fbpx

Penyesalan Pelaku Penganiaya Anak Tiri di Beji Depok

GS (32) seorang ayah tiri perlakuan penganiayaan pada G (10), putri tirinya, hanya bisa memendam penyesalan di balik jeruji besi Mapolresta Depok.   Memberikannya pelajaran berharga bahwa kekerasan bukanlah cara mendidik yang benar “ Andai G ada di sini, saya akan peluk dan minta maaf. Saya sangat menyesal sudah berlaku kasar. ,” ucap GS, Selasa 6/10 2015.

CS menuturkan, seringkali dirinya memberitahu G, seperti menyuruhnya belajar. Tetapi G hanya mendengar dan mengiyakan, akan tetapi hal tersebut tidak lekas dilakukan. sifat malas G yang membuatnya kerap kali tersulut emosi. Dia mengaku lantaran dirinya dan R, ibu kandung G, bukanlah orangtua yang bisa memberikan materi berkecukupan pada anak. “Saya hanya sopir taksi, ibunya tidak kerja. Kalau G tidak sekolah mau jadi apa?,” tuturnya.

“Kalau dibilangi dengar, tapi tidak dilakukan. Hal seperti itu yang sering membuat saya jengkel,” pungkasnya.

‎Kini CS diamankan atas perlakuan kasarnya kepada G. Pemberatan CS ditambah bukti visum yang terlihat jelas ada tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh G. ‎Dalam kasus ini, CS dijerat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002‎, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (rya/fyu)

Leave a Comment