fbpx
Indah pratimi, owner otw food street depok

OTW Food Street Depok: Rekomendasi Menu, Konsep dan Komentar Pedas

Siapa yang tidak kenal otw food street ? terkhususnya untuk mereka yang biasa lewat ‘jalur gaza’ depok alias jalur margonda. Pasti akan melihat otw food street depok margonda.

Bagi penikmat kuliner depok akan bertanya

“Wah, ini nih tempat makan yang lagi happening banget di Jakarta! sekarang ada di Margonda. Berbekal tempat yang cozy dan asik untuk kongkow membuang buang waktu sambil ngemil. Nah, apa saja rekomendasiannya akan kita bahas nanti.”

Bagi pengusaha depok akan bertanya

Bagaimana konsep otw food street dibentuk hingga saat ini bisa menjadi besar dan bagaimana konsepnya? …

.. kita akan ulas bersama ownernya

Read moreOTW Food Street Depok: Rekomendasi Menu, Konsep dan Komentar Pedas

Surganya Pecinta Kuliner di Depok

[caption id="attachment_39813" align="alignright" width="300"] ilustrasi: ist.[/caption]

Meski lalu-lintasnya sering padat merayap, kawasan Depok yang satu ini tetap menjadi daya tarik tersendiri, yakni surganya pecinta kuliner. Ya, mana lagi kalau bukan Jalan Margonda. Berbagai macam makanan dapat ditemui di sepanjang jalan yang menjadi urat nadi Kota Depok ini.

Ditengah perkembangan Depok yang pesat, apalagi Margonda, yang dikelilingi oleh Mal-mal dan gedung tinggi, bahkan ada beberapa hotel dan apartemen yang menjulang tinggi sedang dibangun, pilihan kuliner pun semakin beragam.

Selain makanan asli atau tradisonal Indonesia, seperti gado-gado, ayam penyet, angkringan, pecel lele dan lain-lain, Margonda juga memanjakan penggila kuliner dengan kudapan mancanegara, seperti steak, burger, sushi, makanan timur tengah dan banyak lagi yang lainnya.

Apapun yang menjadi kekurangan kawasan ini, kebanggaan pun tetap ada pada beberapa warga, khususnya para pemburu kuliner.

“Saya bangga menjadi warga Depok, sekarang disini semua serba ada. Tempat makan mulai dari yang lesehan sampai food court yang isinya kuliner mancanegara ada. Bagi saya, Margonda adalah surganya jajanan,†ungkap Anto (18), warga Depok yang mengaku menjadikan Margonda sebagai tempat wisata kuliner favoritnya.

Anto juga mengaku bahwa sanak keluarganya yang berdomisili di Bogor rela menyempagtkan datang ke Margonda hanya untuk berburu makanan favoritnya, Bebek Goreng.

Dapat dihitung tempat makan yang sepi disekitar jalan Margonda Raya. Karena hampir semua tempat makan dipenuhi oleh pengunjung, terutama saat akhir pekan. Yang datang pun tidak hanya dari daerah sekitar Depok saja, banyak juga orang-orang yang dari Jakarta dan Bogor yang mampir  untuk menyantap makanan yang ada di surganya pecinta kuliner ini.

Risma Damayanti

Citizen Journalism

Memulai Hari dengan Mie Nastel

Mie Goreng dan Nasi Goreng memang memiliki kenikmatannya masing-masing, tapi bagaimana jika disajikan secara bersamaan? hmmm… Benar saja, Mie Nastel ala Mirasa milik Pak Mancha yang terletak di Jalan Kukusan ini menyajikan sensasi makan Nasi dan Mie Goreng secara bersamaan.

Ketika saya memasuki kedai ini, aroma khas gorengan Mie atau Nasi sudah lansung terhirup, mengunggah selera. Perut saya pun menjerit tak sabar ingin segera mencicipi Mie Nastel Spesial, yang menjadi pilihan sarapan saya pada pagi ini (Kamis, 28/11).

Sepiring Mie Nastel pun datang menghampiri saya dan wow… satu porsinya banyak. Soal rasa, Pak Mancha tak mau bicara banyak, saya disarankan untuk lansung mencicipinya.

Perpaduan dari bumbunya pas, mulai dari rasa asin garam yang menyatu dengan nasi dan mie sepadan dengan kecap yang menjadikan sajian ini gurih. Belum lagi potongan sosis dan kornet hingga taburan keju, tentunya semakin membuat Mie Nastel ini spesial.

Nama kedai Mirasa sendiri maksudnya adalah Mie dengan 3 rasa. Mie, Nasi dan Telur dicampur menjadi satu. Pak Mancha sudah membuka kedai yang berlokasi dekat pintu masuk Kukel Universitas Indonesia ini selama 13 tahun, dan selalu menjadi andalan bagi para mahasiswa untuk makan yang murmer alias murah meriah.

Soal harga, Mie Nastel dibandrolnya dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 12.000. Harga yang tentu sangat terjangkau, khususnya di kantong mahasiswa.

Mie Nastel Mirasa
Jalan Kukusan, Beji (Dekat Pintu Masuk Kukel Universitas Indonesia)
Harga: Rp 7000 – Rp 12.000
Buka: Setiap hari, jam 07.00 – 24.00

Septiano Sasongko

Si Hitam yang Menggugah Selera

[caption id="attachment_20341" align="alignright" width="300"] Bakso Hitam ala Pak Bewok[/caption]

Menikmati Bakso Kuah? hmm, sudah bukan hal yang asing tentunya bagi lidah orang Indonesia. Tapi yang satu ini unik, Bakso Hitam di kedai Bakso Hitam Pak Bewok. Tampilannya yang berantakan tidak merubah keinginan saya untuk menikmatinya, justru menggugah selera karena aromanya yang khas.

“Hitam†pada nama Bakso Hitam ternyata menggambarkan kuah dari sajian bakso ini. Kuahnya lebih kental, gurih serta kaldu sapinya lebih terasa. Dan yang membuat tampilannya menjadi hitam adalah beberapa rempah dan racikan rahasia Pak Bewok, sehingga tampilannya gelap seperti rawon.

Dalam sajiannya, kedai pak bewok menyuguhkan potongan-potongan ayam di atas seporsi bakso hitam ini. Yang pasti, potongan-potongan ayam ini memberikan cita rasa tersendiri. Agar tak merepotkan, sebuah piring kecil pun disertakan untuk membuang tulang dari potongan ayam tersebut.

Daging sapi dalam baksonya pun sangat terasa. Teksturnya lembut dan tidak berbau karena terlalu banyak tepung.

Tak puas dengan porsi yang ditawarkan oleh pak bewok? Jangan khawatir, karena Pak Bewok sudah menyediakan beberapa lontong pada meja hidangnya dan siap disantap bersama semangkok bakso hitam.

Soal harga, Pak Bewok membandrol Bakso Hitam ini Rp 11.000, harga yang sepadan dengan rasanya yang membuat saya larut dalam kenikmatan si hitam ini. Jadi, wajar saja bila kedai ini ramai dikunjungi para penikmat bakso.

Bakso Hitam Pak Bewok
Jalan Mohammad Ridwan Rais. Beji. (dekat pintu masuk motor Poltek UI)
Jam Buka : 10.00 – 19.00 (Jumat Libur)

Septiano Sasongko

Mamadecoco, Pelopor Es Kelapa Keju di Indonesia

Es kelapa muda tentu tidak asing bagi lidah orang indonesia, rasanya yang manis ditambah gula dan es bisa menyejukan dahaga. Rasa seperti itu memang sudah menjadi biasa alias standar, namun es kelapa racikan Mamadecoco agak berbeda dari es kelapa kebanyakan.

Mengusung konsep pelopor es kelapa keju di Indonesia, Mamadecoco menciptakan produk es kelapa dengan berbagai macam varian rasa dan campuran.

“Es kelapa di mana-mana gitu aja kan, biasanya es kelapa hanya diberi buah-buahan, kita memberikan sesuatu yang beda dengan yang sudah ada,” tutur Manager Marketing Mamadecoco Rohady Wijaya saat ditemui depoklik.com.

Nama menu yang unik pun diciptakan sang pemilik untuk menarik perhatian pembeli serta mudah diingat konsumen, Seperti Es Lebay yaitu es kelapa yang diberi susu krimer ditambah topping parutan keju, Es Keren yang didalamnya ditambah dengan buah duren, serta es kelapa original.

“Harganya kisaran Rp 6000, masih terjangkau untuk semua kalangan, dan tidak berbeda jauh dengan es kelapa biasa,” tambah Hady.

Bukan hanya varian rasa yang ditawarkan Mamadecoco, resep gula rahasia yang tidak membuat konsumennya batuk bahkan aman dikonsumsi balita sekalipun menjadi salah satu keistimewaan es kelapa karya Mamadecoco, bahkan Mamadecoco berani menjamin akan

“Jika batuk dan berobat ke dokter, kami akan ganti biaya berobat sampai tiga kali lipat, karena kita membuat gula sendiri dengan melakukan riset selama 2 tahun,” Ucap Hady.

Saat ini, Mamadecoco sudah memiliki 2 booth di Depok yang pertama berada di bazar Ramadhan di pelataran parkir Depok Twon City dan satu lagi berada di jalan margonda seberang Bank BNI margonda.

“Kita juga sedang menjajaki bisnis franchise, sudah ada beberapa yang memesan diluar kota. kita mulai launching di Bali,” tandasnya.

Ya, tidak ada salahnya mencoba es kelapa dengan rasa baru dan aman dikonsumsi hingga balita sekalipun.

Ricky Juliansyah

Foto: Ricky Juliansyah

Pilih Sendiri Menu Bebek Favorit di Tiktok Van Depok

Bebek kini jadi menu favorit belakangan ini. Saat restoran lain tidak bisa memilih dan mengambil sendiri menu favorit, di Tiktok Van Depok Anda bisa pilih sendiri menunya, Yummy!

Tiktok Van Depok didirikan oleh Santoso pada 2006 silam, rumah makan ini menyajikan berbagai menu bebek seperti bebek pagang, bebek saus tiram, bebek opor, bebek goreng, dan bebek semur.

Buat pecinta sambal, di sini surganya. Tiktok Van Depok menyediakan enam varian sambal yang bebas Anda ambil sendiri. Ada sambal tersasi, sambal mentah hijau (ijo), sambal mentah merah, sambal cabai rawit dengan kecap, sambal bawang sambal terasi matang, sambal tarsan (terasi dibakar).

Dengan berat tiap bebeknya 2 kilogram dan berumur 2 bulan rasanya, ehm daging bebek yang satu ini memang berbeda dari daging bebek lainnya, dagingnya sangat empuk, tidak alot dan mirip seperti daging ayam kampung.

Tak hanya enak, daging bebek di Tiktok Van Depok juga aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung antibiotik dan rendah kolesterol. Jadi, aman untuk dikonsumsi.

Menu di rumah makan yang buka dari pukul 10.00 hingga pukul 22.00 ini satu porsinya dibanderol Rp 17.000-Rp 19.000 dan satu porsi nasinya seharga Rp 4.000.

Tiktok Van Depok kini dapat dijumpai di tiga tempat, Jalan H. Usman No.81A Kukusan Depok, Jalan Margonda Raya 9C, Depok, dan Jalan Pejaten Raya No.38 Dekat UNAS, Pasar Minggu.

 

Tiktok Van Depok
Jalan H. Usman No.81A Kukusan Depok
Jalan Margonda Raya 9C, Depok
Jalan Pejaten Raya No.38 Dekat UNAS, Pasar Minggu.
Buka Pukul 10.00 WIB-22.00 WIB

 

Robbi
Foto: Robbi