fbpx

Fasilitas Ala Kadarnya, Dua Anak Beji Meninggal di RSUD Depok

[caption id="attachment_33448" align="alignright" width="300"] foto: ist.[/caption]

Sekali lagi, RSUD Depok, menjadi saksi bisu kematian dua warganya, akibat minimnya fasilitas layanan kesehatan. Tidak tanggung tanggung, dua pasien warga Kelurahan Beji, Rifki Ramadan (3) warga RT04/13 dan Muhammad Arif Mahdi (14) warga RT02/03 menghembuskan nafas terakhirnya Senin (1/4) lalu.

Kejadian di atas seakan akan menjadi pembenaran atas rendahnya hasil riset Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2012 terhadap Dinas Kesehatan Kota Depok yang hanya sanggup menyentuh nilai 69,32 dari target nilai 77,2, sebagaimana tertera pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Depok Tahun 2012.

Menyedihkan, Muhammad Arif Mahdi merupakan pasien gizi buruk dengan bobot hanya 17 kilogram. Sementara pasien lainnya, Rifki Ramadan, ternyata menderita kelainan jantung, setelah sebelumnya hanya didiagnosa demam tinggi oleh dokter UGD RSUD.

“Anehnya, untuk Arif Mahdi, dia bahkan sempat diingatkan dokter jaga untuk memastikan bahwa pasien mau dirawat seadanya. Seharusnya diusahakan dong, solusinya gimana, ini menyangkut nyawa warga miskin,” ujar Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan kepada depoklik, Rabu (3/4).

Roy menambahkan, pelayanan kesehatan di Depok, sama sekali tidak didesain untuk pro kepada warga miskin. Hal ini, lanjutnya, diperparah dengan ketersediaan sarana kesehatan yang ada di RSUD Depok, sehingga sudah menjadi rumus umum, bila RSUD Depok memiliki daya tampung rendah, dan disempurnakan dengan sarana ala kadarnya.

“Bayangkan saja, RSUD Depok, cuma punya UGD. ICU nggak punya, PICU, NICU dan HCU juga nggak ada.” tutupnya.

Padahal, berdasarkan LKPJ Wali Kota Depok Tahun 2012, yang disampaikan pada Paripurna DPRD Senin (1/4) lalu, Dinas Kesehatan pada tahun lalu mampu menguras 83 Milyar dalam setahun.

Khusus RSUD, anggaran yang diserap 2012 tidak terbilang kecil, yakni 25,5 milyar dari 31 milyar yang dialokasikan. Namun 25,5 milyar tersebut ternyata masih belum cukup untuk menjamin ketersediaan layanan kesehatan yang cukup dan sarana yang memadai.

Gatot Suherman

Setelah Ditolak 3 Rumah Sakit, Warga Cagar Alam Meninggal

[caption id="attachment_30283" align="alignright" width="300"] ilustrasi: ist.[/caption]

Dedi Wahyono (21), warga Cagar Alam, Pancoranmas, Depok akhirnya meninggal setelah ditolak 3 Rumah Sakit, Selasa (12/3) malam. Dedi meninggal setelah lelah berjuang melawan radang otak yang dideritanya.

Dedi dan keluarga ditolak sejumlah Rumah Sakit dengan alasantidak adanya ruang perawatan yang kosong, padahal kondisi pasien sudah kritis.

“Sudah sejak dua hari lalu, dimana-mana ditolak, di Cibinong juga ditolak. Uang muka padahal sempat diterima dan berkas-berkas, tapi dikembalikan lagi, sama mereka dibatalkan,” ungkap Tuti Alawiyah, ibunda Dedi.

Ditengah gencarnya usaha-usaha kesehatan untuk warga ekonomi lemah, justru kejadian pasien ditolak di Rumah Sakit terus menerus terulang. Rumah Sakit yang menolak merawat Dedi adalah RSUD Depok, RSUD Cibinong Bogor dan RSU Harapan.

Korban akan dimakamkan pada hari Rabu (13/3) ini di tempat pemakaman umum (TPU) di bilangan Cagar Alam, Depok.

rw/met