fbpx

Proyek Betonisasi, DPRD Depok Minta Warga Bikin Kronologis Tertulis

Sejumlah pengendara motor harus kembali memutar setelah memastikan Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Cinere ditutup mulai Selasa (16/12/2014).
Sejumlah pengendara motor harus kembali memutar setelah memastikan Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Cinere ditutup mulai Selasa (16/12/2014) (foto: wartakota.tribunnews.com).

Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) DPRD Kota Depok meminta warga yang melaporkan dugaan penyimpangan di proyek betonisasi Jalan Jati Raya Timur di Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok untuk membuat kronologis tertulis mengenai hal itu. Termasuk mulai dari rencana betonisasi di Jalan Punak, yang merupakan terusan Jalan Jati Raya Timur.

Selain itu, Fraksi PDI-P DPRD Depok juga meminta warga secara tertulis dan jelas memaparkan apa saja keinginan mereka.

Hal itu dikatakan anggota Fraksi PDI-P DPRD Depok, Sahat Farida Berlian br Saragih, Rabu (7/1). “Secara lisan kami sudah mengetahui garis besarnya saat warga memberikan laporan Senin 5 Januari lalu. Namun sebagai dasar hukum itu tidak kuat. Karenanya kami meminta secara tertulis,” kata Sahat.

Menurutnya, pihaknya hanya penyambung suara rakyat sehingga dibutuhkan dasar kuat berupa pernyataan tertulis. “Kami masih menunggu laporan kronologis warga secara tertulis dan tuntutan warga,” ujarnya.

Ia memastikan akan memeriksa secara tuntas kasus ini. Sebab dari laporan warga, kejanggalan memang sangat tampak dan menonjol terutama adanya sekitar 50 meter ruas Jalan Jati Raya Timur yang masuk wilayah DKI, namun dibetonisasi oleh Pemkot Depok.

“Kami sudah menjadwalkan akan memanggil pihak kontraktor pelaksana di antaranya PT Mega Seribu Perkasa,” tandasnya.

Diperkirakan pemanggilan akan dilakukan antara akhir pekan ini atau pekan depan mendatang.

Warga Kompleks TNI AL, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok kembali menyerahkan sejumlah bukti ke anggota DPRD Depok Fraksi PDI Perjuangan.

Hal ini terkait kejanggalan proyek betonisasi Jalan Punak dan Jalan Jati Raya Timur di wilayah mereka, yang dilakukan Pemkot Kota Depok dalam hal ini Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok akhir 2014 lalu.

Peter (40), koordinator warga, mengatakan, selain menyerahkan sejumlah bukti mengenai adanya kejanggalan atas proyek betonisasi dua ruas jalan itu terutama di Jalan Jati Raya Timur, di mana sekitar 50 meter ruas jalan yang dibeton Pemkot Depok ternyata adalah wilayah DKI Jakarta, sebagai warga pihaknya juga membuat laporan resmi ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD Depok.

Frd/wartakota.tribunnews.com

Leave a Comment