fbpx

Siap-Siap “Banjir” Pengemis Saat Ramadhan, Ini Antisipasi Disnakersos Depok

DEPOKLIK. Maraknya pengemis di kota besar pada Bulan Ramadhan ternyata juga berimbas ke Depok, Jawa Barat. Diperkirakan akan terjadi lonjakan sebesar 50 persen dari total pengemis yang beroperasi di sini.

Masalah sosial tahunan yang menyerang kota besar Indonesia saat memasuki Ramadhan lantaran banyak pengemis yang mutasi dari daerah mengharap kebaikan umat Muslim di bulan puasa.

Mengantisipasi datangnya pengemis musiman ke Depok, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok, Diah Sadiah, mengaku telah melakukan koordinasi dengan jajarannya.

Antisipasi yang dilakukan, diakui Diah, dengan membina secara intensif pengemis dan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kedapatan beroperasi di bulan Ramadhan di panti Rehabilitasi. “Bakal ada pengemis musiman yang datang ke Depok. Kami sudah mengadakan rapat untuk antisipasi mereka,” ungkap Diah, dikutip dari website Pemkot Depok.

Untuk PSK yang terjaring akan direhabilitasi di panti Pasar Rebo. Sedangkan pengemis di panti sosial Bina Karya Pangudi Luhur Bekasi atau dipulangkan.

Selain itu, lanjut Diah, rumah singgah bagi pengemis disediakan oleh Pemkot Depok di kawasan Beji. Tempat tersebut digunakan sebagai penampungan anak jalanan (Anjal) hasil jangkauan Satpol PP yang belum dijemput orangtua mereka.

Dinaskersos terus berusaha mengurangi masalah sosial itu dengan melakukan pembekalan keahlian bagi para pengemis dan anak jalanan, yang berasal dari Depok. Bahkan bagi orangtua Anjal, juga diberikan pelatihan khusus dan dipekerjakan di berbagai perusahaan sebagai pembantu.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 16 tahun 2012 tentang ketertiban umum, melarang warga memberi atau menerima untuk pengemis dan anak jalanan di jalan.

“Kami terus mendukung penegakan Perda 16 Tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum. Alhamdulillah, sekarang jumlah mereka di jalan berkurang cukup drastis,” ujarnya.

Berdasarkan Disnakersos Kota Depok saat ini tercatat ada 110 orang pengemis,50 orang gelandangan, 500 orang anak jalanan, dan 216 orang wanita tuna sosial. Jumlah itu akan meningkat hingga 50 persen pada bulan puasa.

(baf)

Leave a Comment