fbpx

Mengenal Peer to Peer Lending, Sarana Investasi yang Menguntungkan dengan aman dan pasti

Jika anda adalah seorang yang tertarik atau ingin mencoba berinvestasi, lalu mengincar startup tertentu tapi terbatas dengan jumlah modal yang dimiliki. Belakangan ada solusi baru yang sedang PANAS, Peer to peer lending namanya.

Industri Peer to Peer Lending

Peer-to-peer (p2p) lending adalah praktek meminjamkan uang gaya baru yang sedang HOT dikalangan investor pemula maupun yang sudah fasih.

Secara global, investasi peer to peer lending digolongkan dalam industri FinTech, yang telah meningkat pesat hingga tiga kali lipat. Dari yang asalnya US$930 juta di tahun 2008 menjadi US$4 miliar di tahun 2013. Bahkan saat ini sudah ditandai dengan berdirinya Asosiasi FinTech Indonesia.

Beberapa yang membuat banyak orang tertarik dengan cara berinvestasi di peer to peer lending ini adalah karena sistem yang diterapkan sangat techie. Disertai beberapa pembeda lainnya, seperti;

Kelayakan peminjaman diberikan kepada individu yang tidak berhubungan, peminjaman modal usaha diberikan tanpa melalui perantara keuangan tradisional seperti bank atau lembaga keuangan tradisional lainnya dan pemberi pinjaman (investor) dapat memilih calon peminjam mana yang mau diinvestasi.

Serunya pinjaman modal usaha ini berlangsung secara online pada website perusahaan penyedia pinjaman peer to peer lending menggunakan platform khusus. Platform ini dikenal dengan sebutan “marketplace lending”.

Ketika kita berbicara tentang “platform” maka kita akan terbayang dengan hal yang berbau teknologi. Sebab ituhlah beberapa perusahaan yang menjembatani investor dan peminjam modal usaha seperti amartha.com digolongkan dalam “fintech”.

Bukan sebagai financial intermediaries seperti Bank, Crowdfunding, multifinance, dan sejenisnya

Mereka yang dikatakan Fintech 

Perkembangan dan inovasi di bidang finansial juga mengalami perkembangan ke arah yang lebih praktis dan modern. Intinya memudahkan pemberi pinjaman(investor), meminimalisir resiko investasi hingga kelayakan penerima pinjaman, dan menyediakan ruang bertemu antara investor dan peminjam modal.

Fintech Menurut definisinya oleh National Digital Research Centre (NDRC), adalah istilah yang digunakan untuk menyebut inovasi di bidang jasa finansial yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi modern.

Sebenarnya ada banyak perkembangan hal yang bisa dikategorikan ke dalam bidang FinTech, diantaranya adalah pembayaran via ponsel, transfer uang, proses transaksi, jual beli saham, bahkan investasi seperti proses peminjaman uang secara peer to peer via marketplace milik amartha.com.

Tentunya penerapan teknologi bukan cuma sebagai alat bantunya saja tapi juga sistem regulasinya, misalnya pemilihan investor dan scoring kelayakan peminjam sehingga bisa meminimalkan resiko investasi.

Kenapa Investor menyukai Peer to Peer Lending?

Seperti yang sudah saya sebut diatas, jasa peer to peer lending ini sedang PANAS-PANASnya dikalangan para investor.

Saking hebatnya kelebihan peer to peer lending ini, perkembangannya mampu mempengaruhi gaya hidup masyarakat dunia. Ada banyak alasan yang membuat perusahaan di bidang peer to peer lending seperti amartha.com terus tumbuh menjadi sebuah kebutuhan baru bagi masyarakat.

1. Keberkahan Keuangan Syariah

Problem masyarakat yang terlilit lintah darat plus berlumuran DOSA RIBA tentu menjadi suatu masalah klasik yang belum dapat diatasi secara maksimal. Namun kehadiran peer to peer lending FinTech, ternyata mampu menjadi sarana investasi yang menguntungkan baik bagi investor maupun bagi peminjamnya.

Sistem investasi bisa dilaksanakan dengan cara yang lebih transparan dan menjadi hak umum bagi semua masyarakat.

Kalau kita ambil contoh dari amartha.com

Hikmah dari sistem keuangan syariah yang diterapkan adalah tidak adanya peminjam modal yang gagal bayar!!.

amartha memegang beragam resep untuk bisa seperti itu, tapi secara umum model penerapan “tanggung-renteng’ yang diambil dari sistem keuangan syariah membuat para investor bisa berinvestasi dengan aman dan menguntungkan

2. Kredit Scoring yang Tegas namun Flexible dan lunak

Penilaian kelayakan peminjam tidak sembarangan.

Misalnya saja, Amartha.com menerapkan sistem kelayakan peminjaman yang ketat melalui metode credit scoring dan analisa risiko lainnya seperti:  tingkat pendidikan, kinerja akademik dan riwayat pekerjaan.

Untuk seleksi investor diterapkan prinsip anti pencucian uang (money-laundering) yang dilanjutkan dengan pengenalan nasabah bagi para investor. – model underwriting.

Penerapan sistem ini pun sudah membawa banyak manfaat bagi masyarakat sebab tidak hanya berfokus pada perolehan keuntungan yang besar, FinTech rupanya juga mampu meningkatkan taraf hidup dan daya beli masyarakat.

3. Penyebaran Resiko Investasi yang aman

inevestasi menguntungkan p2p lending
investasi menguntungkan p2p lending

Bicara resiko investasi tentunya akan kembali pada “apakah uang saya akan kembali?” “apakah nantinya saya bisa mendapatkan untuk atau malah buntung!?”

Secara praktis memang belum ada aturan OJK untuk peer to peer lending fintech ini, namun ternyata sistem yang diterapkan startup fintech justru sangat menguntungkan pemodal dan peminjam dana.

Value proposition yang ditawarkan oleh peer to peer lending ini bagi calon peminjam adalah akses pembiayaan dimana bank tidak mau memberikan pinjaman dengan pilihan mendapatkan biaya yang lebih rendah.
Sedangkan bagi investor, perusahaan P2P lending ini akan membantu dalam melakukan sebaran resiko.

Sebagai contoh apabila telah disetujui pinjaman sebesar Rp 25.000.000 kemudian terdapat 100 investor yang berminat maka masing – masing investor hanya menginvetasikan sebesar Rp 250.000. AMAZING
Tentu jangan dilupakan juga sistem verifikasi dan supporting untuk peminjam modal usaha yang dimiliki perusahaan p2p lending.

Jenis Investasi yang Pasti Menguntungkan 

Setiap perusahaan p2p lending memiliki valuenya masing masing. Ada yang condong ke konvensional seperti Moneythor atau Soft Space. Sementara di Indonesia ada yang condong pada pendekatan keuangan syariah dan memanfaatkan inovasi teknologi (fintech), seperti Amartha.com.
Untuk mereka yang ingin menjajal peer to peer lending dengan modal investasi minim bisa bekerja sama dengan amartha yang membuka ruang untuk investasi modal minim. Hanya 3 juta.

Selebihnya anda bisa mulai memperlajari portfolio usaha dari calon peminjam modal hingga mengenal dhanapati fund milik amartha yang memungkinkan semua investor di amartha tidak pernah ‘buntung‘ hingga saat ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem scoring, dhanapati fund hingga metode kelayakan peminjam, anda bisa menghubungi amartha.com Selama berinvestasi

Leave a Comment