Pelapor Kasus Ahok: JPU Terindikasi Diintervensi Kekuasaan

Salah seorang pelapor Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penodaan agama, Pedri Kasman, menyatakan kecewa atas tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU), yaitu satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun terhadap Ahok.

“Hari ini saya atas nama pelapor Pedri Kasman sebagai angkatan muda Muhammadiyah, sangat kecewa dengan tuntutan yang dibacakan JPU, berdasar Pasal 156 KUHP,” kata Pedri yang juga sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (20/4).

Ia mencurigai bahwa JPU telah diintervensi oleh kekuasan atau kekuatan lain yang melakukan intervensi terhadap tuntutan jaksa, sehingga tidak independen bahkan seolah-olah Jaksa yang seharusnya menuntut, malah membela Ahok.

“Artinya, persidangan yang sudah berlangsung 19 kali ini jadi mubazir, membuang energi, setelah sikap JPU tidak independen dan terindikasi diintervensi di luar hukum,” katanya

Justru, Pedri melanjutkan, JPU malah melemahkan alat bukti dan keterangan saksi yang mereka hadirkan sendiri. Karena itu, lanjut Pedri, sebagai rakyat Indonesia yang cinta penegakan hukum, ia mengatakan sidang hari ini adalah sandiwara.

“Indonesia pantas dikatakan darurat penegakan hukum karena hukum sudah diintervensi oleh kekuatan politik, kekuasaan materi, dan yang lainnya,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, ia menyatakan akan memikirkan tindakan yang akan diambil berikutnya.

“Bisa saja kami akan menuntut ke Presiden karena diduga keras ini berkaitan kekuasan dan politik,” ujarnya.

Leave a Reply