fbpx

4 strategi pemasaran yang mematikan namun jarang diwaspadai

Perkembangan pemasaran di era digital semakin hari semakin ‘menakutkan’. Katakanlah untuk strategi pemasaran produk ataupun jasa, bisa semakin mudah untuk viral.

Yang terbaru ada Pokemon Go dan kasus virus palsu. Setiap terjadi gelombang viral, baik itu produk (iPhone), layanan (Klinik Tong Fang), iklan (Mastin si kulit manggis), meme (Bekasi danAADC), video (Gangnam Style), game (Pokemon Go), atau kasus (virus palsu dan sidang kasus Jessica) selalu saja terjadi aksi massa untuk “menggoreng” viral tersebut hingga menjadi bola liar yang kian menggila.

Kalau kita amati lebih jeli strategi pemasaran di era bisnis online saat ini sudah berkembang sangat jauh, namun secara konsep masih sama.

Memanfaatkan uniques dari setiap kasusnya untuk berkembang viral dan tidak jauh jauh dari pemasaran 4P (price, place, promotion, dan produk). Kalau belakangan ini kita dihebohkan dengan permainan “Pokemon Go”, kita akan melihat dahsyatnya strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan asal jepang NINTENDO.

Strategi pemasaran yang ditempuh memanfaatkan “konten marketing”.

Awalnya isu viral menyangkut kehebatan game tersebut seperti: pengalaman mencari Pokemon yang mengasyikkan, penggunaan teknologi augmented reality (AR) yang canggih, atau dampak positifnya bagi kesehatan karena intensnya aktivitas fisik.

Tapi kemudian isu viral berkembang ke berbagai kejadian yang terkait dengan game ini. Dimulai dari para selebritas global maupun lokal yang berlomba-lomba narsis memproklamirkan diri sebagai pengguna fanatik Pokemon Go.

Lalu isu meluas ke dampak samping Pokemon Go seperti banyaknya orang yang kecanduan atau banyaknya kasus kecelakaan lalu-lintas karena asyik memainkan Pokemon Go.

Strategi marketing itu sebenarnya dapat kita duplikasi ulang untuk beragam kebutuhan pemasaran, terkhusus bagi bisnis lokal yag jelas jelas membutuhkan strategi pemasaran yang mematikan berikut ini:

Strategi Dumping

Menurut Kamus Hukum Ekonomi (Inggris-Indonesia), strategi dumping adalah politik dagang yang dilakukan eksporir dengan menjual komoditi di pasaran internasional dengan harga rendah.

Saking rendahnya harga tersebut kurang dari nilai yang wajar atau lebih rendah daripada harga barang tersebut di negerinya sendiri atau daripada harga jual kepada negara lain, pada umumnya.

Strategi pemasaran dumping ini dinilai tidak adil karena dapat merusak pasar dan merugikan produsen pesaing di negara pengimpor.

Ilustrasi mudahnya, ada minuman Teh merek A harganya 10000 rupiah, rasanya nikmat, isi lumayan banyak, seger deh pokoknya.

Nah selang beberapa bulan kemudian munculah minuman teh merek B dengan harga 4000 rupiah, rasa tidak jauh beda dengan minuman teh merek A. Isinya juga, tapi karena lebih murah akhirnya pembeli lebih milih minuman teh merek B.

Walhasil minuman teh merek A ketir dong, jadi mau gak mau dia nurunin harga paling enggak jadi 5000 Rupiah atau yang setidaknya mendekati harga pesaingnya ‘si perusak harga’

Tujuan minuman the merek B muncul bukan buat naikin omset atau nyari untung, tapi buat ngerusak harga pasar dan menghancurkan para pesaing. Hingga kemudian satu persatu pesaing tumbang dan si minuman B bisa memonopoli harga pasar

Jahat ya?

Strategi “Rekayasa Demand”

Strategi ini boleh dibilang menciptakan demand atau permintaan. Menurut saya cara ini tergolong rapih, dan memang harus rapih agar tercipta kebutuhan pasar.

Kenapa?

Karena strategi ini terdiri 2 metode, pertama “Buat isu atau buat racun” lalu setelah itu itu “Buat Penawarnya”. tanpa adanya 2 metode tersebut, strategi pemasaran ini gak bakal berjalan lancar. Ilustrasinya:

“Buat Isu/Racun” = Dengan berbekal konten marketing, Fb ads, dan SEO kita membangun isu/penyakit ke orang orang ‘polos’ yang bisa bikin anggota tubuh berjatuhan hingga kemudian tewas tidak sampai 2 hari.

Inget, isunya harus nyebar dan terlihat kredible sehingga orang orang akan percaya

“Jual Penawar” = beberapa waktu kemudian kita jual produk obat yang bisa menyembuhkan dari penyakit tadi. Sendirian. AMAZING.

Pada saat kita melakukan aktivitas “membuat racun/isu” kita juga melakukan aktivitas brainwash secara gak langsung. Tujuan supaya terbentuk follower buta terhadap akan suatu produk atau mungkin perusahaan.

Boleh dikata inilah cikal bakal tercipta “fan boy” atau “die hard fans” suatu produk.

Pencurian Merek emang gak baik, tapi tanpa adanya isu itu, orang gak akan ngelirik ataupun tau produk yang ingin kita pasarnkan.

 

Strategi harga Psikologis

Nah startegi pricing ini kalian tentu sudah tau lah yak ini ada dimana

yak betul, siapa sih yang gak pernah ke supermarket? atau minimal aplikasi di apps store?

Tentu pernah kan merhatiin harga barang yang kesannya psikologis banget, misalnya Rp 1.699.000 atau 299.900.

Kenapa disebut harga psikologis?
Jadi gini, entah didalam bawah sadar atau bagaimana, mata kita pasti ngeliat bilangan angka di awal dulu. Kalau dicontoh diatas harga barang 299.000, kita pasti mikir “aah, harganya cuma 200 ribu”, padahal yaa harganya condong ke 300 ribu.

Secara trik pemasaran, strategi pricing ini tidak sejahat tiga strategi pemasaran lainnya. Tapi meskipun tidak jahat menurut saya trik ini tetap ampuh. Jadi saran saya kalau mau menjual barang jangan ngasih harga bulet.

Strategi Monopoli Pasar

Siapa yang gak pernah main monopoli?

Menurut Wikipedia, Monopoli adalah suatu penguasaan pasar yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan atau organisasi termasuk negara untuk menguasai penawaran pasar (penjualan produk barang dan atau jasa di pasaran) yang ditujukan kepada para pelanggannya.

Secara konsep supaya Anda bisa memonopoli pasar diperlukan beberapa hal pendukung, misalnya:

  1. Regulasi pemerintah, seperti Hak paten atau sejenisnya
  2. Uniqueness produk yang tidak bisa dicontek pesaing
  3. Branding, tentu tau dong dengan yang namanya branding ini seorang laki laki atau wanita bisa tetap membeli ‘kotoran kucing’ dengan harga mahal jika kotoran tadi dilebeli suatu merk brand

Dalam penerapannya untuk media online diperlukan pemahaman konsep konten marketing agar message dapat tersalur dan membentuk trust. Selanjutnya diperlukan penerapan SEO dan sedikit SEM agar strategi pemasaran dapat konsisten.

Untuk lebih mengoptimalkan promosi bisnis anda, baik skala global maupun skala lokal. Untuk itu anda dapat menggunakan jasa SEO terbaik dari Biz.Deerham.com

Leave a Comment