris, empat sepeda motor, buku tabungan, dan kain tali pocong warna putih.

“Sepak terjang komplotan ini terungkap setelah sebelumnya sempat berulah di Beji. Kemudian dikembangkan oleh rekan-rekan di lapangan sehingga berhasil kami ringkus di sebuah rumah kontrakan di kawasan Sukmajaya, Depok,” tutur Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan.

Dalam penangkapan tersebut, dua orang pelaku terpaksa harus tertembak timah panas pihak kepolisian lantaran nekat melawan.

(VIVA/baf)

Leave a Comment