fbpx

Saat ke Luar Negeri, Haruskah Anda Khawatir dengan MERS?

MERS-mewabah-di-korea-selatan

MERS atau Middle East Respirator Syndrome merupakan penyakit yang disebabkan oleh Corona Virus atau disingkat dengan CoV. Pertama kali virus ini dikenali di Arab Saudi pada tahun 2012.

Virus ini menyebabkan tubuh penderita mengalami gangguan pernapasan, demam tinggi di atas 38 derajat celcius, batuk, bersin berkepanjangan, sakit dada, dan sering terasa nyeri badan. Saat ini, penderita MERS baru dapat ditangani untuk meringankan gejalanya. Pasalnya, vaksin MERS hingga saat ini belum ditemukan atau masih dalam penelitian.

Di Korea Selatan, korban MERS terus bertambah, telah tercatat 5 jiwa meninggal dan sekitar 1.600 warga di karantina. Kini, lebih dari 900 sekolah dan kampus ditutup sebagai salah satu usaha menghentikan penyebarannya.

Saat ini, 25 negara telah melaporkan warganya terkena MERS, yakni, 10 di Timur Tengah (Mesir, Iran, Jordan, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, UAE, Yaman), 2 di Afrika (Aljazair, Tunisia), 8 di Eropa (Austria, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Turki, Inggris), 4 di Asia (China, Republik Korea, Malaysia, Filipina), dan 1 di Amerika Utara (Amerika Serikat).

Haruskah saya khawatir terkena MERS?

Tidak juga.

“Ini bukan penyakit yang sangat menular,” kata Dr. Stanley Perlman, salah satu penulis MERS komprehensif yang diterbitkan dalam jurnal Lancet bulan ini. “Secara pribadi, orang tidak perlu khawatir, tapi saya bisa memahami faktor ketakutannya.”

Langkah-langkah pencegahan dasarnya adalah menjaga tangan tetap bersih, menutup mulut saat batuk dan menghindari kontak pribadi.

Seseorang yang terjangkit MERS diperkirakan menginfeksi setidaknya satu orang lain. Dibandingkan dengan jumlah reproduksi untuk Ebola (di mana satu orang yang terinfeksi cenderung menyebarkan penyakit ke dua orang lain) atau campak (satu orang yang terinfeksi cenderung menyebarkan infeksi ke 15 orang lain), tingkat MERS memang lebih rendah.

Seberapa kuat daya infeksi MERS?

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (2014), di Arab Saudi, dari 280 orang yang tinggal di rumah yang sama dengan pasien MERS, 4 persen terinfeksi.

Jika Anda belum pernah sakit di sebuah rumah sakit Korea Selatan atau Anda belum melakukan perjalanan ke Arab Saudi , Anda tidak perlu panik. Para ahli mengatakan risikonya rendah.

Mengapa tiba-tiba banyak kasus bermunculan di Korea Selatan?

Itu lah salah satu pertanyaan yang paling penting sekarang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang menjalankan misi pencarian fakta pekan ini, memeriksa apa yang terjadi dengan MERS di Korea Selatan.

Korea Selatan memiliki sistem perawatan kesehatan modern dan canggih, itu bisa menjadi salah satu alasan mengapa banyak negara yang melaporkan kasus ini. Mereka menguji orang-orang yang sudah terkena atau menunjukkan kemungkinan gejala MERS.

Gejala MERS itu seperti flu pada umumnya, seperti gejala batuk, demam dan mual.

Seberapa mematikan MERS itu?

Seperti banyak penyakit akibat virus, MERS jauh lebih mematikan bagi orang-orang yang memang sudah sakit parah. Dari mereka yang telah meninggal akibat MERS di Korea Selatan, sebelumnya memang sudah menderita kanker, PPOK dan penyakit jantung kronis.

“Ada banyak penyakit yang membuat orang lebih rentan terhadap infeksi,” kata Perlman. “Yang jelas penderita asma, emfisema, gangguan paru-paru, mungkin tidak mampu bertahan dari infeksi ini dengan baik.”

WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan apapun terkait kasus ini.

Jadi, apa yang paling mengkhawatirkan tentang MERS?

Fakta bahwa para ilmuwan tidak tahu banyak tentang MERS. Ini adalah sindrom yang relatif baru dan tidak ada vaksin atau obat,  dan modus yang tepat tentang bagaimana MERS ditularkan masih belum diketahui.

Antisipasi

Karenanya, bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya negara-negara yang telah melaporkan sejumlah kasus MERS, perlu melakukan tindakan antisipasi berikut ini:

1. Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
2. Hindari kontak langsung dengan orang sakit.
3. Hindari penggunaan alat makan dan minum bersama.
4. Selalu cuci tangan sebelum makan dan minum.
5. Gunakan masker saat beraktivitas di luar.
6. Lakukan vaksinisasi influenza, meningitis dan penumokokus sebelum ke negara yang terjangkit MERS.
7. Terapkan pola hidup sehat selama di sana. Selalu jaga kebersihan dan pilih menu makanan yang higenis dan sehat.
8. Bila Anda mengalami gejala demam dan sakit pada saluran pernapasan setelah 14 hari bepergian dari negara-negara tersebut, segera periksakan diri ke dokter.

Sumber: CNN

Ard

Leave a Comment