fbpx

Tangkal Kasus Pelecehan Seksual, Anak Muda Depok Gelar Artivity

DEPOKLIK. Semakin maraknya aksi pemerkosaan dan pembunuhan di Indonesia, membuat sekumpulan anak muda Depok berinisiatif mengadakan kegiatan bertajuk Artivity.

Ketua pelaksana, Rizki Akbar, menjelaskan Artivity merupakan kegiatan yang dikemas dengan acara seni dan diselingi diskusi.

”Dengan musik kita berkumpul, dengan berkumpul kita dapat belajar, berdiskusi, memahami apa yang dirasakan oleh para korban kebiadaban mereka–mereka yang tak bisa mengendalikan nafsunya walaupun tak merasakan apa yang dirasakan oleh para korban sebenarnya,” ungkap Rizki kepada Depoklik, Minggu (29/5).

Dalam sambutannya, Rizki yang juga Presidium Gerakan Muda Depok (GMD) mengungkapkan keprihatinan ia dan teman–temannya terhadap korban yang mengalami pelecehan seksual. “Semoga kejadian seperti ini membuat semua orang sadar dan bisa menahan diri serta tidak akan terjadi lagi,” tuturnya.

Usai sambutan ketua pelaksana, acara dilanjutkan dengan perform dari BubbleShooter, band local asal Depok yang membawakan lagu “Jaga Dia”.

Acara yang berlangsung di Kongxkong Café ini juga menghadirkan seorang narasumber, aktifis perempuan yang berprofesi sebagai jurnalis, Andi Misbahul Pratiwi.

Dalam paparannya, Andi mengatakan bahwa faktor lingkungan mempengaruhi banyaknya kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan. “Bisa saja pelecehan bermula dari dalam rumah sendiri,” ujar Andi.

Faktor pelecehan seksual, lanjut Andi, juga bisa disebabkan dari gaya berpakaian wanita. Ia pun memberikan tips bagi perempuan agar terhindar dari tindakan biadab itu.

“Lebih baik kita sebagai perempuan bisa mengikuti budaya yang ada di Indonesia dengan menutup aurat dan lebih menjaga diri ketika berpergian keluar rumah,” kata dia.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu audiens bertanya mengenai pandangan Andi terkait Perpu tentang kebiri yang baru disahkan Presiden Joko Widodo.

“Perppu tentang kebiri menurut kami para aktivis perempuan bukanlah solusi terbaik, sebab ketika pelaku dikebiri mereka bisa saja melakukan pelecehan yang lebih parah. Bisa saja mereka dendam dan akhirnnya melakukan kejahatan yang lebih parah daripada sekedar memasukan cangkul,” pungkas Andi.

(baf)