fbpx

Rawan Gratifikasi Terselubung, ASN Depok Dihimbau Tolak Bingkisan Lebaran

DEPOKLIK. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Depok diharapkan agar berhati-hati dalam menerima bingkisan yang diberikan jelang perayaan Idul Fitri. Karena dikhawatirkan terjadi indikasi gratifikasi. Himbauan ini disampaikan langsung oleh Walikota Depok, Mohammad Idris.

Ia menyarankan agar para ASN yang sudah terlanjur menerima bingkisan hari raya dari para kolega agar segera mengembalikannya.

“Saya nerima parcel. Tapi itu dari anak saya. Tahun lalu saat menjabat Wakil Walikota juga terima hadiah parcel dari salah satu kolega, namun saya suwun kembalikan ke orangnya dan menjelaskan alasan saya tidak bisa menerima hadiah tersebut,” ujar dia, seperti diberitakan Depok.go.id, belum lama ini.

Selain itu, Idris juga mengimbau bila ada jajaran Pemkot Depok menerima parcel namun tidak diketahui siapa pengirimnya, agar disedekahkan untuk yang lebih membutuhkan.

“Permasalahannya nanti suka ada parcel yang tidak diketahui pengirimnya. Ini yang agak sulit jika kita menerima barang tapi gak tau pengirimnya, daripada dibuang lebih baik disedekahkan,” kata Idris.

Kepala Inspektorat Kota Depok, Novarita, mengatakan jika ada ASN atau pejabat Pemkot Depok yang terbukti menerima parcel namun tujuannya untuk niat tertentu maka akan dilakukan penindakan berupa pemeriksaan. Bila terbukti bersalah akan dikenakan sanksi.

“Sanksi terberat hukuman disiplin sesuai PP Nomor 5 Tahun 2010, sanksinya ringan, sedang, dan berat. Kalau mau aman, silakan laporkan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pernah ada ASN yang melapor jika menerima parcel.

“Kalau ada niat tertentu namanya gratifikasi. Saya sendiri pernah terima barang namun saya lapor ke KPK,” tandasnya.

(ard)

Leave a Comment