fbpx

Sejarah Jalan Margonda Dan Kisah Cinta Di Baliknya

DEPOKLIK. Bagi masyarakat Depok, Jalan Margonda adalah bagian yang tidak terpisahkan. Meski identik dengan macet, namun keberadaannya tetap tetap penting bagi kota ini.

Namun demikian, tidak banyak yang tau tentang asal usul penamaan Margonda sehingga diresmikan sebagai nama jalan utama di Depok.

Dalam acara ngabuburit napak tilas sejarah Depok di Rumah Pondok Cina, Sabtu (25/6), Penulis buku Gedoran Depok, Wendri Wanhar menceritakan kisah menarik di balik penamaan jalan Margonda.

Menurut Wendri, ketertarikannya terhadap Margonda berawal dari ketidaksengajaan saat tersasar di wilayah Bogor, Jawa Barat.

“Suatu hari gue nyasar di museum Perjuangan Bogor. Terus gue masuk dan liat-liat. Ada foto burem, ternyata itu fotonya Margonda,” kata dia.

Saat menerbitkan buku tentang Gedoran Depok, Ia menuliskan kisah tentang Margonda. Pasca terbit, ia mengaku mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku cucu Margonda.

“Gue ditelepon, diajak ketemu ke rumahnya. Gue liat ada foto-foto Margonda,” ujarnya.

Dari penelusuran Wendri didapatkan banyak fakta menarik tentang Margonda. Diceritakannya, Margonda merupakan seorang pahlawan muda dari Bogor. Disahkannya Margonda sendiri sebagai nama jalan protokol di Depok hasil usulan laskar pimpinan Margonda.

Margonda muda terkenal sebagai sosok humoris namun berjiwa nasionalis tinggi. Dia juga pendiri Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI), jauh sebelum Soekarno mendirikan Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

“Margonda itu jadi nama jalan tahun 72. Temen-temen laskar Margonda datang ke rumah dia, minta ijin ke keluarga namanya dijadiin nama jalan,” ungkap Wendri.

Pengesahan Margonda sebagai nama jalan protokol sendiri, tambah Wendri, tidak lepas dari peran Dinas Sosial saat itu.

Kisah Cinta Margonda

Di balik perjuangan Margonda terselip kisah romantis kehidupan percintaan pahlawan yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Depok itu.

Kisah itu cinta nan romantis itu diceritakan oleh Wendri. Kesetiaan istri dari Margonda patut diacungi jempol.

Kisahnya berawal dari meninggalnya Margonda di medan pertempuran. Sang Istri yang bernama Maemunah tidak percaya bila Margonda telah pulang selamanya ke pangkuan Sang Pencipta.

“Cerita dari anaknya, Ibu Maemunah istri Margonda sering anterin anaknya ke stasiun. Dia bilang ibu setiap hari gendong anaknya nungguin Margonda. Sampe tua istrinya gak percaya kalau margonda meninggal,” papar Wendri.

Kuburan Margonda hingga sekarang masih menjadi misteri. Namun, diceritakan Wendri, saat gugur, Margonda dikebumikan satu liang lahat bersama tiga orang.

“Kemudian tahun 50an digali, dimakamin baik-baik di suatu tempat,” ujarnya.

Nama Margonda sendiri mulai terkenal dalam peristiwa Gedoran Depok. Yaitu kejadian penyerbuan jaman kemerdekaan di wilayah Depok.

(baf)

Leave a Comment