Polisi Gunakan Water Canon Untuk Membubarkan Massa Pro Ahok

Polisi membubarkan aksi unjuk rasa yang digelar massa pendukung terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di depan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (12/5). Polisi membubarkan massa menggunakan water canon
Karen pendukung Ahok tidak juga mau membubarkan diri setelah melewati batas waktu sesuai aturan yang ditentukan.

Awalnya massa pendukung Ahok terus menyanyikan berbagai lagu kebangsaan sambil menyalakan lilin. Namun, meski mendapat peringatan dari aparat, mereka menolak membubarkan diri. Akhirnya polisi menempatkan barikade untuk mendorong massa mundur.

“Harap bapak ibu pulang ke rumah masing masing, kami menghargai penyampaian pendapat bapak ibu, tapi ini sudah melebihi waktu,” himbau Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto di lokasi.

Sempat terjadi perdebatan antara polisi dan massa Pro-Ahok. Namun, kericuhan tidak terjadi. Pendukung Ahok memilih tidak melawan. Namun massa tetap melakukan aksi sambil berjalan pelan tanpa membubarkan diri.

“Polisi teman kita! Bantu kami pak,” ujar massa pro Ahok.

Namun, massa tetap tidak membubarkan diri. Untuk menertibkan massa, water canon polisi pun maju. Sekitar pukul 20.00 WIB water canon pun ditembakkan, membuat massa Pro-Ahok berhamburan ke segala arah.

Massa pun terus didorong polisi untuk mundur hingga ke arah Senen Jakarta Pusat. Polisi menggunakan tameng anti huru hara dan dua buah mobil water canon yang maju secara perlahan.

Sementara di seberang jalan, yakni ruas utara Jalan Letjen Suprapto, warga sekitar mulai resah dan menambah panas keadaan. Warga yang tiba tiba berkumpul sambil meneriaki massa Pro-Ahok.

“Bubar-bubarkan saja pak polisi,” kata warga.

Khawatir terjadi kerusuhan, polisi pun mengamankan keadaan sekitar. Selama melakukan pembubaran pada massa Pro-Ahok, Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih ruas selatan ditutup mulaindari depan Gedung Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Akibatnya, penumpukan kendaraan sempat terjadi di Jalan Letjen Suprapto dari arah timur sebelum Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Pukul 20.30 WIB akhirnya massa berangsur bubar. Sementara jalur di ruas selatan Jalan Letjen Suprapto pun kembali dibuka.

Recommended For You

About the Author: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *