fbpx

Ikatan Alumni UI Siap Bantu Depok Wujudkan Smart City

DEPOKLIK. Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia Arief Budhy Hardono menyatakan siap mengajak seluruh alumni UI untuk merealisasikan program smart city untuk Kota Depok. Hal ini dikatakannya saat berkunjung ke Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok, di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/10/2016).

“Kita dorong 450 ribu alumni UI untuk berkontribusi di sini (Depok). Teman-teman bersedia support agar program terealisasi,” ujar dia.

Menurut alumnus Fakultas Teknik UI ini, selain pendekatan ke masyarakat juga diperlukan tools atau perangkat teknologi dalam penerapan smart city.

“Tools yang utama ya digital teknologi, yang terbesar dimiliki Telkom,” katanya.

Selain mewujudkan smart city, di bawah kepemimpinannya, program lain yang akan dijalankan Iluni UI adalah mengajak seluruh mahasiswa yang masih aktif untuk terjun langsung dan berkolaborasi dengan komunitas serta pemerintah Depok untuk mewujudkan pembangunan Kota Depok agar lebih baik ke depannya.

“Agar mahasiswa yang balik ke kampung halaman bisa teringat Depok,” ujar dia.

Sementara itu, Koordinator FKH Kota Depok Heri Syaefudin menyambut niat baik yang akan dilakukan oleh Iluni UI bagi Kota Depok.  “Salah satu misi kita membangun Depok dengan perangkat yang memadai,” ujar Heri.

Lonjakkan penduduk yang mulai tidak terkendali menjadikan perangkat teknologi diperlukan Depok demi menjaga ketertiban umum.

Kehadiran alumni UI yang ingin membantu Depok dalam smart city diharapkan bisa menjawab permasalahan yang sedang dialami Kota Depok.

“Mari sama-sama kita jadikan Depok sebagai laboratorium bersama dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,” kata dia.

Smart city sendiri menurut GM Local Goverment Service Telkom Indonesia, Yanto Setiawan, mempunyai misi menjadikan kota-kota di Indonesia menjadi lebih berimbang. Sedangkan dalam penerapannya harus bergerak dari buttom up. “Secara IT Depok sudah kuat,” kata dia.

Menyesuaikan dengan keberagaman dan kebutuhan kota-kota di Indonesia saat ini Telkom mengeluarkan sebuah konsep Smart City Nusantara. “Jangan sampai keberagaman local wisdom di Indonesia ditinggalkan dan akhirnya hilang,” ujarnya.

(baf)

FKH Depok Gelar Raker Bahas Program Kerja Dan Isu Keberlanjutan Kota

DEPOKLIK. Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok kembali menggelar Rapat Kerja (Raker), sebagai agenda tahunan untuk membahas dan mengevaluasi Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).

Bertempat di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Sawangan, Depok, Sabtu (4/5), raker tahun ini dihadiri oleh 150 orang lebih dari berbagai komunitas yang bergabung ke dalam FKH Depok.

Komunitas yang hadir pun datang dari beragam latar belakang, seperti Saka Wanabhakti, KISA (Komunitas Internet Sahabat Anak), Kamu Hijau, I’m GREAT, Sekber Sahabat Ciliwung, KANCIL (Komunitas Anak Ciliwung), Depok Digital, Komunitas Pensil Bambu, Green Community, pelajar OPOR (One People One Rubbish), Earth Hour Depok, dan Gober Depok.

Selain itu juga hadir Paguyuban Santri Nusantara (PSN), Komunitas Saung Nusantara, Kontak Tani Nelayan Andalan, Yayasan Depok Hijau, Gerakan Muda Depok (GMD), Scout Ranger, Institut Musik Jalanan (IMJ), Gemapsi Kota Depok, dan perwakilan dari dua kampus besar Depok, Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia.

“Alhamdulillah menjelang puasa kita bisa kumpul melaksanakan rapat kerja dan silahturahmi antar komunitas anggota FKH serta yang perhatian terhadap masalah keberlanjutan kota,” kata Koodinator FKH Depok, Heri Syaefudin, saat membuka raker.

Salah satu program yang dibahas dalam raker tahun ini adalah kesiapan FKH Depok dan Komunitas untuk bersinergi dengan pemerintah, baik kota maupun pusat demi mewujudkan Depok kota hijau.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari pemerintahan, yaitu : Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Wijayanto, dalam hal ini mewakili Walikota Depok, M. Idris, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta utusan dari Program Pengembangan Kota Hijau Kemenpera-PU Pusat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Wijayanto, mewakili Walikota Depok, M. Idris, berpesan kepada anggota FKH untuk melestarikan budaya gotong royong dan kerjabakti sebagai bentuk jatidiri masyarakat Indonesia.

“Masalah ada di people dan budaya. Bila kerjabakti dan gotong royong dapat dilestarikan, Insha Allah, Juni, kita dapat Adipura,” ujarnya.

Raker FKH Depok tahun ini berbeda dari biasanya, karena usai makan siang acara dilanjutkan dengan Dialog Sambung Rasa antara komunitas dan perwakilan Pemerintah Kota Depok

Berikut dokumentasi Rapat Kerja Forum Komunitas Hijau (FKH) Depok dan Dialog Sambung Rasa:

IMG-20160604-WA0019

IMG-20160605-WA0005

IMG-20160604-WA0015

IMG-20160605-WA0009

IMG-20160605-WA0001

IMG-20160605-WA0000

(didit/baf)

Pegiat Pendidikan dan Lingkungan Hidup Royhan Benasetya Tutup Usia

Alm. Royhan Benasetya, pegiat lingkungan hidup dan kepala sekolah SMK Prisma, Sawangan, Depok.

Kepala Sekolah SMK Prisma, Sawangan yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan di Kota Depok Royhan Benasetya (44) tutup usia, Minggu (2/11) pagi ini.

Herri Setiawan, Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Depok yang juga kerabat Roy mengatakan, almarhum dikabarkan meninggal dunia dalam tidurnya.

“Pulang ke kediamannya tadi malam, Pak Roy langsung tidur dan paginya keluarga mengatakan almarhum sudah meninggal dunia,†ucapnya kepada depoklik di Sekolah Prisma, Sawangan yang menjadi rumah duka.

Almarhum merupakan aktivis Forum Komunitas Hijau dari komunitas Depok Berkebun. Kegiatan terakhir yang diorganisir olehnya adalah Festival Situ Depok. Selain persoalan lingkungan, Roy juga aktif berjaring dengan komunitas warga Depok lainnya, seperti Depok Digital dan Depok Creative.

Didi Diarsa, co-founder dari co-working space Code Margonda mengatakan, almarhum adalah orang yang baik bahkan salah satu putra terbaik yang dimiliki Kota Depok. “He is a good man. Depok kehilangan salah satu putera terbaik, pegiat pendidikan, pegiat lingkungan,†ucapnya.

Senada dengan Didi, Coki Lubis, CEO Depoklik, yang turut datang ke rumah duka mengatakan, almarhum merupakan salah satu pegiat komunitas Depok yang menginisiatori Urban Civic Movement, gerakan warga perkotaan yang aktif menyuarakan Smart City untuk Kota Depok yang layak huni.

“Mas Roy termasuk pegiat komunitas Depok yang menginspirasi. Saya yakin, teman-teman almarhum dan komunitas pasti terus melanjutkan aktivismenya, seperti urban farming dan lain-lain. Tak ada yang sia-sia dari gugurnya seorang ‘pejuang’,†tutup Coki.

Selain keluarga besarnya, tampak sekolah SMP dan SMK Prisma Depok Minggu pagi itu dipenuhi para siswa, sejumlah pegiat komunitas dan aktivis lingkungan. Tampak pula Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kota Depok Kania Purwanti hadir malayat.

Bobby Afif/frd