fbpx

Pencalonan Komjen Tito Sebagai Kapolri Hak Presiden Dan Sesuai Aturan

DEPOKLIK. Nama Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian resmi diserahkan Presiden Joko Widodo ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Badrodin Haiti yang akan masuk masa pensiun.

Meski dari usia jenderal bintang tiga itu lebih muda dibandingkan calon lainnya, namun hal itu tidak ada masalah dalam pencalonannya sebagai Kapolri.

“Persyaratan utama adalah bintang tiga walaupun kemarin ada bintang dua, sehari bintang tiga. Sehari tidak masalah tapi bintang tiga yang diusulkan Presiden ke DPR,” kata kata Wakil Ketua Kompolnas, yang juga Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Hal itu dikatakan Tjahjo di sela buka bersama, di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, di Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Tjahjo juga tak mempermasalahkan pengganti Jenderal Badrodin itu berasal dari Akpol angkatan 87, walaupun pesaing lain seperti Komjen Budi Gunawan dan Komjen Budi Waseso lebih senior.

“Sekarang Kapolri Pak Haiti 83, sekarang masuk ke 87. Ya nggak ada masalah karena itu pilihan bapak Presiden dan bapak Presiden mengikuti aturan yang bintang tiga,” ujar dia.

Sebelumnya Ketua DPR, Ade Komarudin mengaku menerima surat dari Menteri Sekretaris Negara, Pratikno pada Rabu (15/6) pagi.

Setelah dibuka, kata Ade, isi surat itu terkait pergantian Kapolri. Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti akan pensiun pada 24 Juli 2016.

Tito merupakan jebolan Akademi Kepolisian angkatan 1987. Sementara, bintang tiga senior saat ini ditempati oleh Komjen Budi Gunawan, lulusan Akpol 1983 yang menjabat sebagai Wakil Kepala Polri.

(Kompas.com/ard)

Leave a Comment