fbpx

Redam Benturan, Nur Mahmudi Diminta Hadir di Penertiban Pasar Juanda

Hasil rapat komisi A dengan Satpol PP akhirnya memutuskan eksekusi penertiban pasar tumpah juanda, tetap dilaksanakan Minggu (2/12) nanti.  Guna menghindari kemungkinan terjadinya gesekan di lapangan, Komisi A sepakat untuk menekankan pendekatan dialog kepada Satpol PP, dalam  menyikapi dinamika di lapangan nantinya.

Komisi A dan Satpol PP sepakat, dasar penegakkan dan penertiban pasar tumpah Juanda, tidak lain adalah untuk menegakkan peraturan dan  menegaskan kawasan Juanda sebagai kawasan tertib lalu lintas. Namun, Komisi A menggaris bawahi agar dalam pelaksanaan eksekusi Satpol PP  menggunakan cara-cara yang tidak cenderung represif.

Anggota Komisi A dari fraksi PDIP, Rachmin Siahaan menegaskan, seharusnya Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail turun langsung mendampingi  jajarannya saat eksekusi. Kehadiran kepala daerah, lanjutnya, diharapkan mampu meredam gesekan dan dapat mengetahui secara utuh apa-apa  yang menjadi keinginan para pedagang.

“Jangan sampai Satpol PP dibenturkan dengan pedagang. Jokowi bisa dijadikan contoh,” ujarnya, usai rapat Komisi A dengan Satpol PP, Kamis (29/11).

Rachmin menambahkan, pembiaran selama bertahun- tahun aparat Pemkot Depok terhadap fenomena pasar tumpah di Juanda, secara tersirat  telah menimbulkan kesan pemakluman bagi para pedagang. Kini, dibutuhkan penegakan peraturan melalui sosialisasi secara kontinu kepada para pedagang pasar tumpah Juanda.

“Pedagang sudah tahu, kok. Bahwa lokasi Juanda adalah larangan berjualan. Tinggal bagaimana pendekatannya,” tutupnya.

Gatot Suherman
Foto: GS

Leave a Comment