fbpx

Musikalisasi Puisi, Peringatan Hardiknas ala Sekolah Master

Bila sekolah reguler peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan upacara, Sekolah Master Depok memperingatinya dengan pementasan seni karya siswa, Jumat (2/5).

Pementasan seni tersebut digelar di area sekolahnya, di kawasan Terminal Depok, Margonda. Pembacaan puisi, teater hingga musikalisasi puisi mewarnai peringatan Hardiknas di sekolah anak jalanan ini.

Penampilan karya seni siswa ini juga merupakan ragkaian dari program baru di Sekolah Master, yakni, Jumat Ceria. Jumat Ceria ini akan dilangsungkan secara rutin sebagai hari ekspresi warga belajar Master.

Peringatan Hardiknas di Sekolah Master ini juga mendapat kunjungan Wakil Wali Kota Depok Idris Shomad. Dalam kesempatan itu, Idris menyumbangkan buku untuk pepustakaan Sekolah Master dan sejumlah uang untuk menunjang kebersihan.

“Kita semua berharap pada adik-adik yang akan memimpin bangsa Indonesia, mengukir sejarah dan siapkanlah dari sekarang. Rajinlah belajar dan pegang prinsip Ki Hajar Dewantara,†ucap Idris.

Rani

7 Mahasiswa Korea Jadi Relawan di Sekolah Master

Tujuh mahasiswa Mokpo National University Republic of Korea menjadi relawan di Sekolah Master Depok. Hal tersebut berkaitan dengan pembukaan voluntary program for children di Indonesia, Senin (10/2).

Program pengabdian untuk anak-anak yang dilaksanakan oleh Social Service Center Nasional University Sub Korea Selatan ini sudah berjalan sejak 2006, tetapi baru tahun 2014 dilaksanakan di Indonesia. Tujuannya, menstimulasi kecerdasan majemuk pada anak yang terdiri dari kecerdasan musik, kecerdasan visual spesial, interpersonal, kinestetik, dan atletik.

“Kegiatannya meliputi ekskul, bermain musik setelah proses belajar mengajar selesai, serta membuat kerajinan tangan,†tutur Rida, penanggungjawab program.

Selain itu, mahasiswa asal negeri ginseng ini juga ingin memperluas wawasan multikulturalnya. Rida mengatakan, mereka ingin memahami budaya Indonesia melalui Sekolah Master. “Menurut mahasiswa, sekolah Master mencerminkan Indonesia dan Kota Depok yang memiliki program unggulan yaitu kota layak anak.â€

Sementara itu, Ketua Yayasan Sekolah Master Nurochim mengaku terharu dengan kedatangan relawan dari Universitas Mokpo.

“Kita selalu bersyukur dengan banyaknya bantuan yang datang dari luar negri. Ini merupakan kesuksesan bersama. Bukan hanya untuk Master, tetapi juga untuk kemajuan Kota Depok dan Indonesia,†ujarnya.

Voluntary program ini sendiri rencananya akan berlangsung selama 10 hari.

rw

Lisuma Gundar Kupas Gerakan Pemuda di Sekolah Master

Membahas secara tuntas mengenai sejarah pergerakan pemuda di Indonesia, Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Universitas Gunadarma (Gundar) bersama Wenri Wanhar, seorang jurnalis penulis buku “Gedoran Depok†menggelar diskusi di Sekolah Master, Terminal Depok.

Sejarah ini diceritakan secara ringan kepada para siswa Master, mulai dari pergerakan pemuda mulai dari era Hindia Belanda hingga perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Diskusi pun berlangsung aktif dengan tanya jawab.

Diskusi bertema “Pemuda Dalam Bingkai Nusantara†ini digelar pada 20 Oktober 2013 lalu untuk memperingati Sumpah Pemuda, sekaligus pengesahan kepengurusan Lisuma Gundar baru, periode 2013/2014, yang diketuai Andi Misbahul Pratiwi.

“Seminar Kepemudaan ini adalah upaya pemberdayaan pemuda yang dengan inisiatif diselenggarakan oleh Lisuma Gunadarma dan di dukung oleh KNPI Depok sebagai wadah kreasi aksi Pemuda Kota Depok,†jelas Andi dalam rilisnya, Minggu (17/11).

Pada kegiatan tersebut, hadir pula Sutarno, SH selaku perwakilan dari Polresta Depok yang turut menyampaikan materi dan memberikan games kekompakan kepada peserta. Pada kesempatan itu Sutarno turut mensosialisasikan Program Polresta Depok dalam rangka turut berperan aktif membangun karakter pemuda di era globalisasi.

red