fbpx

Bejat! Gadis Di Bawar Umur Digilir 10 Pemuda Di Dua Lokasi Berbeda

DEPOKLIK. Seorang gadis asal Bogor, Jawa Barat, diketahui berinisial, KIS (14), jadi korban aksi bejat 10 pemuda yang memperkosanya secara bergiliran.

Pihak Kepolisian Resor Bogor Kota telah menangkap enam dari 10 pelaku perbuatan asusiala itu. “Empat lainnya masih buron,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP Andi Andi Herindra, Selasa (31/5).

Enam tersangka yang sudah dibui masing-masing AR alias Omeng (25), HA alias Abay (23), MA alias Aray (25), IH alias Apang (20), MT alias Agay (25), dan NU alias Utin (17). Sedangkan empat yang masih buron adalah DE alias Deje, FA alias Dosol, RU alias Unet, dan HA alias Bajek.

KIS diketahui diperkosa oleh 10 pelaku di dua tempat berbeda. Pertama, di Lapangan Dewi Sri, Kecamatan Bogor Barat, oleh dua pelaku, HA dan MT. Kedua dilakukan di salah satu kontrakan tersangka yang buron, DE, di Kampung Dukuh Jawa, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, dan dilakukan sembilan orang secara bergantian.

“Peristiwanya terjadi pada Januari dan Februari, namun orang tua korban baru mengetahui dan melaporkan kejadian yang dialami anaknya pada 21 Mei,” kata Andi, di Mapolres Bogor Kota.

Akibat kejadian tersebut korban dan orang tuanya trauma. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor memberikan pendampingan ke korban dan orangtua.

(Metrotvnews/ard)

Tangkal Kasus Pelecehan Seksual, Anak Muda Depok Gelar Artivity

DEPOKLIK. Semakin maraknya aksi pemerkosaan dan pembunuhan di Indonesia, membuat sekumpulan anak muda Depok berinisiatif mengadakan kegiatan bertajuk Artivity.

Ketua pelaksana, Rizki Akbar, menjelaskan Artivity merupakan kegiatan yang dikemas dengan acara seni dan diselingi diskusi.

”Dengan musik kita berkumpul, dengan berkumpul kita dapat belajar, berdiskusi, memahami apa yang dirasakan oleh para korban kebiadaban mereka–mereka yang tak bisa mengendalikan nafsunya walaupun tak merasakan apa yang dirasakan oleh para korban sebenarnya,” ungkap Rizki kepada Depoklik, Minggu (29/5).

Dalam sambutannya, Rizki yang juga Presidium Gerakan Muda Depok (GMD) mengungkapkan keprihatinan ia dan teman–temannya terhadap korban yang mengalami pelecehan seksual. “Semoga kejadian seperti ini membuat semua orang sadar dan bisa menahan diri serta tidak akan terjadi lagi,” tuturnya.

Usai sambutan ketua pelaksana, acara dilanjutkan dengan perform dari BubbleShooter, band local asal Depok yang membawakan lagu “Jaga Dia”.

Acara yang berlangsung di Kongxkong Café ini juga menghadirkan seorang narasumber, aktifis perempuan yang berprofesi sebagai jurnalis, Andi Misbahul Pratiwi.

Dalam paparannya, Andi mengatakan bahwa faktor lingkungan mempengaruhi banyaknya kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan. “Bisa saja pelecehan bermula dari dalam rumah sendiri,” ujar Andi.

Faktor pelecehan seksual, lanjut Andi, juga bisa disebabkan dari gaya berpakaian wanita. Ia pun memberikan tips bagi perempuan agar terhindar dari tindakan biadab itu.

“Lebih baik kita sebagai perempuan bisa mengikuti budaya yang ada di Indonesia dengan menutup aurat dan lebih menjaga diri ketika berpergian keluar rumah,” kata dia.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu audiens bertanya mengenai pandangan Andi terkait Perpu tentang kebiri yang baru disahkan Presiden Joko Widodo.

“Perppu tentang kebiri menurut kami para aktivis perempuan bukanlah solusi terbaik, sebab ketika pelaku dikebiri mereka bisa saja melakukan pelecehan yang lebih parah. Bisa saja mereka dendam dan akhirnnya melakukan kejahatan yang lebih parah daripada sekedar memasukan cangkul,” pungkas Andi.

(baf)

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Anggota DPRD Depok

Ilustrasi-Polisi menangkap pelaku pelecehan seksual anak anggota DPRD Depok (istimewa).
Ilustrasi-Polisi menangkap pelaku pelecehan seksual anak anggota DPRD Depok (istimewa).

Depoklik.com – Aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, akhirnya meringkus Herman (40) yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap H, bocah perempuan delapan tahun, anak dari salah satu anggota DPRD Depok.

Ditegaskan Kanit PPA Polresta Depok Iptu Elly Padiansari, Rabu (29/4), bahwa saat ini, Herman telah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam dengan jeratan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Yang bersangkutan, H sudah kami amankan. Statusnya sudah jadi tersangka. Ia kami jerat dengan UU Perlindungan Anak pasal 82 dengan ancaman di atas 10 tahun penjara,” kata Elly.

Penahanan Herman, lanjut Elly, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil visum terhadap korban. “Pelaku diduga kuat melancarkan aksinya, saat rumah korban dalam keadaan sepi,” ujarnya.

Kasus pelecehan seksual yang menimpa H, terungkap setelah orangtua curiga lantaran H kerap merasa kesakitan pada bagian kemaluan. Usut punya usut, bocah malang ini pun akhirnya mengaku jika dirinya kerap dicabuli pelaku, yang sehar-hari bekerja di rumahnya.

Ironisnya lagi, aksi bejat Herman diketahui telah berlangsung sebanyak lima kali. TR ayah korban yang tak terima dengan kelakuan pria cabul itu pun akhirnya melapor ke polisi.

“Saya berharap, polisi menindak tegas pelaku. Saya enggak terima,” ujar pria yang menjabat sebagai anggota DPRD Depok tersebut.

Sumber: viva.co.id

Diduga 5 Kali Dicabuli Pelaku, Paman Korban: Padahal Dia Sudah Dianggap Keluarga

Ilustrasi-Anak anggota DPRD Depok diduga dicabuli pelaku sebanyak lima kali (istimewa).
Ilustrasi-Anak anggota DPRD Depok diduga dicabuli pelaku sebanyak lima kali (istimewa).

Depoklik.com – Polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok masih memburu HM, terduga pelaku pencabulan terhadap bocah perempuan berusia delapan tahun. Korban adalah anak seorang anggota DPRD Kota Depok.

Kepala Unit PPA Polresta Depok, Iptu Elly Padiansari, mengungkapkan pihaknya hingga saat ini masih mengumpulkan keterangan para saksi, termasuk korban.

“Anaknya semalam belum bisa divisum. Masih trauma mungkin. Kasusnya masih kami selidiki,” kata Elly, Selasa (28/4).

Bocah malang ini diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh HM, pria berusia 40 tahun yang sehari-hari bekerja di kediaman keluarga korban di Cipayung, Depok. Ironisnya, dugaan kasus pelecehan seksual itu telah terjadi sebanyak lima kali.

Pelaku, lanjut Elly, kerap melancarkan aksi bejatnya saat rumah dalam keadaan sepi. Kasusnya terungkap setelah korban mengaku alat vitalnya sakit.

“Setelah kami tanya, ternyata keponakan saya ini dicabuli oleh HM. Saya tidak habis pikir, padahal dia sudah kami anggap seperti keluarga sendiri,” jelas Oz, paman korban.

Sementara itu, TR, ayah korban, berharap polisi dapat segera menangkap pelaku.

“Ya ini sudah kami laporkan,” ucap TR, yang menjabat sebagai anggota DPRD Kota Depok di depan ruang penyidik Polresta Depok.

Sumber: viva.co.id

Anak Anggota DPRD Depok Dicabuli Pria Berusia 40 Tahun

Ilustrasi-Anak anggota DPRD Depok diduga dicabuli lima kali oleh pria berusia 40 tahun (istimewa).
Ilustrasi-Anak anggota DPRD Depok diduga dicabuli lima kali oleh pria berusia 40 tahun (istimewa).

Depoklik.com – Kasus pelecehan seksual terjadi di Kota Depok. Ironisnya, kali ini korbannya bocah berusia delapan tahun, anak anggota DPRD Depok.

Oz, kerabat korban mengungkapkan, kasus pencabulan yang dialami korban H, terbongkar lantaran ia kerap mengeluh sakit pada bagian kemaluan.

Setelah diminta untuk berterus terang, bocah ini mengaku jika kemaluannya kerap dicolok-colok tangan terduga pelaku berinisial HM. Kejadian itu berlangsung di rumah korban yang ada di kawasan Cipayung, Depok.

“Kejadiannya pas rumah kosong. Si HM ini memang kerja di rumah kami,” ujar Oz di Mapolresta Depok, Senin, 27 April 2015.

Ironisnya, aksi bejat HM pria berusia 40 tahun yang kesehariannya bekerja di rumah korban, diakui telah terjadi lima kali. Pelaku kerap melancarkan aksinya, saat rumah memang dalam keadaan sepi.

Sementara itu, TR, ayah korban saat mendampingi anak bungsunya ke kantor polisi, berharap kasus tersebut dapat segera diusut.

“Kita akan proses hukum,” ucap pria yang menjabat sebagai salah satu anggota DPRD Depok, di depan ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

Polisi mengaku sedang menyelidiki kasus ini dengan melakukan visum korban.

Sumber: viva.co.id

Anak Alami Pelecehan Seksual, Anggota DPRD Depok Lapor ke Polisi

Ilustrasi-Anggota DPRD Depok melaporkan kasus pelecehan seksual yang menimpa anak perempuannya ke Mapolresta Depok (istimewa).
Ilustrasi-Anggota DPRD Depok melaporkan kasus pelecehan seksual yang menimpa anak perempuannya ke Mapolresta Depok (istimewa).

Depoklik.com – Anggota DPRD Kota Depok, EM, mendatangi Mapolresta Kota Depok, Senin, 27 April 2015 malam, sekitar pukul 20.00. Ia melaporkan kasus pelecehan seksual yang menimpa anak perempuannya berusia 8 tahun.

EM datang bersama anak perempuannya dan masuk ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Tak lama kemudian mereka dibawa petugas ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

Sang anak kemudian menjani visum di rumah sakit terdekat bersama sejumlah anggota polisi perempuan. Kemudian mereka kembali lagi menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polresta Depok.

Setelah sekitar dua jam lebih berada di ruang Unit PPA Polresta Depok, EM keluar bersama anak perempuannya dan langsung menaiki kendaraan pribadinya.

Pria berkumis tipis itu enggan memberi keterangan kepada wartawan yang sudah menunggunya di Mapolresta Depok, Senin malam.

Wajah EM tampak lesu dan tegang. EM langsung mengeloyor pergi bersama anaknya dengan kendaraan pribadi yang dikemudikannya sendiri.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, EM membenarkan bahwa anaknya menjadi korban pelecehan dari seseorang.

Namun saat ditanya siapa dugaan pelakunya, EM enggan menjelaskannya lebih lanjut. “Sudah ditangani polres. Nanti saja ya, saya lagi pusing,” kata EM.

Sementara itu pihak Polresta Depok belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini.

Kanit PPA Polresta Depok Iptu Elly Padiansari mengaku akan mengecek hal ini dan memastikan akan menindaklanjuti laporan korban dan keluarga. “Pasti kita tindaklanjuti, laporan korban” ujarnya, Senin, 27 April 2015 malam.

Sumber: wartakota.tribunnews.com