fbpx

Reklame di Gapura Selamat Datang, Diskominfo Depok: Kami Akan Tertibkan

Salah satu papan reklame perbankan terpampang di Gapura Selamat Datang Kota Depok, di Jalan margonda Raya, Sabtu (3/1/2015) (foto: indopos.co.id).
Salah satu papan reklame perbankan terpampang di Gapura Selamat Datang Kota Depok, di Jalan Margonda Raya, Sabtu (3/1/2015) (foto: indopos.co.id).

Reklame pada gapura “Selamat Datang Kota Depok” menuai kritikan dari DPRD Depok. Kritikan ini ditujukan kepada Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok. Sebab, instansi tersebut yang berkewenangan memberikan izin terhadap seluruh pemasangan reklame yang ada di kota berikon belimbing tersebut. Anggota Dewan meminta Diskominfo bertanggungjawab atas pelanggaran pemberian izin layanan iklan di gapura tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Diskominfo Kota Depok, Fitriawan berdalih jika ucapan selamat datang memang sudah lama tidak ada pada gapura tersebut. Namun mereka menggantinya menggunakan papan running teks yang terdapat di bawah JPO Jalan Margonda Raya.

“Coba nanti kami koordinasikan dulu dengan dinas lain. Soalnya kami baru tahu jika ada reklame di gapura. Memang izinnya ada pada kami, tetapi peninjauannya ada pada bidang pengawasan dan pengendalian. Sama sekali tidak tahu jika terjadi pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya.

Fitriawan menyatakan, pihaknya akan memanggil Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) terkait adanya penempatan iklan itu. Ia juga berjanji akan menindak tegas pelanggaran yang sudah mencoreng dan melecehkan lambang kota sebagai tempat pemasangan reklame. “Kami akan segera menertibkan reklame perbankan di lokasi tersebut,” imbuhnya.

Anggota Komisi B, DPRD Kota Depok Sri Kustiani mengatakan, pelanggaran yang dilakukan Diskominfo tersebut memang sengaja dilakukan. Hal itu terlihat kerena selama empat tahun iklan perbankan itu terpampang di gapura yang melambangkan identitas kota itu. Ditambah penertiban terhadap pelanggaran reklame tersebut tidak pernah dilakukan sama sekali.

“Salah satu pelanggarannya adalah lambang ini dijadikan tempat komersil untuk reklame. Pemkot dalam hal ini sudah mengerti akan aturan yang mereka buat. Ini sama saja merendahkan pemerintah daerahnya sendiri, tidak ada aturan yang memperbolehkan iklan dibuat di gapura yang melambangkan identitas sebuah kota,” tegasnya, Sabtu, 3 Januari 2015.

Menurutnya, ada dua aturan yang dilanggar pemkot terkait pemberian izin reklame pada gapura yang menjadi identitas Kota Depok. Yakni, Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 1999 tentang Hari Jadi dan Lambang Kota Depok. Serta Peraturan Pemerintah No 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah. Di mana dalam aturan tersebut melarang menempatkan iklan reklame jenis apa pun pada lambang daerah.

“Kami sangat menyayangkan sikap Pemkot Depok membiarkan lambang daerah dijadikan media komersil. Sudah jelas ada aturan yang mengikat kenapa tetap dibiarkan begitu saja. Nah berarti ada keteledoran dari dinas sendiri,” kata Sri.

Frd/indopos.co.id

Recommended For You

About the Author: fredrick

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *