Saatnya Introspeksi Manajemen Persikad!

DEPOKLIK. Persikad Depok mengakhiri putaran pertama Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016 dengan status sebagai tim juru kunci. Berada di grup B, Laskar Margonda, julukannya, belum mampu memenangkan satu pun pertandingan di lima laga yang mereka hadapi.

Satu-satunya poin yang dihasilkan Dyangga cs adalah saat menahan imbang tanpa gol PS Bengkulu di Stadion Merpati, Depok, Rabu, 22 Juni 2016 yang lalu.

Buruknya penyelesaian akhir merupakan masalah utama yang dimiliki oleh Persikad. Dari lima pertandingan, anak asuh Meiyadi Rakasiwi hanya mampu mencetak dua gol saja. Itu
pun dilakukan dalam satu pertandingan saja, tepatnya saat Persikad takluk 2-4 atas Cilegon United pada lanjutan ISC B 2016, Sabtu 14 Juni 2016.

Menjelang putaran kedua ISC B 2016 yang akan bergulir pada bulan Juli 2016 mendatang, manajemen Persikad yang bernaung dalam PT Persikad Paricara Dharma memiliki pekerjaan rumah besar, yaitu memperbaiki kinerja jajaran pelatih dan mental para pemain yang dirasa kurang maksimal.

Kurang elok rasanya menyalahkan pelatih ataupun pemain yang ada saat ini. Seperti diketahui, Persikad memulai musim ini dengan persiapan yang cukup mepet, alias tergesa-gesa. Pasalnya, Tim Serigala Margonda, julukan lain Persikad, baru memulai seleksi pemain pada 7 April 2016. Artinya persiapan pembentukan tim hanya dilakukan dalam jangka waktu sebulan sebelum pertandingan perdana Persikad di ISC B melawan Perserang pada awal bulan Mei lalu.

Pada masa jeda kompetisi ISC B 2016 saat ini, sejatinya tim kebanggan Kota Depok itu tak hanya diam. Harusnya mereka tetap melakukan latihan dan uji coba pada bulan puasa demi memperbaiki kinerja di lapangan pada sisa laga ISC B untuk musim ini .

Tercatat dua uji coba sudah dijalani, yaitu melawan PON Jawa Barat, pada hari Selasa (21/6) dan Jagorawi FC, Sabtu (25/6).

Dari dua laga uji coba tersebut, Persikad lagi-lagi menua hasil memalukan. Takluk 2-1 atas PON Jawa Barat yang notabene kumpulan pemain usia dibawah 23 tahun.

Persikad juga hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tim amatir Jagorawi FC, asuhan Isman Jasulmei, eks pelatih Persikad. Dari laga-laga yang dijalani, Dewi fortuna seolah enggan berpihak kepada Persikad.

Menagih Janji Manajemen Persikad

Menilik hal tersebut, jelas perlu adanya intropeksi, khususnya kepada manajemen klub.

Direktur Utama PT Persikad Paricara Dharma, Lilik Nugroho pernah mengatakan, ia akan membawa semangat baru bagi Persikad. Namun, seperti yang kita saksikan bersama, kalimat tersebut hanya manis di bibir saja.

Selain itu, baik jajaran pelatih ataupun pemain masih didominasi muka lama. Hal ini bukan berarti menjelek-jelekan, tetapi kenyataan di lapangan membuktikan bahwa perlu ada
perubahan.

Entah mengapa kalimat “tidak ada dana” selalu menjadi alasan klasik yang ditebarkan manajemen untuk membenarkan keputusan mereka dan selalu mengidahkan keterpurukan klub.

Padahal, sejatinya Persikad memiliki potensi besar berkembang dan menghasilkan bila dikelola dengan benar.

Klub Bola Sebagai Branding Kota

Klub sepak bola di sebuah kota tak dapat dipisahkan dengan branding kota tersebut. Misalnya, sebuah Kota yang bernama Serui sebelum pada akhirnya dapat kita mengenal kawasan tersebut dari klub mereka, yakni Perseru Serui yang berlaga di ajang Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Persikad juga demikian, manajemen dengan jargon semangat baru seharusnya mampu memaksimalkan klub tersebut sebagai branding Kota Depok.

Dengan jumlah suporter yang relatif besar ditunjang loyalitas tinggi terhadap klub kebanggaan, seharusnya mampu menjadikan mereka target konsumen potensial bagi manajemen Persikad.

Hal ini secara tidak langsung akan menambah pundi-pundi keuangan klub untuk mendatangkan pelatih dan pemain baru untuk kesuksesan Persikad.

Sekali lagi, tentunya semua ini kembali kepada manajemen Persikad itu sendiri. Apakah tetap menggunakan cara lama yang menjemukan dan basi, atau merealisasikan semangat perubahan yang digaungkan oleh mereka di awal musim.

(Penulis adalah Handy Fernandy, mahasiswa tingkat akhir Pasca Sarjana Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi Bisnis/baf)

Leave a Reply