Polda Sumbar Berhasil Bongkar Praktek Prostitusi Online

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil membongkar praktek prostitusi dalam jaringan internet (online) yang dilakukan memanfaatkan aplikasi WeChat di sebuah hotel berbintang di Kota Padang.

“Dua pria yang diduga berperan sebagai mucikari telah kami tangkap dalam penggerebekan pada Minggu (16/4),” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Edri Adrimulan Chaniago di Padang, Selasa (18/4).

Dua pria diduga sebagai mucikari saat ini diamankan sementara di Polda Sumbar berinisial H (28) dan JF (20).Terkait penangkapan itu juga diamankan lima orang wanita dan tiga orang laki-laki.

“Lima wanita belia dan tiga laki-laki muda itu digerebek di dua kamar di hotel tersebut. Ketujuh orang tersebut ditetapkan sebagai saksi dalam kasus itu,” kata Edri.

Ketiga pria yang diamankan itu masing-masing berinisial AM (17), RO (18) dan DSY (16). Sementara lima wanita diduga pekerja seks komersial (PSK) yaitu RPY (20), SLV (20), SR (19), EP (16), dan DVI (18).

Edri menjelaskan, kronologis penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya prostitusi online di wilayah kota Padang

“Dari informasi itu kita melakukan penyelidikan melalui aplikasi WeChat di ponsel pintar. Petugas kini berkomunikasi dengan salah satu mucikari yaitu tersangka H. Kita minta disediakan empat wanita di bawah umur,” katanya.

Lalu, kedua pria mucikari itu menyanggupi dan mengajak bertransaksi di kamar 412 dan 436 hotel berbintang di kota Padang tersebut. Di dalam kamar tersebut petugas menyita tujuh bungkus alat kontrasepsi, dua unit telepon genggam dan uang sebesar Rp 1,694,000. Kedua tersangka mengaku mereka baru menjalankan bisnis haram itu senjak dua bulan terakhir.

“Setiap satu kali transaksi pelanggan dikenakan tarif Rp 800 ribu dan uang itu dibagi untuk mucikari sebesar Rp 300 ribu lalu sisanya untuk PSK tersebut,” terang Edri.

Kelima wanita PSK tersebut kini telah dibawa ke Panti Sosial Andam Dewi untuk proses rehabilitasi. Sementara kedua pelaku mucikari saat ini masih diperiksa intensif oleh Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar terkait bisnis haram yang mereka jalani.

Kedua tersangka diancam dengan pasal 76 ayat 1 juncto pasal 88 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 2 juncto pasal 17 undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang tidak pidana perdagangan orang, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Leave a Reply