Polisi Tangkap Pimpinan Aksi 313, HTI: Penuntut Keadilan Ditangkap, Penista Agama Malah Bebas

Polda Metro Jaya menangkap lima orang dalam gerakan aksi 313 dengan tuduhan dugaan pemufakatan makar. Kelima orang peserta aksi 313 yang diamankan di Polda Metro Jaya saat ini berinisial ZA, IR, MAK, V dan M. Salah satu yang diamankan adalah pimpinan aksi 313 yang juga Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad al-Khaththath.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyatakan, saat ini kelima orang peserta aksi tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Mereka ada yang ditangkap pukul 01.00 WIB, dan ada yang ditangkap pukul 02.30 WIB.

“Polisi punya alat bukti dan menangkap sesuai dengan prosedur secara profesional. Penangkapan di tempat yang berbeda jamnya ada yang 01.00 WIB dan ada yang 02.30 WIB,” jelas Argo, Jumat (31/3).

Spontan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mempertanyakan persoalan keadilan hukum di negeri ini. Ismail Yusanto, Jubir HTI menganggap penagapan lima pimpinan gerakan aksi 313 tersebut merupakan sebuah kedzaliman.

“Penangkapan itu aneh bin ajaib. Para penuntut keadilan ditangkap, malah penista Alquran yang sekarang sudah menjadi terdakwa dibiarkan bebas begitu saja,” kata Ismail, Jumat (31/3).

Menurut Ismail, ketidakadilan berkembang sangat subur di Indonesia. Tuduhan makar pun yang dijadikan alasan penangkapan dianggapnya mengada-ada. Sejak awal, tuntutan yang diajukan umat Islam adalah keadilan. Namun hingga saat ini terkesan dipermainkan oleh pemerintah.

Ia mencontohkan, adanya tindakan diskriminasi yang dilakukan aparat kepolisian. Dia juga mempertanyakan ketidajelasan tindakan hukum di Indonesia saat ini.

“Sangat jelas aparat berusaha melindungi penista Alquran. Polisi bekerja di bawah tekanan untuk melindungi penista Alquran,” tegasnya.

 

 

 

Recommended For You

About the Author: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *