Petani Menangis, Harga Bawang Kembali Anjlok 2 Ribu Per Kilo

Harga bawang merah milik petani di Kabupaten Cirebon, anjlok. Para petani pun terpaksa beralih tanam komoditas sayuran lainnya.

Rois, Pengurus Kelompok Tani Cukang Akar Desa Silih Asih, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, mengatakan, saat ini harga bawang merah di desanya hanya dihargai Rp 2.000 sampai 3.000 per kg di level petani. Sementara harga bawang merah di pedagang Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, diketahui hanya Rp 7.000 per kg.

“Harga ini sangat rendah sekali,” kata Rois, Senin (17/4).

Menurut Rois, untuk mencapai balik modal harga bawang merah di tingkat petani sewajarnya Rp 20 ribu per kg. Tingginya modal disebabkan mahalnya biaya tanam, termasuk harga bibit bawang merah yang sudah mencapai Rp 40 ribu per kg.

Harga jual bawang merah yang hanya Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kg,membuat petani menanggung kerugian yang sangat besar. Karena modal yang telah dikeluarkan selama musim tanam sangat tidak sebanding dengan hasil panen yang mereka peroleh.

“Petani saat ini menangis,” ujar Rois.

Penyebab rendahnya harga bawang merah milik petani itu disebabkan kualitas bawang yang mereka panen kurang optimal akibat tingginya curah hujan selama masa tanam yang menyebabkan tanaman bawang merah menjadi rusak.

Rois menjelaskan, tak hanya kualitas dan harganya yang rendah, hasil panen petani secara kuantitas juga jauh menurun. Dalam kondisi normal, panen bawang merah bisa mencapai sepuluh ton per hektar. Namun saat ini, hasil panen hanya sekitar empat ton per hektar.

“Bahkan banyak juga petani yang gagal panen, tidak dapat hasil sama sekali,” jelas Rois.

Rois juga mengatakan, anjloknya harga bawang merah membuat petani kesulitan modal untuk kembali menanaman bawang merah pada musim berikutnya. Sebab itu, mereka banyak yang beralih pada komoditas sayuran lainnya, seperti timun dan jagung.

“Petani bawang merah saat ini gulung tikar,” ujar Rois.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi membenarkan tingkat intensitas hujan di Kabupaten Cirebon selama musim tanam 2016/2017 memang sangat tinggi. Selain menyebabkan banjir, hal tersebut juga membuat tanaman bawang merah diserang berbagai hama penyakit. Dampaknya, tanaman bawang merah mengalami penurunan secara kuantitas, kualitas maupun harganya. Bahkan, adapula yang mengalami gagal panen.

“Hasil panen jadi kurang optimal,” kata Ali.

Leave a Reply