fbpx

Earth Hour-Mahasiswa PNJ Berikan Edukasi Hemat Energi di SDN Depok Baru 2

[caption id="attachment_21221" align="alignleft" width="300"] Edukasi hemat energi di SDN Depok Baru 2 (foto: Casandra Gitaputri).[/caption]Edukasi mengenai gaya hidup yang ramah lingkungan dengan penghematan energi perlu diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Apabila anak-anak sudah diajarkan bagaimana cara melakukan hemat energi, diharapkan mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangka itu, mahasiswa jurusan Teknik Grafika Penerbitan (TGP) Politeknik Negeri Jakarta (PNG) bekerjasama dengan komunitas lingkungan Earth Hour Depok, melakukan edukasi seputar penghematan energi kepada siswa-siswi SDN Depok Baru 2, Senin, 24 November 2014. Edukasi yang mengusung tema “Peduli Arti Lingkungan Energi†diberikan oleh Ketua Earth Hour Depok, Muhammad Fajrussalaam.

“Edukasi dilakukan untuk mengajarkan hemat energi ke anak-anak sekolah dasar, bahwa untuk menjaga bumi dapat dilakukan dengan hal sederhana, ini juga rangkaian dari acara Big Boss 2014,†kata Ketua Pelaksana Big Boss 2014, Yudha Setyawan.

[caption id="attachment_21222" align="alignright" width="300"] Foto bersama dengan para siswa SDN Depok Baru 2 dalam acara edukasi hemat energi (foto: Casandra Gitaputri)[/caption]Edukasi yang berlangsung selama 1 jam ini menarik perhatian para siswa kelas 5 SDN Depok Baru 2. Edukasi diberikan berupa pemutaran video, penjelasan melalui gambar, mini quiz, dan ice breaking. Selain pengehematan energi, mereka juga diingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya dan membawa tempat makan untuk mengurangi sampah plastik.

“Senang rasanya, edukasi tentang lingkungan bisa datang ke sekolah kami. Karena saya merasa siswa-siswi kami membutuhkan pengetahuan semacam ini,†kata Kepala Sekolah SDN Depok Baru 2, May.

Edukasi seperti ini diharapkan terus dilaksanakan ke sekolah-sekolah di Kota Depok, mengingat masih sedikitnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar.

Casandra Gitaputri/Frd

FGD Ke-3 Digelar, Pentingnya Edukasi Makna Kota Hijau bagi Warga

[caption id="attachment_21196" align="alignright" width="300"] Para peserta FGD ke-3 di gedung Baleka, Balai Kota Depok, Selasa, 11 November 2014 (foto: Bobby Afif/depoklik).[/caption]

Dalam rangka menentukan aspirasi dan visi Kota Hijau Depok ke depannya, sekitar 30-an peserta dari perwakilan komunitas lingkungan yang tergabung dalam Forum Komunitas Hijau (FKH) Depok, serta beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Depok mengadakan Forum Group Discussion (FGD) yang ketiga di Gedung Baleka, Balai Kota Depok, Selasa (11/11).

Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat tentang makna dan arti pentingnya kota hijau.

Ketua Earth Hour Depok, Fajrus mengatakan, dalam FGD kali ini akan lebih difokuskan pada green waste, green water, dan green transportasion.

[caption id="attachment_21199" align="alignleft" width="300"] Suasana saat peserta mengikuti diskusi FGD ke-3 di gedung Baleka, Balai Kota Depok (foto: Bobby Afif/depoklik).[/caption]

“Jadi FGD kali ini kami akan lebih terkonsentrasi untuk menuju green waste, green water, dan green transportasion,†ujarnya.

Dalam FGD yang berlangsung sangat interaktif tersebut, ada beberapa poin yang dibahas dan menjadi permasalahan lingkungan di Kota Depok, yaitu kemacetan yang diakibatkan oleh minimnya lebar jalan serta kurangnya akses menuju stasiun, taman yang terabaikan, dan banjir yang disebabkan oleh banyaknya sampah di aliran sungai.

Selain itu, masalah urbanisasi yang terus meningkat di Depok juga menjadi salah satu topik pembahasan yang cukup seru dalam FGD tersebut. Karena urbanisasi merupakan salah satu faktor melonjaknya jumlah angkutan umum dan pembangunan yang terus meningkat, sehingga menyebabkan lingkungan yang kurang kondusif.

Dalam diskusi tersebut diperoleh kesimpulan yaitu diperlukan banyak edukasi kepada masyarakat agar timbul kesadaran masyarakat tentang pentingnya makna dari sebuah kota hijau.

“Jadi dari diskusi ini diambil sebuah kesimpulan, yaitu perlunya edukasi kemasyarakat agar masyarakat itu sendiri paham makna sebuah kota hijau,†terang Eko Setiawan, moderator yang juga penggiat di Depok Berkebun.

Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok Kania Purwanti, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Hardiman, dan tokoh penggiat lingkungan Kota Depok Heri Syaefudin.

Bobby Afif/Frd

[Video] Earth Hour Depok; 1 Jam Awali Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sebagai salah satu komunitas peduli lingkungan, Earth Hour Depok terus mengajak warga untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan melalui hal-hal sederhana.

Earth Hour Depok merupakan komunitas warga pendukung Green City yang tanpa henti melakukan aksi-aksi nyata dan kolaborasi dengan komunitas lainnya untuk meningkatkan aspek sustainability kawasan kita tercinta.

http://youtu.be/Yq3FHpDwaNc

Casandra Gitaputri/Hes

Sosialisasi Earth Hour, Komunitas EH Depok “Goes to School”

Jelang gerakan “Earth Hour”, yakni, aksi memadamkan lampu listrik dan peralatan elektronik pada 29 Maret 2014 pukul 20.30-21.30 nanti, Komunitas EH Depok blusukan ke beberapa sekolah untuk sosialisasikan gaya hidup ramah lingkungan.

Di antara sekolah yang masuk dalam agenda blusukan EH Depok adalah SDN Depok Baru 3 dan SMAN 2 Depok. Di SDN Depok Baru 3, EH Depok dan para siswa gelar beragam aksi yang mencerminkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti membuat bubur kertas, dll.

Sementara di SMAN 2 Depok, EH dan para siswa melakukan aksi 3R (Recycle, Reuse, Reduce) dengan memanfaatkan kaos atau t-shirt yang sudah tidak bisa dipakai menjadi tas.

Sementara di kalangan mahasiswa, EH menggelar aksinya di kawasan kampus Universitas Indonesia (UI) bersama beberapa komunitas yang concern terhadap pelestarian lingkungan, seperti IG, Dyc dan GCUI (Green Community UI).

“Di UI ini, para komunitas menggabungkan diri dalam “KUPI†atau Kumpul Hepi dan Sosialisasi,†jelas koordinator Publikasi EH Depok, Emma Andini kepada depoklik, Selasa (25/3).

Dalam aksi KUPI, sambung Emma, akan digelar pula Hari Bebas Kendaraan di lingkungan kampus UI pada Minggu (23/3) lalu.

“Dalam acara tersebut digelar pula diskusi bertema Bijak Air, karena juga bertepatan dengan momen Hari Air. Ada aksi flashmob juga,†tutur Emma

Sementara itu, persiapan acara puncak atau selebrasi Earth Hour di Depok sendiri terus dipersiapkan oleh EH Depok dan komunitas lainnya yang terlibat. Acaranya akan dipusatkan di Balai Kota Depok.

“Akan diramaikan perform dari beberapa komunitas di Depok dan simbolisasi Earth Hour dengan mematikan lampu di lingkungan Balai Kota,†tandasnya.

Nah, yuk kita mulai gaya hidup ramah lingkungan dan matikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30 – 21.30 di hari Sabtu, 29 Maret 2014 nanti. Dan, sukses ya untuk para komunitas pendukung Earth Hour Depok, Ini Aksiku, Mana Aksimu!!

 

CL

Komunitas Earth Hour Depok Mulai Lancarkan Aksi

[caption id="attachment_18755" align="aligncenter" width="500"] Foto bersama sukarelawan EH Depok dan perwakilan komunitas dalam acara puncak Earth Hour Day 2012[/caption]

Earth Hour atau Jam Bumi merupakan kegiatan tahunan warga dunia, yang merupakan sebuah gerakan penyelamatan energi melalui penghematan listrik. Biasanya, momentum puncak kegiatan ini digelar pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret, dengan aksi penghentian penggunaan elektronik, termasuk pemadaman lampu selama satu jam.

Untuk tahun ini, Earth Hour di Depok, yang digawangi komunitas Earth Hour (EH) Depok optimis menyukseskan penghematan energi di Kota Depok dengan aksi yang berkesinambungan.

Bila tahun kemarin Earth Hour Day di Depok sukses melakukan penghematan hingga 200.620 Kwh atau kurang lebih senilai Rp 240 juta, serta memadamkan landmark Margocity sebagai puncak acaranya, kini, apa ya aksi mereka tahun ini?

Penasaran dengan aksi Earth Hour tahun ini, depoklik pun sempat berbincang santai melalui sebuah live interview di jejaring sosial twiter melalui akun @depoklikcom, dengan admin komunitas @EHdepok.

“Konsep tahun ini melibatkan banyak partisipan, baik itu warga, Pemkot, korporasi, kampus, sekolah, dan lain-lain,” ungkap sang admin. Selain itu, lanjutnya, akan ada aksi mingguan. “Jadi, tak hanya di 23 Maret nanti.”

Bicara soal lokasi kegiatan puncak di hari-H nanti, EH Depok tak lagi hanya memusatkan di Margonda, namun disebar di beberapa titik di setiap kecamatan.

“Pada kegiatan puncaknya, kami mengundang Wali Kota Depok, Kepala BLH Depok, Abang Mpok Depok, tokoh-tokoh masyarakat dan komunitas tentunya, untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Hingga saat ini, EH Depok terus membuka pendaftaran untuk sukarelawan Earth Hour Day. Nah, bila Anda ingin ikut berpartisipasi memberikan sumbangsih penyelamatan bumi, bisa mendaftarkan diri dengan klik dan mengisi form EHdepok.

Tahun ini, EHdepok mengaku tidak memprioritaskan target penghematan energi di hari-H Earth Hour Day, namun lebih condong pada pembangunan kesadaran warga. “Yang paling utama adalah penyadaran serta keberlangsungan gaya hidup ramah lingkungan. Sehingga tak hanya hari itu saja efisiensinya, tetapi juga di hari-hari lainnya. ” EH Depok sendiri optimis, bahwa di Depok aksi ini tidak berwujud tahunan, melainkan akan menjadi aksi mingguan.

Tak hanya kampanye hemat energi/listrik, menurut EHdepok, komunitasnya juga kampanye isu lingkungan lainnya, seperti; sampah, kertas atau tisue, dan transportasi umum.

Baiklah, sukses terus untuk komunitas EH Depok. Yuk, matikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai, kita mulai sebuah “Aksi kecil untuk perubahan besar”. #IniAksiku.

Debie Cyntia

Foto: dok. depoklik- EH Depok 2012

 

Warga Padati Puncak Acara Earth Hour Depok di Margo City

Puncak acara Earth Hour Day di Depok, yang diselenggarakan pada 31 Maret 2012, di Old House, Margo City, Margonda berlangsung ramai. Warga dan mahasiswa mulai berdatangan sejak pukul 18.00 untuk menyaksikan pemadaman lampu pada crown Margo City. Lahan parkir pusat perbelanjaan yang menjadi landmark Depok itu pun mendadak padat.

Tak hanya warga, seluruh sukarelawan Earth Hour Depok yang selama ini tak kenal lelah berkampanye pemadaman lampu di beberapa wilayah perumahan warga pun padati teras Old House Cafe. Bersama perwakilan-perwakilan komunitas di Kota Depok, diperkirakan lebih dari 500 pengunjung padati Old House Cafe dan sekitarnya.

Acara berlangsung dari pukul 19.00, di awali dengan sambutan dari Pemerintah Kota Depok, yang saat itu diwakili oleh Sekretaris Dinas Perindutrian dan Perdagangan, Zamrowi. Beliau menyampaikan bahwa Pemkot sangat mendukung dan bersemangat untuk berpatisipasi pada aksi ini pemadaman lampu selama satu jam ini.

“Kami bangga dengan anak-anak muda yang peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, khususnya di kota Depok,†ungkapnya.

Setelah sambutan demi sambutan, beberapa komunitas yang hadir ikut memperkenalkan komunitas mereka, seperti komunitas pecinta reptil Deric, Hip-Hop Clan Depok, dan lain-lain, termasuk Ikatan Abang Mpok Depok.

10 detik menjelang pukul 20.30 seluruh pengunjung pun menghitung mundur, dan hingga pada hitungan terakhir lampu pada crown Margo City pun padam. Lebih menariknya, setelah lampu padam, para panitia membagikan kembang api. Old House, Margo City Depok yang saat itu gelap gulita pun mendadak penuh cahaya kembang api dari semua pengunjung. Lilin-lilin kecil tampak disisi-sisi selasar menuju pusat acara.

Selama satu jam, selain pesta kembang api, panggung Old House Café diisi dengan beberapa perform. Mulai dari penampilan musik Reggae dari Komunitas Reggae 37+8, tarian yang disuguhkan oleh Abang Mpok Depok, penampilan musik akustik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), hingga aksi komedi Stand Up Comedy Depok yang membuat suasana penuh gelak tawa.

Selang satu jam, tepatnya pukul 21.30, lampu kembali dinyalakan, acara yang dikoordinatori oleh Pandu Pinandita dari BEM UI ini pun ditutup dengan beberapa acara band dan foto bersama. Tampak pada foto bersama diantaranya panitia penyelenggara dengan para utusan Pemkot Depok serta beberapa elemen pendukung seperti Sukarelawan Earth Hour Depok, BEM UI, Green Community UI, WWF, Komunitas Si Kodok beserta depoklik.

Yuk, pelihara gaya hidup hemat energy untuk selamatkan bumi kita. “Ini Aksiku, Mana Aksimu..â€

Michael C. Prabowo
Foto: MP/diskominfo

Peduli Bumi, EH-Depok Dibentuk

Memiliki kepedulian yang sama dengan Bumi yang semakin menua, beberapa komunitas berkumpul bersama di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (7/3). Komunitas sepakat untuk kampanye bersama mematikan lampu secara serentak atau biasa disebut Earth Hour pada 31 Maret 2012 mendatang.

Hadir pada pertemuan pertama ini antara lain, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Green Community UI (GCUI), HMD Farmasi UI, HMD Biologi UI, Komunitas jejaring sosial Koprol Depok Si Kodok, Depok Digital, serta media komunitas Depoklik.com. Komunitas ini berkumpul dan membentuk aliansi bersama kampanye Earth Hour, EH-Depok.

Sawitri Wening, Koordinator GCUI mengungkapkan rencananya untuk mencoba merangkul komunitas mahasiswa kampus-kampus di Depok, diantaranya Gunadarma dan Bina Sarana Informatika (BSI).

“Aksi ini bukan milik satu kelompok, tapi milik Depok, jadi harus mengajak komunitas lain untuk kampanye bersama,†jelasnya dihadapan forum.

Sementara itu, Fahmi Ristyo, yang menjadi sentral informasi EH-Depok untuk komunitas di Depok juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengajak komunitas-komunitas warga lainnya di Depok untuk bergabung dalam kampanye ini.

“Setelah pertemuan pertama ini, kami akan memperkuat kampanye dan perangkulan komunitas lain melalui jejaring sosial (on-line). Diharapkan pada pertemuan berikutnya komunitasnya semakin ramai dan tinggal berbagi peran,†tandas Fahmi. Sementara ini, lanjut Fahmi, kami mulai dengan pembuatan akun twitter @EHDepok sebagai akun resmi EH Depok untuk kampanye Earth Hour di Depok.

Pada forum tersebut, EH-Depok juga akan merangkul pihak lain diluar komunitas untuk turut bergabung dalam kampanye ini, diantaranya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan manajemen pusat perbelanjaan di Depok.

Let’s save energy!

CL
Foto: CL