fbpx

AIMI Depok Gelar Bincang “Asik” Bahas ASI Untuk Buah Hati

DEPOKLIK. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Depok adalah organisasi nirlaba (non-profit) dan non-pemerintah yang berada di bawah naungan AIMI Jawa Barat, terbentuk pada tanggal 1 November 2014, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil/menyusui dan pasangan serta keluarganya untuk meningkatkan pemberian ASI kepada bayi.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI dilakukan secara eksklusif selama 6 bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan tetap meneruskan pemberian ASI hingga 2 tahun sebagai standar emas pemberian makan pada bayi. Bayi yang diberikan IMD, ASI eksklusif, MPASI berkualitas dan ASI diteruskan hingga 11 bulan (saja) terbukti telah mengurangi 27,8% kematian bayi di Indonesia.

Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, secara keseluruhan hanya sekitar 37% anak umur 6-23 bulan mendapatkan makanan seperti dianjurkan dalam praktik pemberian makanan pada bayi dan anak (PPMBA). Pada momen Bulan Ramadhan kali ini, AIMI Depok mengadakan kegiatan Bincang ASIk bertemakan MPASI untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kota Depok tentang berbagai informasi MPASI, yaitu berupa pentingnya pengenalan makanan pendamping ASI yang baik dan sehat serta tips menyiapkan MPASI selama di perjalanan.

Mudik merupakan kultur masyarakat Indonesia saat Idul Fitri. Perjalanan bersama bayi dan balita menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa ibu. Oleh karena itu AIMI Depok menyelenggarakan diskusi bertemakan MPASI Saat Mudik Idul Fitri, dengan harapan acara ini dapat menjadi panduan bagi ibu yang ingin melakukan perjalanan – khususnya mudik – bersama bayi dengan tetap menyiapkan bekal MPASI sehat dan berkualitas.

IMG-20160626-WA0012

Kegiatan Bincang ASIk dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2016 di panggung lantai 1 DMall, Depok. Bentuk acara dari kegiatan ini adalah mini talkshow dan diskusi ringan yang dimoderatori oleh dr. Amelia Martira, Sp.An (dokter dan konselor menyusui) dengan narasumber Nurlienda Hasanah, S.Gz (ahli gizi, konselor PMBA, dan konselor menyusui). Kegiatan Bincang ASIk ini ditutup dengan acara demo masak, ramah tamah disertai dengan sharing, serta berbuka puasa bersama peserta talkshow dan
Target peserta kegiatan ini adalah 50 orang, yaitu ibu dengan bayi/balita dan masyarakat Kota Depok pada umumnya.

Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Depok.

(Humas AIMI Depok)

Sambut HUT ke 9, AIMI Gelar Aksi Menyusui Serentak di 15 Provinsi

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) memaknai perjalanan sembilan tahun dengan mengajak ibu menyusui untuk menyusui serentak. Kegiatan ini dilakukan serentak pada Minggu (24/4) di 15 provinsi 26 kota se-Indonesia.

Tahun 2008 lalu pernah mengadakan kegiatan menyusui serentak di Jakarta yang diikuti oleh lebih dari 200 pasang ibu dan bayi. Saat ini AIMI sudah memiliki Cabang di 15 Provinsi, sehingga kegiatan bisa menjangkau lebih luas lagi.

Di Depok sendiri kegiatan ini digelar di Taman Lembah Gurame pada Minggu pagi (24/4).

IMG-20160424-WA0012
Kegiatan SEMBILAN AIMI Depok di Taman Lembah Gurame, Minggu (24/4).

͞”Perayaan HUT ke-9 AIMI kali ini kami rayakan dengan sederhana namun bermakna, yaitu menyusui secara serentak. Saat ini adalah pertama kalinya kegiatan menyusui serentak dilakukan di 15 provinsi 26 kota yang diikuti oleh pengurus AIMI dan juga ibu-ibu dari masyarakat umum,” ujar Ketua Umum AIMI, Mia Sutanto.

Lanjut Mia, dokumentasi kegiatan ini diambil oleh fotografer namun tetap memperhatikan etika dan kenyamanan ibu saat menyusui dalam pengambilan gambarnya.

“Foto tersebut nanti diharapkan dapat membuat masyarakat semakin paham menyusui adalah hal yang normal dan wajar dilakukan dimana saja,” jelas Mia.

IMG-20160424-WA0009
Anggota AIMI Depok melakukan aksi menyusui serentak di Taman Lembah Gurame, Depok, Minggu (24/4).

Tahun ini HUT AIMI mengangkat tema SEMBILAN yang diartikan SErentak Menyusui Bersama Ibu-ibu dan Laktivis AIMI Nasional.

Selain Depok, provinsi dan kota yang terlibat dalam kegiatan menyusui serentak ini adalah DKI Jakarta, Kalimantan Selatan (Banjarmasin), Jawa Timur (Surabaya, Malang), Jawa Tengah (Semarang, Solo, Purwokerto, Salatiga), Sumatera Barat (Padang), Jambi, Jawa Barat (Bandung, Bekasi, Cirebon), Bangka Belitung (Pangkal Pinang), Sumatera Utara (Medan), Bandar Lampung, Kalimantan Barat (Pontianak, Ketapang), Bali (Denpasar), Jogyakarta, Kalimantan Timur (Samarinda, Balikpapan, Bontang) dan Sulawesi Selatan (Makassar, Sorowako).

͟”Menyusui itu lebih dari sekedar memberi ASI, yaitu untuk kelangsungan generASI yang lebih baik. Menyusui adalah hal alamiah namun pelaksanaannya tidak selamanya mudah,” ungkap Mia.

“Seorang ibu butuh lingkungan positif, dukungan terhadap fisik dan mental pasca melahirkan Dan, karena aktivitas menyusui adalah hal yang normal dan alamiah, untuk itu ibu tidak perlu malu menyusui bayinya. Menyusui bayi bisa dilakukan di manapun dan kapanpun, yang terpenting adalah kenyamanan ibu dan memperhatikan etika setempat,” lanjut dia.

Ada berbagai kegiatan menarik lainnya dalam kegiatan SEMBILAN ini, seperti dapat berkonsultasi dengan konselor menyusui secara GRATIS, dan masih ada aktivitas lain yang bervariasi di setiap kota.

“͞Mari bersama-sama kita dukung praktek menyusui di Indonesia, agar ibu menyusui dengan nyaman dimana saja, kapan saja sesuai keinginan bayi. Mari bersama-sama menggores sejarah Indonesia, menjadi saksi generASI anak Indonesia disusui secara langsung oleh ibunya,” ajak Mia pada seluruh masyarakat Indonesia.

(AIMI Depok/baf).