fbpx

Evaluasi Kebersihan dan Lingkungan, Duo Srikandi Depok Pantau Ciliwung Bareng Komunitas

DEPOKLIK. Ciliwung ternyata masih menyimpan “harta karun” berupa keindahan alam yang lestari. Hal ini dibuktikan saat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Etty Suryahati dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kania Parwanti menyisir sungai itu bersama dengan beberapa elemen komunitas lingkungan di Depok.

Mengawali penelusuran dari Pos Pantau Saung Bintang di kawasan Cipayung, Depok, kami disuguhkan bentangan pohon bambu yang masih tertanam lebat di kanan dan kiri sempadan sungai.

Bentangan alam yang indah saat pengarungan, Rabu (02/11) pagi, makin terasa untuk dinikmati karena saat itu cuaca di Kota Depok sedang cerah, sehingga arus sungai masih tidak terlalu deras untuk dilalui dengan perahu karet.

“Penelusuran sungai dilakukan dalam rangka evaluasi kebersihan dan lingkungan Kota Depok,” ujar Etty Suryahati kepada Depoklik, sebelum pengarungan dimulai.

Perjalanan dilakukan menggunakan empat buah perahu karet dengan total peserta 28 orang yang terdiri dari unsur birokrat dan komunitas.

Limbah Pabrik Tahu

Namun, saat mata kami terpesona akan keindahan Ciliwung, tiba tiba bau tidak sedap menyengat masuk ke hidung. Tak disangka, di balik keindahan dan eksotisme Ciliwung masih ada sekelompok orang tak bertanggungjawab yang tega merusak ekosistem sungai purba itu demi kepentingan bisnis.

Ketua Sekber Sahabat Ciliwung Hidayat Al Ramdhani mengatakan bahwa bau tidak sedap itu berasal dari limbah pabrik tahu yang dibuang langsung ke sungai tanpa melalui pengolahan yang benar.

Dari pantauan tim memang terlihat ada sekitar lima lokasi tempat pembuangan sisa pengolahan pabrik tahu di bibir Ciliwung.

“Nanti akan kami beri peringatan pabrik tahu nakal itu,” kata Kepala BLH Depok, Kania Pratiwi saat melihat lokasi pembuangan limbah.

Menangkap Ikan Tangan Kosong

Perjalanan kami pun berlanjut usai melihat titik pembuangan limbah dari pabrik tahu. Sepanjang pengarungan, Hidayat banyak bercerita mengenai perjuangan para pegiat sungai dalam menjaga Ciliwung kepada dua orang ibu kepala dinas yang satu perahu dengannya.

Menurutnya Ciliwung bila dikembangkan dengan baik bisa menjadi objek wisata edukasi bagi para pelancong yang ingin mengetahui seluk beluk sungai ini.

“Kita pernah ajak orang wisata edukasi. Jadi selain melihat keindahan Ciliwung, mereka kita ajak untuk memungut sampah di Ciliwung. Dan mereka senang kita ajak begitu,” kata dia.

Sekitar 20 menit mengarungi Ciliwung, rombongan pun berhenti sejenak di sebuah tempat yang dinamai Kedung Batu Putih oleh masyarakat setempat. Di sana kami melihat atraksi dari dua orang warga bantaran Ciliwung yang menangkap ikan menggunakan tangan kosong.

Dari atas perahu karet, dua ibu Kadis itu nampak antusias melihat kemampuan menangkap ikan tanpa menggunakan alat pancing.

Kepala DKP Kota Depok dan Kepala BLH Kota Depok menunjukkan ikan asli Ciliwung yang ditangkap menggunakan tangan kosong.
Kepala DKP Kota Depok dan Kepala BLH Kota Depok menunjukkan ikan asli Ciliwung yang ditangkap menggunakan tangan kosong.

Puas melihat keahlian yang jarang dimiliki orang jaman sekarang itu, kami pun kembali melanjutkan perjalanan.

Tak jauh dari Kedung Batu Putih, satu lagi permasalahan yang ditemukan di Ciliwung Depok, yakni adanya rentetan perumahan yang melanggar garis sempadan sungai.

Meski agak samar karena tertutup rimbunnya pohon bambu, namun atap dan genting rumah terlihat jelas dari sungai.

Kedua ibu Kadis yang baru dilantik beberapa bulan itu terlihat serius berbincang di atas perahu karet membicarakan solusi untuk penanganan warga yang tinggal di garis sempadan sungai.

Pos Pantau Ratu Jaya dan Sajian Nasi Liwet

Hari menjelang siang, setelah melakukan perjalanan air selama kurang lebih 40 menit dengan arus yang cukup tenang, tidak deras namun tidak terlalu lamban, kami pun tiba di pemberhentian pertama yakni Pos Pantau Ratu Jaya untuk sejenak beristirahat sebelum kembali melanjutkan pengarungan.

Di sana kami disambut oleh tim dari Sekber Sahabat Ciliwung dan Kader Lingkungan Kota Depok.

Nasi liwet lengkap dengan lauknya — ayam, semur jengkol, oseng-oseng kembang pepaya, dan kerupuk — disedikan untuk mengisi tenaga kami. Sebuah sajian sederhana namun nampak mewah karena dimakan bersama-sama di atas alas daun pisang dengan latar Sungai Ciliwung.

Sambil duduk lesehan bersama tanpa ada sekat, kedua Kadis dan komunitas yang mengikuti pengarungan terlihat lahap menyantap menu istimewa itu.

Usai makan, dengan latar suara deru sungai yang terdengar syahdu Kedua Kadis itu terlihat duduk dengan santai sambil melayani beberapa pertanyaan dari jurnalis lokal Depok.

c2

Setelah cukup puas beristirahat, pukul 12.30, kami pun melanjutkan pengarungan. Bentang alam dari batas Pos Pantau Ratu Jaya terpantau lebih asri dan bersih. Bahkan adrenalin kami bertambah manakala berhasil mendapati  jeram yang sedikit lebih deras.

Takjub dengan pemandangan alam Ciliwung, Kadis DKP, Etty Suryahati membandingkan keindahannya dengan sungai di negara Vietnam yang pernah ia kunjungi.

“Ciliwung ini lebih bagus dari pada saat saya ke sungai di Vietnam. Di sana mereka cuma pintar mengemasnya saja. Makanya bisa lebih mahal. Ciliwung kalau dikelola dengan benar saya yakin bisa lebih baik,” ujar Etty.

Pemberhentian Terakhir Pos Pantau GDC

Selain jeram, dari Pos Pantau Ratu Jaya kami juga melewati beberapa belokan sungai yang liukannya akan sangat indah bila dilihat dari udara menggunakan drone.

Bahkan di aliran sungai yang relatif lebih tenang, tim rescue yang mendampingi perjalanan sempat memamerkan kemampuannya dalam memberikan pertolongan darurat di air. Beberapa kali mereka juga memperlihatkan keahlian dalam mengendarai perahu karet.

Tak terasa setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Pos Pantau Ratu Jaya kami pun tiba di Pos Komunitas Ciliwung Depok (KCD) di bawah jembatan Grand Depok City yang dinahkodai oleh Taufik Des.

Aksi blusukan ala Kadis DKP dan Kepala BLH yang terjun langsung memantau kebersihan dan lingkungan Ciliwung akhir berakhir di sana.

Tidak langsung pulang, kedua Kadis sedikit berbincang dengan Taufik dan anggota KCD. Selain membicarakan kondisi Ciliwung, Taufik juga memperlihatkan beberapa hewan endemik Ciliwung yang ia tangkarkan.

Perbincangan yang cukup hangat itu berlangsung hingga 30 menit sebelum kedua Kadis perempuan itu pamit untuk kembali bertugas di lokasi yang lain.

c1

(baf)

Buruan Daftar! YOT Depok Buka Kelas Public Speaking

DEPOKLIK YOT Class merupakan salah satu agenda bulanan dari Divisi Program Young on Top (YOT) Depok, kali ini Sub Divisi Catalyst akan membuat YOT class Public Speaking yang ditujukan kepada Mahasiswa/i dan masyarakat umum.

Bertempat di Aula Perpustakaan Kota Depok, acara yang bertajuk Public Speaking : Speak Up Your Mind and Break Your Scepticism akan dilaksanakan pada tanggal 19 November 2016 waktu 09.00 – 12.00 WIB.

Sebagai pembicara adalah pendiri Komunitas Senang Bicara, Nila Kresna yang akan menyampaikan tips dan trik mengenai public speaking.

Selain itu dalam gelaran ini juga akan diadakan study case dengan memberikan kesempatan kepada audience untuk menunjukan kemampuan dalam ber-public speaking dan nantinya akan dinilai langsung oleh pembicara.

Dengan HTM Rp 20 ribu, para peserta yang telah mengikuti program ini juga akan mendapatkan e-certificate setelah acara usai.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu mampu membentuk mindset peserta tentang pentingnya Public Speaking dalam berbagai fungsi, di dunia kerja yang global.

Selain itu diharapkan pula peserta mampu merencanakan dan menyusun materi presentasi dengan sempurna dan yang terakhir peserta mampu melakukan Public Speaking dengan menarik serta mengesankan tanpa mengurangi pesan yang disampaikan.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Komunitas Young On Top, dan juga pihak yang memberikan materi tentang Public Speaking yaitu Ibu Nila Kresna selaku Founder Komunitas Senang Bicara.

Poster YOT Class
Poster YOT Class

(Mona Siagian/ard)

 

Peduli Garut Dan Sumedang, Penggerak Ciliwung Depok Galang Dana Bantuan

DEPOKLIK. Komunitas Anak Ciliwung (Kancil) Kota Depok bersama Sekber Sahabat Ciliwung dan Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok menggelar aksi penggalangan dana untuk bencana alam banjir bandang yang menimpa Garut dan Sumedang pada Sabtu 24 Septembee 2016.

Menurut Ketua Kancil, Susanto, penggalangan dana ini diharapkan bisa membantu meringankan beban korban banjir Garut dan Sumedang.

“Alhamdulillah dalam dua jam penggalangan dana terkumpul 1 jutaan,” ujar Kacuy, sapaan akrab Susanto,usai penggalangan dana, Sabtu (24/9/2016) malam.

“Meski sedikit, semoga bisa bermanfaat untuk korban,” tambahnya.

Dana yang terkumpul tersebut rencananya akan langsung disalurkan ke masyarakat yang tertimpa musibah di Garut dan Sumedang.

“Rencana besok Minggu kami akan langsung berangkat ke lokasi bencana,” ujar Ketua Sekber Sahabat Ciliwung, Hidayat Al Ramdani.

Selain itu, tambah Dayat, sapaannya, jumlah tersebut masih akan terus bertambah. “Insha Allah masih ada beberapa donatur yang ingin menyumbang,” pungkasnya

(baf)

 

 

Ramadan, TSC Depok Berbagi Ta’jil Ke Pengguna Jalan

DEPOKLIK. Penggemar dan pengguna mobil Toyota Soluna yang tergabung di Toyota Soluna Community (TSC) Chapter Depok mengadakan acara pembagian sejumlah Ta’jil di bulan Ramadhan 1437 H untuk para pengguna jalan dan pemudik, khususnya pengendara motor di perempatan lampu merah Jalan Ir. H. Juanda (exit tol Cisalak – Cijago), Sabtu, 2 Juli 2016.

Selain pembagian ta’jil, acara yang dikemas dengan buka puasa bersama ini juga memberikan donasi atau sodaqoh ke beberapa mesjid yang berada didaerah depok.

Selain Chapter Depok, acara yang dihadiri oleh 48 anggota TSC beserta keluarganya juga kedatangan komunitas TSC dari Chapter Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

tsc 2“Pentingnya menjaga tali silaturahmi dan tenggang rasa kepada sesama pengguna jalan adalah sesuatu yang harus kita jaga bersama, kita sebagai salah satu pengguna jalan juga harus menjaga sikap dan hindarkan arogansi dalam berkendara,” kata Ketua Umum TSC Trio Akbar dalam sambutannya.

Para anggota TSC juga diberikan siraman rohani oleh salah satu punggawa TSC, Berlin Berlianto dengan tausiah bertema “Ghibah”.

“Dalam sosial media secara sengaja ataupun tidak, ketika kita membicarakan sesuatu khususnya kejelekan tentang seseorang sebaiknya kita berhati-hati, karena jika tidak berhati-hati kita bisa terjerumus dalam Ghibah,” ujar Berlin dalam tausiah singkatnya.

Acara pembagian ta’jil yang diikuti dengan buka bersama di Warung Mak Nyang, Sukatani, Tapos, Depok ini merupakan penutup kegiatan TSC di penghujung bulan Ramadhan tahun ini.

Setelah para anggota menikmati makan malam Nasi Rawon khas Mak Nyang, acara ditutup dengan saling bermaafan sebelum beberapa anggota TSC akan melakukan tradisi pulang kampung.

Kedepannya TSC Chapter Depok akan kembali membuat beberapa event seperti baksos, donor darah, peringatan Hari Pahlawan dan family gathering.

“Semoga tiba ditempat tujuan dan kembali pulang ke rumah masing-masing dengan selamat, Taqabbalallahu minna wa minkum, minal ‘aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan bathin,” tutup Trio Akbar yang biasa dipanggil Om Rio.

tsc 3

(ack/baf)

Bukber Komunitas Agya Ajang Memupuk Kekompakan Dan Soliditas Anggota

DEPOKLIK. Selama tiga tahun berturut-turut, pengurus pusat Toyota Agya Club (TAC), menggelar acara buka puasa bersama saat bulan suci Ramadhan.

Mengambil tema “Charity dan Buka Puasa Bersama”, acara bukber tahun ini diselenggarakan di rumah makan ayam Gecok Cikarang, Bekasi, Minggu lalu (25/6). Hadir Ketua Umum TAC, M. Lukman Hakim.

Acara bukber berlangsung meriah karena dihadiri sekitar 100 member TAC dari beberapa capter di Jabodetabek plus Karawang.

FB_IMG_1466930221584Selain bukber, ada pula penggalangan dana untuk yatim piatu oleh para anggota TAC. Nantinya sumbangan akan disalurkan ke Yayasan Panti Asuhan AL Farid, Serang, Banten.

Dari rilis yang diterima Depoklik, acara bukber juga sebagai ajang silahturahmi antar anggota TAC beserta keluarganya demi memupuk kekompakan dan soliditas di tengah kegiatan positif seperti ini.

(baf)

AIMI Depok Gelar Bincang “Asik” Bahas ASI Untuk Buah Hati

DEPOKLIK. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Depok adalah organisasi nirlaba (non-profit) dan non-pemerintah yang berada di bawah naungan AIMI Jawa Barat, terbentuk pada tanggal 1 November 2014, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil/menyusui dan pasangan serta keluarganya untuk meningkatkan pemberian ASI kepada bayi.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI dilakukan secara eksklusif selama 6 bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan tetap meneruskan pemberian ASI hingga 2 tahun sebagai standar emas pemberian makan pada bayi. Bayi yang diberikan IMD, ASI eksklusif, MPASI berkualitas dan ASI diteruskan hingga 11 bulan (saja) terbukti telah mengurangi 27,8% kematian bayi di Indonesia.

Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, secara keseluruhan hanya sekitar 37% anak umur 6-23 bulan mendapatkan makanan seperti dianjurkan dalam praktik pemberian makanan pada bayi dan anak (PPMBA). Pada momen Bulan Ramadhan kali ini, AIMI Depok mengadakan kegiatan Bincang ASIk bertemakan MPASI untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kota Depok tentang berbagai informasi MPASI, yaitu berupa pentingnya pengenalan makanan pendamping ASI yang baik dan sehat serta tips menyiapkan MPASI selama di perjalanan.

Mudik merupakan kultur masyarakat Indonesia saat Idul Fitri. Perjalanan bersama bayi dan balita menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa ibu. Oleh karena itu AIMI Depok menyelenggarakan diskusi bertemakan MPASI Saat Mudik Idul Fitri, dengan harapan acara ini dapat menjadi panduan bagi ibu yang ingin melakukan perjalanan – khususnya mudik – bersama bayi dengan tetap menyiapkan bekal MPASI sehat dan berkualitas.

IMG-20160626-WA0012

Kegiatan Bincang ASIk dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2016 di panggung lantai 1 DMall, Depok. Bentuk acara dari kegiatan ini adalah mini talkshow dan diskusi ringan yang dimoderatori oleh dr. Amelia Martira, Sp.An (dokter dan konselor menyusui) dengan narasumber Nurlienda Hasanah, S.Gz (ahli gizi, konselor PMBA, dan konselor menyusui). Kegiatan Bincang ASIk ini ditutup dengan acara demo masak, ramah tamah disertai dengan sharing, serta berbuka puasa bersama peserta talkshow dan
Target peserta kegiatan ini adalah 50 orang, yaitu ibu dengan bayi/balita dan masyarakat Kota Depok pada umumnya.

Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Depok.

(Humas AIMI Depok)

FKH Depok Gelar Raker Bahas Program Kerja Dan Isu Keberlanjutan Kota

DEPOKLIK. Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok kembali menggelar Rapat Kerja (Raker), sebagai agenda tahunan untuk membahas dan mengevaluasi Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).

Bertempat di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Sawangan, Depok, Sabtu (4/5), raker tahun ini dihadiri oleh 150 orang lebih dari berbagai komunitas yang bergabung ke dalam FKH Depok.

Komunitas yang hadir pun datang dari beragam latar belakang, seperti Saka Wanabhakti, KISA (Komunitas Internet Sahabat Anak), Kamu Hijau, I’m GREAT, Sekber Sahabat Ciliwung, KANCIL (Komunitas Anak Ciliwung), Depok Digital, Komunitas Pensil Bambu, Green Community, pelajar OPOR (One People One Rubbish), Earth Hour Depok, dan Gober Depok.

Selain itu juga hadir Paguyuban Santri Nusantara (PSN), Komunitas Saung Nusantara, Kontak Tani Nelayan Andalan, Yayasan Depok Hijau, Gerakan Muda Depok (GMD), Scout Ranger, Institut Musik Jalanan (IMJ), Gemapsi Kota Depok, dan perwakilan dari dua kampus besar Depok, Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia.

“Alhamdulillah menjelang puasa kita bisa kumpul melaksanakan rapat kerja dan silahturahmi antar komunitas anggota FKH serta yang perhatian terhadap masalah keberlanjutan kota,” kata Koodinator FKH Depok, Heri Syaefudin, saat membuka raker.

Salah satu program yang dibahas dalam raker tahun ini adalah kesiapan FKH Depok dan Komunitas untuk bersinergi dengan pemerintah, baik kota maupun pusat demi mewujudkan Depok kota hijau.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari pemerintahan, yaitu : Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Wijayanto, dalam hal ini mewakili Walikota Depok, M. Idris, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta utusan dari Program Pengembangan Kota Hijau Kemenpera-PU Pusat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Wijayanto, mewakili Walikota Depok, M. Idris, berpesan kepada anggota FKH untuk melestarikan budaya gotong royong dan kerjabakti sebagai bentuk jatidiri masyarakat Indonesia.

“Masalah ada di people dan budaya. Bila kerjabakti dan gotong royong dapat dilestarikan, Insha Allah, Juni, kita dapat Adipura,” ujarnya.

Raker FKH Depok tahun ini berbeda dari biasanya, karena usai makan siang acara dilanjutkan dengan Dialog Sambung Rasa antara komunitas dan perwakilan Pemerintah Kota Depok

Berikut dokumentasi Rapat Kerja Forum Komunitas Hijau (FKH) Depok dan Dialog Sambung Rasa:

IMG-20160604-WA0019

IMG-20160605-WA0005

IMG-20160604-WA0015

IMG-20160605-WA0009

IMG-20160605-WA0001

IMG-20160605-WA0000

(didit/baf)

Meski Sederhana HUT Ke Satu Komunitas Agya Bordep Berlangsung Khidmat

IMG_8090

Tak terasa, salah satu komunitas Toyota Agya, Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) sudah setahun berdiri, tepatnya pada 10 Mei 2015 yang lalu.

Tahun pertama yang penuh kenangan dalam menjalankan visi dan misinya sebagai wadah silaturahmi bagi pengguna Agya yang berdomisili di Bogor dan Depok yang bisa memberikan manfaat bagi anggotanya dan berguna bagi masyarakat umum dan berperan aktif ikut meramaikan dinamika dan perkembangan club dan komunitas otomotif nasional.

Walau dalam usianya yang masih sangat belia, sudah banyak prestasi yang ditorehkan baik itu dalam lingkup lokal maupun nasional dan sudah banyak juga kegiatan yang telah dilakukan Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok).

Di antaranya seperti Coaching Clinic seputar perawatan dan dress up kendaraan, kunjungan ke beberapa produsen produk otomotif, touring ke Salabintana Resort Sukabumi, gathering silaturahmi keluarga besar Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok), nonton bareng dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.
Dengan jumlah anggota resmi sekitar 80 members ditambah dengan simpatisan pencinta Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) yang jumlahnya mencapai ratusan yang tergabung di beberapa social media, forum online dan website yang dikelola Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok), sedikit demi sedikit bersama-sama ikut membesarkan Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) dan berperan aktif mengkampanyekan budaya Driving With Manners atau bisa diartikan juga berkendara dengan etika ke sesama pengguna jalan lainnya.
Bertempat di Marcopolo Water Park tanggal 15 Mei 2016 yang lalu Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) melakukan syukuran Setahun Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) dengan dihadiri lebih dari seratus anggotanya serta kedatangan dari Chapter Chapter Tetangga seperti Chapter Karawang , Bekasi Raya, Tangerang, Sukabumi Cianjur dan Jakarta bukan itu aja hadir juga Club club di bawah naungan Paguyuban Mobil Bogor (Pamor) serta dari Depok Comunity Car ( DCC )

Acara syukuran ini juga dihadiri oleh beberapa mitra Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) seperti perwakilan dari Auto 2000 Lenteng Agung, Fiesta White Tea, Garda Oto, Tunas Toyota Cinere dan beberapa rekan lainnya pada acara tersebut juga diadakan Service point seluruh kendaraan yang Hadir serta ada promo test drive Agya.

“Acara syukuran setahun Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) ini dikemas secara sederhana tetapi khidmat, titik berat lebih kepada renungan, introspeksi dan koreksi selama setahun perjalanan Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) yang mana diharapkan nantinya hal ini bisa menjadi modal berharga bagi Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) untuk memperbaiki diri sehingga dapat berkiprah lebih besar lagi di tahun yang akan datang,” ujar Isep Saepuloh Ketua Chapter Toyota Agya Club Chapter Bordep (Bogor-Depok) dalam sambutannya.

(Humas TAC Bogor Depok/baf)

Rumah Komunitas Depok Usung 3 Aspek Smart City di EAROPH ke-24

Foto bersama di booth Rumah Komunitas – Urban Civic Movement, dari kiri, Emil Dardak, pakar tata kota yang turut menginisiasi Rumah Komunitas, Bobby Afif, Ketua Depok Community Festival 2013, Rudwan Kamil, Wali Kota Bandung, Lahandi Baskoro, Ketua Depok Creative.

Rumah Komunitas yang menjadi sentral informasi komunitas Depok hadir ke konferensi internasional Eastern Regional Organisation for Planning and Housing (EAROPH) dengan membawa tema ‘Urban Civic Movement’, di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (11/8).

Menurut Wicak Hidayat, anggota Depok Digital yang juga inisiator Rumah Komunitas, dalam momentum internasional tersebut Rumah Komunitas membawa satu narasi utama yang membungkus semua kegiatan komunitas Depok, yang diselaraskan dengan tema besarnya, yakni Smart City atau Future City.

“Narasi ini menjadi benang merah yang menyatukan semua yang kita tampilkan di EAROPH, mulai dari booklet, dekorasi stand, exhibition, dan terutama penjelasan oleh booth officer,†ucapnya.

Urban Civic Movement sendiri merupakan aktivitas dari beragam komunitas yang secara langsung atau tidak langsung menjadi gerakan civil society (civic) yang meningkatkan kualitas hidup di Kota Depok. Gerakan tersebut selaras dalam tiga aspek yang menjadi tolak ukur Smart City, yakni Livability (kualitas hidup yang terjaga, aman, dan nyaman), Workability (kesejahteraan masyarakat dengan individu yang mampu bersaing dan entitas bisnis yang tumbuh), dan Sustainability (keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan).

“Kami bersama teman-teman di Rumah Komunitas mengklasifikasi komunitas-komunitas di Depok ke tiga aspek tersebut dan menampilkan kegiatan-kegiatannya secara visual dan kreatif di EAROPH ini,†ucapnya.

Selain terlihat banner dan poster-poster yang menggambarkan kegiatan komunitas yang selaras dengan tiga aspek tersebut, terlihat pula sebuah video kegiatan Depok Community Festival 2013 di sebuah LCD yang melatarbelakangi booth Urban Civic Movement.

Konferensi EAROPH dihadiri sekitar 37 wali kota lokal dan puluhan pemangku kebijakan kota lainnya dari negara-negara peserta. Tampak pula Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Bogor Arya Bima, Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia Bernardus Djonoputro, dan beberapa wali kota dari negara-negara peserta. Selain itu, hadir pula Pakar Tata Kota yang belakangan ikut membidani Rumah Komunitas di Depok, Emil Dardak.

EAROPH ke-24 di Indonesia ini berlangsung sejak 10 Agustus 2014 hingga 12 Agustus 2014. Konferensi membahas Smart Cities, inovasi, perencanaan dan pengelolaan kota-kota besar dunia, inklusivitas, dimensi sosial-ekonomi, pembiayaan, ICT, dan wacana global yang berkembang di kota-kota. Dalam konferensi ini pun dilangsungkan kaukus wali kota dari berbagai negara, khususnya sekitar kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, Rumah Komunitas Depok menjadi satu-satunya gerakan komunitas berbasis regional yang diundang dalam exhibition di EAROPH.

Ard/Frd