fbpx

Mentan Pastikan Stok Pangan Ramadhan Dan Idul Fitri 2017 Aman

Pemerintah memberikan jaminan ketersediaan stok pangan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Bahkan komoditas pangan bisa didapatkan masyarakat dengan harga wajar.

Menurut menteri pertanian Andi Amran Sulaiman, keberhasilan pertanian Indonesia dalam menghadapi anomali el-nino di sejumlah daerah menjadikan stok pangan nasional aman hingga tahun 2019 mendatang.

Tercatat saat ini stok gabah dan beras nasional mencapai 2 juta ton. Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun ini akan bertambah hingga 2,5 juta ton. Jika bisa mencapai 3 juta ton, dipastikan stok gabah dan beras nasional sampai tahun 2019 aman.

Pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor beras karena stok pangan sudah sangat mencukupi. Dengan stok yang mencukupi hingga tahun 2019, diharapkan tidak ada kenaikan harga yang signifikan.

“Khususnya pada saat memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran, yang akan tiba beberapa bulan lagi,” jelas Amran, saat melakukan kunjungan kerja di Ungaran, kabupaten Semarang, Selasa (11/4).

Mentan juga menyampaikan, selain menjamin ketersedian pangan menjelang hari raya Idul Fitri 2017 mendatang, Kementerian Pertanian juga akan menindak tegas para tengkulqk yang membuat harga pangan di Indonesia melambung tinggi.

Terkait hal ini, kementan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, untuk mencegah terjadinya praktik tengkulak pangan. Satgas Pangan ada di kepolisian dan juga di Kementerian. Satgas Pangan ini juga melibatkan KPK dan Kejaksaan.

Pantau Harga Dan Ketersediaan Bahan Pokok Di Depok Idris Blusukan Ke Pasar

DEPOKLIK. Demi menjaga stabilitas harga dan ketersedian bahan pangan di Kota Depok tetap aman selama bulan Ramadan, Walikota, M. Idris,  Rabu (8/6), memantau langsung para pedagang di Pasar Depok Jaya.

Dari kunjungannya didapati ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga. “Untuk ketersediaan masih aman,” ujar Idris, Rabu (8/6), seperti dikutip Depoklik dari situs resmi Pemerintah Kota Depok.

Naiknya harga, lanjut Idris, bukan disebabkan langkanya komoditis, namun karena permintaan yang semakin banyak. Beberapa kebutuhan pokok yang melonjak antara lain, daging 130 ribu perkilo, serta bawang dan cabai naik diangka 10 sampai 30 ribu perkilo.

“Kita kendalikan dari sisi variasi kenaikan harga jika ada lonjakan yang besar,” katanya.

Langkah yang akan dilakukan Pemkot Depok untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dengan mengecek langsung dari sumber pengambilan barang para pedagang selama masih berada di wilayah Depok.

Namun, bila lonjakan sangat meresahkan masyarakat, maka Pemkot akan melaporkan data-data ini ke Bulog.

“Nanti dari Bulog pasti akan ada arahan-arahan kita mesti bagaimana,” ujar Idris.

Di minggu ketiga Ramadan, rencananya Pemkot Depok juga akan menggelar pasar murah di 11 kelurahan.

“Pasar murah akan menjual sembako dan ditujukan bagi warga kurang mampu,” tuturnya

Dalam kunjungannya ke Pasar Depok Jaya, Idris didampingi Kepala Dinkes Noerzamanti Lies, Kepala Disperindag Agus Suherman, dan Kabag Ekonomi Dwi Rahma.

(baf)