fbpx

Pabrik Tahu Berformalin Digerebek, BPOM Sita Alat dan Kendaraan

BPOM sita alat dan kendaraan pabrik tahu berformalin di Bojonggede, Depok (istimewa).
BPOM sita alat dan kendaraan pabrik tahu berformalin di Bojonggede, Depok (istimewa).

Depoklik.com – Kepala Pusat Penyidikan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Hendri Siswadi, mengatakan, pabrik tahu berformalin di Jalan Kampung Sawah, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, perbatasan Cipayung, Depok yang digerebek sudah tidak beroperasi lagi. Bahkan, beberapa peralatan telah disita.

“Peralatan untuk mengolah tahu sampai kendaraan operasional pabrik telah disita. Sudah dipasang police line juga,” kata Hendri, Kamis, 23 April 2015.

Berdasarkan surat Tanda Daftar Industri, pabrik tahu tersebut memiliki beberapa peralatan utama, seperti 1 unit mesin penggiling, 2 unit mesin sedot adonan, 1 unit sedot santan, 2 unit mesin peras, 2 unit mikser, dan 6 unit tong stainless.

Ia menjelaskan, pemilik pabrik bernama Sadino merupakan warga Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Usaha pabriknya telah mengantongi Tanda Daftar Industri dari Badan Perizinan Terpadu Pemerintah Kabupaten Bogor. TDI tersebut berlaku sejak 2012 hingga 2017.

Saat ini, pihaknya juga telah menginvestigasi jalur distribusi formalin yang dimiliki pabrik tahu tersebut. Sebab, pengelola Sarnayo hanya menjelaskan bahwa formalin tersebut dikirim seseorang yang dipesannya lewat telepon. “Membelinya tanpa kwitansi lewat distribusi ilegal,” jelasnya.

Saat dilakukan penggerebekan, kata dia, pengantar formalin tersebut sedang berada di pabrik tahu. Tapi, begitu tahu ada penggerebekan, orang tersebut lari. “Formalin ini hanya diantar. Tapi kami akan selidiki jalur distribusinya. Kami pernah menggerebek penjual formalin di Tangerang. Tapi, belum bisa dipastikan dari mana formalin ini,” terangnya.

Ia menuturkan, bakal terus melakukan operasi makanan mengandung zat berbahaya. Sebab, banyak makanan berbahaya yang ada di sekitar masyarakat dan terjual tanpa pengawasan. “Kami juga akan segera berkoordinasi dengan pemda untuk melakukan pengawasan ini,” ujarnya.

Hendri mengatakan, operasi ke sejumlah pasar masih akan tetap dilakukan untuk menjaring makanan yang mengandung bahan baku berbahaya. “Kami ingin mengingatkan para produsen tahu agar segera menghindari pembuatan tahu menggunakan bahan formalin. Bahkan, koperasi pembuat tahu seperti Kopti saja tidak menggunakan formalin sebagai bahan mengolah tahu,” tandasnya.

Sumber: tempo.co

Leave a Comment