Selebrasi Earth Hour Depok 2016 Tularkan Semangat Hemat Energi

Kenaikan suhu bumi yang telah mencapai dua derajat merupakan dampak dari pemanasan global. Untuk itu masyarakat harus mengurangi emisi gas karbon dari pemakaian bahan bakar fosil demi terhindar dari ancaman tersebut.

Ajakan untuk hemat energi inilah yang menjadi semangat dalam Selebrasi Earth Hour Depok (EHD) di Taman Lembah Gurame, Sabtu (19/2/2016).

“Kegiatan selebrasi mematikan lampu satu jam dampaknya mampu mengurangi emisi gas bumi. Berharap dengan kegiatan ini masyarakat akan sadar dalam menjaga bumi,” ungkap koordinator EHD Muhammad Irfan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Wijayanto, dalam sambutannya menyatakan bahwa salah satu dampak dari peningkatan suhu bumi adalah mencairnya es di daerah Kutub.

“pemanasan global terjadi karena rusaknya lapisan ozon akibat zat rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan fosil,” ungkap Wijay, sapaan akrabnya.

Dalam penelitiannya, sambung Wijay, BLH mendapatkan tingginya gas buang di tempat yang terjadi kemacetan. Selain itu dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik rumah tangga.

“Ini bukan hanya mematikan lampunya, tapi semangat hemat energi. Mulailah dari mematikan listrik yang tidak digunakan,” katanya.

Himbauan untuk memantikan lampu yang tidak terpakai kembali ditegaskan Walikota Depok, Mohammad Idris dalam sambutannya di acara selebrasi gerakan hemat energi itu.

“Inti dari acara ini bukan sekedar mematikan lampu 60 menit. Tapi ini kampanye agar kita hemat energi,” ungkapnya.

Demi mendukung semangat hemat energi, suami dari elly Farida ini mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan 3 M.

“M pertama mematikan lampu, M kedua mencabut stop kontak, dan M ketiga mengatur suhu AC,” tuturnya.

Mengakhiri sambutan, peraih Doktor dari Saudi ini membacakan puisi tentang hemat energi yang pernah dibawakan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dalam kegiatan Earth Hour saat dirinya masih menjabat pembantu presiden.

Leave a Reply