fbpx

Sepak Terjang DA, Mami Penjual PSK ABG Terungkap

Mucikari modus online yang dibekuk tim Kriminal Khusus (Krimsus) Polresta Depok beberapa waktu lalu ternyata tidak hanya beroperasi di Depok. DA juga melancarkan aksinya di kawasan Jakarta Barat. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan polisi, terungkap bahwa DA juga memiliki lebih dari dua pekerja seks yang berusia di bawah umur.

DA juga sudah memiliki pelanggan yang kebanyakan pengusaha, tarif yang diberlakukan ibu muda ini juga cukup tinggi, sekitar Rp1,5 juta untuk sekali kencan. “Rata-rata yang bekerja dengannya masih berusia remaja. Yang bersangkutan mengaku, dari tarif tersebut mendapat keuntungan Rp300 ribu sampai Rp500 ribu,” kata Kapolres Depok, Kombes Pol Dwiyono, Selasa 17 November 2015.

Biasanya pelanggan DA adalah warga negara asing. Salah satu PSK yang dipasarkan DA adalah PB, seorang remaja perempuan yang baru berusia 16 tahun. Alasannya DA menjual PB lantaran ingin mendapat jumlah uang yang banyak dengan cara instan. Polisi kini tengah mendalami sepak terjang ‘mami’ penjual ABG tersebut. “Apakah dia ini sindikat atau tidak ini yang masih kami dalami. Dan apakah ada korban lain selain PB, itu juga sedang kami usut,” jelas Dwiyono.

DA berdalih kepada petugas, terpaksa melakukan bisnis haramnya itu karena desakan ekonomi. Namun kali ini ia harus berurusan dengan hukum setelah petugas yang melakukan penyamaran sebagai pelanggan dan meringkusnya di salah satu hotel di kawasan Margonda, Depok .

“Anak saya butuh susu, suami enggak kerja. Saya bingung,” ucapnya dengan nada memelas. Apapun alasannya, DA kini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ibu rumah tangga ini terancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak, terkait tindak pidana eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Leave a Comment