fbpx

Uang Pulsa Wali Kota Depok Hanya Rp 500 Ribu Per Bulan

Wali-Kota-Depok-Nur-Mahmudi1-300x164Depoklik.com – Kepala Bagian Umum Setda Depok, Manto, menyebutkan, selama hampir 10 tahun, Nur Mahmudi Ismail menjabat Wali Kota Depok, uang pulsa telepon yang dihabiskan Nur Mahmudi per bulan tak lebih dari Rp 500.000.

“Ini termasuk irit, menurut saya. Selama ini uang pulsa untuk beliau tidak pernah lebih dari Rp 500.000 per bulan,” kata Manto, Senin, 8 Juni 2015.

Ia menyebutkan, sebagai Kabag Umum, tugasnya adalah menjamin semua kebutuhan Wali Kota Depok, termasuk uang pulsa sebagai bagian yang ditanggung pemerintah kota.

“Dan sejujurnya, uang pulsa beliau hanya sekitar Rp 500.000 per bulan,” ujarnya.

Bukan itu saja, kata Manto, untuk uang listrik rumah pribadi Nur Mahmudi, pihaknya hanya mengeluarkan anggaran sebesar Rp 2 juta per bulannya.

“Tidak pernah lebih dari sekitar Rp 2 juta per bulan, untuk uang listrik beliau,” katanya.

Karenanya, penghematan anggaran untuk kepentingan pribadi Wali Kota Depok ini, kata Manto, diharapkan diikuti oleh Wali Kota Depok pengganti Nur Mahmudi yang masa jabatannya habis, Januari 2016 mendatang.

“Saya harap, iritnya beliau ini bisa diikuti oleh Wali Kota Depok penggantinya nanti,” pungkasnya.

Sumber: wartakota.tribunnews.com

Pemkot Depok Ajukan Bantuan Pendidikan Rp 72 M ke Pemprov Jabar

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengajukan bantuan dana pendidikan sebesar Rp 72 miliar kepada Pemprov Jabar (istimewa).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengajukan bantuan dana pendidikan sebesar Rp 72 miliar kepada Pemprov Jabar (istimewa).

Depoklik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengaku meminta bantuan anggaran kepada Pemprov Jawa Barat (Jabar) untuk sektor pendidikan. Tak main-main pengajuan bantuan dana itu sebesar Rp 72 miliar, dikarenakan anggaran kegiatan pendidikan dari APBD tak mumpuni meng-cover jumlah peserta didik yang setiap tahun meningkat. Bantuan tersebut diajukan dalam APBD Perubahan Jawa Barat tahun 2015.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan, pengajuan bantuan itu sebagian besarnya untuk dana bantuan operasional sekolah (BOS). Yakni Rp 52 miliar bantuan dana BOS itu akan diajukan untuk 654 sekolah swasta dari berbagai tingkatan. Adapun pelajar yang bisa menerima bantuan dana BOS sebanyak 177.105 siswa di kota berikon belimbing.

“Ini kami ajukan mengingat APBD tidak bisa meng-cover dana pendidikan yang sangat besar. Tahun 2014 bantuan yang kami ajukan itu sudah disetujui. Jika bantuan ini juga disetujui maka sekolah swasta dan negeri dapat bersaing menampung dan menyelenggarakan pendidikan kepada masyarakat,” kata Nur Mahmudi usai melakukan Musrenbang Firtual tingkat Jawa Barat di Aula Bappeda Kota Depok, Senin, 4 Mei 2015.

Ia mengatakan, dengan bantuan dana BOS sebesar Rp 52 miliar diproyeksikan pelajar setara SD mendapatkan Rp 20.000 per siswa per bulan. Dan pelajar setara SMP mendapatkan dana Rp 25.000 per siswa per bulan. Serta, pelajar setara SMA Rp 30.000 per siswa per bulan.

“Kami juga mengajukan bantuan dana untuk sarana prasarana pembangunan sekolah yang saat ini tengah berlangsung,” jelasnya.

Tak sampai di situ, Nur Mahmudi menjelaskan, khusus ajuan bantuan dana sarpras sekolah, seluruhnya diproyeksikan untuk sekolah negeri. Menurutnya, saat ini terdapat pembangunan sekolah negeri yang masih berlangsung. Total ajuan bantuan adalah sebesar Rp 20 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 10 miliar untuk mebel, dan sisanya Rp 10 miliar untuk peralatan sekolah. Ia mengaku sengaja merancang ajuan bantuan khusus di sektor pendidikan karena dinilai prosesnya lebih mudah. Tidak memerlukan proses yang cukup panjang seperti lelang.

“Dalam anggaran perubahan waktunya memang mepet. Kami tahu diri untuk bisa menyusun rencana kerja yang mudah terserap,” imbuhnya.

Nur Mahmudi menyatakan, terkait dengan masih adanya kesulitan lahan dalam pembangunan sekolah, masih berupaya mencari solusinya untuk segera dibenahi. Sebab, saat ini pihaknya memang masih terdapat kendala pencarian lahan di sejumlah wilayah tertentu. Karena itu dengan bantuan dana itu sarana dan prasarana pendidikan yang masih kurang akan dapat segera dipenuhi.

“Masing-masing memiliki kondisinya sendiri, ada yang sulit mencari lahan dan ada yang mudah,” ujarnya.

Sumber: indopos.co.id

Nur Mahmudi Pamer Batu Akik Sulaeman Madu

Batu Akik Sulaeman Madu milik Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (okezone.com/Marieska Harya Virdhani).
Batu Akik Sulaeman Madu milik Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (okezone.com/Marieska Harya Virdhani).

Depoklik.com – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, membuka Festival Industri Kreatif yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok di Balai Kota Depok. Sedikitnya, terdapat 80 booth di bidang fesyen, kerajinan tangan, kuliner, hingga batu akik.

Tak mau ketinggalan, Nur Mahmudi langsung menuju stan batu akik. Namun Nur Mahmudi yang juga kader PKS itu, mengaku tidak begitu menggemari batu akik, dan seringkali diberi orang lain sebagai cenderamata. Seperti ketika Nur Mahmudi memperlihatkan Batu Akik Sulaeman Madu di tangannya.

“Ini saya enggak beli, tapi dikasih. Ini namanya Batu Akik Sulaeman Madu. Bagus, kan?” kata Nur Mahmudi seraya tertawa, Rabu (3/6).

Ia menambahkan, industri mikro kecil dan industri kreatif meskipun tidak bermodal besar, namun memiliki nilai tambah prospektif serta dapat membuka kesempatan lapangan kerja. Batu akik, kata dia, menjadi salah satu pelengkap komunitas industri kreatif.

“Di Depok banyak yang mengembangkan industri itu, mengasah dan menjual dan ada pula tersedia alat-alat khusus memasang itu di Pasar Segar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, batu akik menjadi bisnis yang dapat terus berkembang. “Saya enggak berani bilang prospektif, tapi memang ada market-nya,” tutupnya.

Kepala Disperindag Kota Depok Agus Suherman mengatakan, dalam event ini terdapat 80 stan bidang fashion, kerajinan tangan, kuliner, hingga batu akik. Stan batu akik yang paling menjadi primadona yang ramai diserbu PNS Depok.

Menurut Agus, pameran tersebut bertujuan menyosialisasikan hasil-hasil produk industri kecil dan menengah di Depok. Agus menambahkan, batu akik masih memiliki daya tarik paling menarik. Depok memiliki batu akik khas yang bernama Batu Ciliwung.

Sumber: okezone.com

Peredaran Beras Plastik, Nur Mahmudi: Perdagangan Tidak Bermoral

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, peredaran beras plastik merupakan perdagangan tidak bermoral (istimewa).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, peredaran beras plastik merupakan perdagangan tidak bermoral (istimewa).

Depoklik.com – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, masuknya beras sintetis atau beras plastik ke Indonesia merupakan proses perdagangan tidak bermoral. Selain itu, Nur Mahmudi mengatakan, peredaran beras sintetis merupakan pembunuhan kepada para pedagang beras.

Depok, kata dia, belum membuat tim khusus untuk mengawasi peredaran beras plastik. “Penindakannya diserahkan kepada pihak kepolisian. Ini perdagangan tidak bermoral,” kata Nur Mahmudi usai acara lepas sambut Kapolresta Depok di Balai Kota Depok, Senin malam, 25 Mei 2015.

Nur Mahmudi mengaku baru mendengar sekilas isu keberadaan beras plastik. Namun ia melihat kabar yang merebak sudah meresahkan masyarakat. “Bagi yang menjual harus hati-hati dan mengetahui perbedaannya,” ujarnya.

Ia mengatakan, nasi merupakan konsumsi utama orang Indonesia. Atas kejadian ini, kata dia, tidak boleh mendiskreditkan untuk memakan beras. Yang diperlukan hanya imbauan agar berhati-hati terhadap beras sintetis atau beras plastik itu. “Tapi jangan banyak-banyak makan beras. Cukup sehari saja,” ucapnya.

Satu orang keluarga di Depok diduga keracunan beras plastik yang mereka konsumsi. Naiman (55), warga RT 03/02 Kelurahan Ratujaya, Cipayung, Depok, mendapatkan beras plastik dari tempat kerjanya di Perumahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok.

Naiman mengatakan, setelah mengonsumsi beras tersebut ia sekeluarga mengalami sakit perut, muntah-muntah, dan sulit buang air besar. “Anak saya muntah-muntah seharian. Saya dan istri mual dan sakit perut, tapi tidak muntah. Berasanya seharian,” kata Naiman, yang menjadi petugas kebersihan di perumahan tersebut.

Naiman mendapatkan beras sintetis tersebut Sabtu, 16 Mei 2015. Ia mendapatkan 12 liter beras, yang diberikan dari 40 rumah yang ada di perumahan itu. Beras tersebut dibagi dua dengan rekan sekerja Naiman, yakni Nurman.

Sumber: tempo.co

Nur Mahmudi Cuti Umrah, Pencairan Dana Pilkada Depok Tertunda

Kepergian Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail untuk umrah berimbas pada penundaan pencairan dana Pilkada Depok tahap pertama sebesar Rp 37 miliar (istimewa).
Kepergian Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail untuk umrah berimbas pada penundaan pencairan dana Pilkada Depok tahap pertama sebesar Rp 37 miliar (istimewa).

Depoklik.com – Kepergian Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail untuk umrah berimbas pada penundaan pencairan dana Pilkada Depok tahap pertama sebesar Rp 37 miliar. Ini terjadi lantaran Nur Mahmudi keburu cuti sebelum sempat menandatangani pencairan dana tersebut.

Hal ini diakui oleh salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok, Nurhadi. Dikatakan Nurhadi, Nur Mahmudi baru menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai dana penyelenggaraan Pilkada Depok. Namun, dalam prosedur pencairan itu masih belum cukup.

“Pak Nur memang sudah menandatangani NPHD sebelum umrah. Tapi, untuk teknis pencairannya, beliau harus tanda tangan lagi agar dana itu bisa benar-benar turun,” kata Nurhadi, Rabu (20/5).

Untuk menyiasati kendala akibat penundaan pencairan dana, Nurhadi menambahkan, KPU Depok terpaksa menggunakan dana pinjaman dari APBN yang nantinya bakal diganti setelah anggaran pilkada turun.

“Terpaksa untuk sementara ini, semua tahapan Pilkada Depok yang kami jalani dari perekrutan PPS dan PPK serta launching dan sosialisasi menggunakan dana pinjaman itu sampai beliau kembali dari umrah,” tuturnya.

Ketika disinggung berapa dana pinjaman yang sudah digunakan KPU Depok, Nurhadi tidak tahu secara pasti besarannya. “Jumlah pastinya belum tahu, sepertinya baru puluhan atau ratusan juta,” imbuhnya.

Tertundanya pencairan dana Pilkada Depok akibat belum adanya tanda tangan Nur Mahmudi dibantah oleh Kepala Bagian Umum Kota Depok, Manto. Dia mengatakan, sebelum pergi umrah pada 10 Mei 2015, Nur Mahmudi sudah menandatangani NPHD.

“Itu tidak benar, bahkan karena ada prosedur yang harus diselesaikan, keberangkatan umrahnya sempat tertunda. Ia kan harusnya bertolak pada tanggal 8 Mei diundur menjadi 10 Mei, karena itu tadi, ada tugas yang harus diselesaikan,” kata Manto.

Manto menjelaskan, Nur Mahmudi cuti ibadah umrah hingga 24 Mei mendatang. “Beliau jalan bersama istri dan sudah mengantongi izin dari gubernur dan Sekjen Kementerian Dalam Negeri,” tuturnya.

Sering ambil cuti

Selain mengambil cuti umrah, sebelumnya Nur Mahmudi juga sempat izin cuti untuk menunaikan ibadah haji. Pria yang sudah 10 tahun memimpin Kota Depok ini juga sempat memboyong keluarga besarnya untuk melancong ke Amerika. Terkait hal ini, Manto pun punya alasan tersendiri.

“Selama dua periode, Bapak jarang sekali mengambil cuti. Nah, waktu ke Amerika itu kan anaknya diwisuda,” ujar Manto.

“Iya, anak pertamanya kuliah di Amerika, nah kebetulan juga ini bertepatan dengan cuti beberapa anaknya yang tugas di luar kota. Karena jarang sekali berkumpul, makanya dibarengi. Pak Nur bukan tipikal orang yang suka mewah-mewah kok, yang saya kenal dia adalah sosok yang sangat bersahaja,” ujar Manto.

Sumber: viva.co.id

Nur Mahmudi Dinilai Belum Berhasil Bangun Kota Depok

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (istimewa).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (istimewa).

Depoklik.com – Kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail sebagai Wali Kota Depok selama hampir satu dekade dianggap belum berhasil membangun Depok. Penilaian itu didasarkan atas minimnya pencapaian kerja yang diperoleh.

Dari 24 janji kampanye, hanya sembilan program saja yang dianggap berhasil. “Itu pun kebanyakan program yang bersifat terbatas dan sempit bahkan elitis,” kata Koordinator Umum Pemuda Depok Anti Status Quo (Pedas) saat aksi di Balai Kota Depok, Senin, 27 April 2015.

Sedangkan 15 program lainnya dianggap tidak berhasil. Padahal, program tersebut bersifar massal dan strategis.

“Hampir 10 tahun berkuasa bisa dikatakan belum berhasil dalam mewujudkan keadilan, keamanan, dan kesejahteraan bagi warga Depok,” ungkapnya.

Mereka juga menyatakan sikap, agar Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad tidak maju dalam bursa pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan Desember mendatang. Alasannya, Idris juga dianggap belum berhasil mewujudkan keadilan bagi warga Depok.

“Kalau Idris tetap maju itu mencerminkan beliau tidak memiliki kepekaan atau rasa bersalah terhadap warga Depok,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

HUT Ke-16, Pemkot Depok Luncurkan 10 Mobil Dinas BBG

Pemkot Depok meluncurkan 10 mobil dinas menggunakan bahan bakar gas (BBG). Peluncuran itu bertepatan dengan HUT ke-16, Kota Depok, Senin (27/4/2015) (warta kota/Dody Hasanudin).
Pemkot Depok meluncurkan 10 mobil dinas menggunakan bahan bakar gas (BBG). Peluncuran itu bertepatan dengan HUT ke-16, Kota Depok, Senin (27/4/2015) (warta kota/Dody Hasanudin).

Depoklik.com – Pemkot Depok meluncurkan 10 mobil dinas menggunakan bahan bakar gas (BBG). Peluncuran itu bertepatan dengan HUT ke-16 Kota Depok, Senin (27/4).

“Mobil dinas berbahan gas elpiji ini sebagai bentuk Kota Depok mendukung upaya pemerintah untuk menghemat energi. Ini langkah awal kami,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.

Nur Mahmudi menambahkan, ke depan secara bertahap mobil dinas di Pemkot Depok menggunakan BBG.

Pertamina Non Fuel Marketing Senior Vice President Taryono mengatakan, kerja sama dengan Pemkot Depok itu akan terus dikembangkan ke angkutan umum.

“Dalam rangka HUT Depok, kami serahkan 10 converter. Nah ke depan kami dapat kembangkan ke angkot di Depok,” kata Taryono.

Ia mengatakan, bagi koperasi angkot yang menggunakan BBG mendapatkan diskon. Diskon itu berupa voucer gas. Selain itu pihaknya akan membantu pembelian converter melalui perbankan. Sehingga para sopir angkot dapat mencicil converter seharga Rp 10 juta per unitnya.

“Koperasi angkot dapat menghubungi Pertamina untuk membeli dan memasang converter. BBG ini lebih murah dan irit,” tandasnya.

Sumber: wartakota.tribunnews.com

IPM Depok Unggul dari Kota Lain, Nur Mahmudi: Warga Harus Bangga

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (kompas.com).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (kompas.com).

Depoklik.com – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengklaim telah mengalahkan sejumlah kota-kota besar ihwal keunggulan indeks pembangunan manusia (IPM) di wilayahnya.

“Bandung, Bekasi, Semarang, Surabaya, Solo, Palembang, Medan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan daerah lainnya kalah sama Depok,” kata Nur Mahmudi, Kamis, 23 April 2015.

Namun, kata dia, ada dua daerah yang sama-sama bersaing dalam menciptakan IPM, di antaranya Yogyakarta dan Jakarta Selatan. Kedua daerah itu kini menjadi rival untuk sama-sama memeroleh IPM yang berkualitas.

“Sebetulnya warga Depok harus bangga dengan pencapaian IPM yang dinilai lebih baik dibandingkan dengan kota dan kabupaten lainnya,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjutnya, bukan berarti Kota Depok merupakan daerah yang sempurna. Ada beberapa pekerjaan rumah yang hingga saat ini menjadi pembicaraan dari masyarakat.

“Di antaranya yang harus dibenahi adalah persoalan pelebaran jalan, kemacetan, dan ruang terbuka hijau yang harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Sumber: kabar24.bisnis.com

Nur Mahmudi Akui Kemacetan di Sawangan Sudah Parah

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengakui kemacetan di Jalan Raya Sawangan sudah parah saat hari  libur (istimewa).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengakui kemacetan di Jalan Raya Sawangan sudah parah saat hari libur (istimewa).

Depoklik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memasuki usia ke-16 tahun, terus menata diri untuk menjadi tempat hunian yang aman, nyaman, serta layak bagi warganya.

“Pembangunan yang sudah baik akan terus ditingkatkan, sedangkan yang belum bisa dilaksanakan akan dilanjutkan dengan RPJMD yang akan datang,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Balai Kota Depok, Rabu, 22 April 2015.

Menurut Nur Mahmudi, masalah kemacetan yang terjadi di Jalan Margonda masih bisa terukur karena pada pagi hari kemacetan tidak signifikan. Akan tetapi, katanya, yang cukup tersandera adalah jika melintasi Jalan Raya Sawangan pada hari libur karena kemacetan sudah parah.

“Pekerjaan rumah yang belum saya selesaikan adalah pelebaran jalan karena saat ini saya menyiapkan tapaknya saja, misalnya membangun gedung untuk kantor dinas yang masih mengontrak,” katanya.

Kemacetan lalu lintas juga dipicu adanya angkutan kota yang berhenti dan mangkal di sembarang tempat sehingga menghambat arus lalu lintas.

“Ini perlu ditertibkan segera agar kemacetan tidak semakin parah,” ujarnya.

Ia berharap berbagai pihak saling berkoordinasi sehingga bisa menyelesaikan permasalahan yang menjadi pemicu kemacetan. Nur Mahmudi mengatakan, padatnya arus lalu lintas di Kota Depok mengindikasikan positif sebagai kota destinasi bagi warga yang berada di sekitar Depok, seperti Cijantung dan Cibubur.

“Mereka banyak yang berbelanja barang elektronik ataupun berwisata kuliner bersama keluarga,” imbuhnya.

Selain itu, di Kota Depok saat ini menjamur jasa-jasa kecantikan kelas menengah ke atas. Hal itu menunjukkan adanya pasar potensial di Kota Depok.

Kota Depok juga terus menata situ (danau) yang ada sebagai tempat wisata bagi warganya. Hal itu menjadi alternatif wisata yang murah dan gratis bagi warga Depok.

Sumber: republika.co.id

Nur Mahmudi Puji Ridwan Kamil Terapkan ‘Senin Tanpa Nasi’

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail puji Wali Kota Depok Ridwan Kamil menerapkan program hari Senin tanpa nasi (istimewa).
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menyanjung Wali Kota Depok Ridwan Kamil menerapkan program hari Senin tanpa nasi (istimewa).

Depoklik.com – Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menyanjung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, karena telah mengimbau warganya untuk melakukan program Senin tanpa nasi.

“Selamat kepada Kang Ridwan Kamil yang telah berinisiatif untuk mengimbau kepada para PNS (pegawai negeri sipil) yang mudah-mudahan juga bisa meluber kepada warga masyarakat Kota Bandung,” kata Nur Mahmudi di sela acara rapat umum pemegang saham tahun buku 2014, di Hotel Trans Luxury, Selasa, 31 Maret 2015.

Pasalnya, ucap Nur Mahmudi, Ridwan ada kemauan untuk mengubah pola makan warganya yang terlalu tergantung dengan nasi. Hal itu nantinya akan menjadi contoh bagi kota/kabupaten yang lainnya.

“Tekad dan pemahaman untuk merubah pola makan orang Indonesia ini akan mempengaruhi paling seluruh masyarakat Indonesia, tapi lebih penting lagi adalah pertumbuhan ekonomi dan kelestarian budaya kita,” ujarnya.

Nur Mahmudi mengatakan, untuk Kota Depok, program satu hari tanpa beras itu diberlakukan setiap hari Selasa. Programnya diberi nama One Day No Rice (ODNR). “Kami instruksikan sejak September 2011, kemudian lebih intensif lagi pada Februari 2012. Alhamdulillah sampai saat ini anak-anak sekolah sudah mulai menerapkan,” tandasnya.

Bahkan, lanjut Nur Mahmudi, yang cukup menarik yakni penerapan ODNR yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Depok dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Perusahaan itu melakukan evaluasi hasil dari penerapan pola makan. “Selain itu rumah makan mulai menerapkan dengan sistem penawaran menu tanpa nasi. Rumah sakit pun melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan program satu hari tanpa nasi ini, akan mampu memutar perekonomian baru pada sektor nonpadi. Selain sektor nonpadi sudah membudaya pada masyarakat Indonesia, begitu pun dengan potensi di lapangan pun sangat besar. “Potensi sawah sangat terbatas 7,3 juta hektar, sedangkan potensi ladang dan perkebunan yang bisa dipakai untuk menanam aneka sumber pangan nonpadi lebih dari 23 juta hektar,” katanya.

Sumber: tempo.co