fbpx

Tambah Kapasitas, Masjid Al Ikhlas di Kompleks Maharaja Dibangun Kembali

Pembangunan Masjid Al Ikhlas di Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P (foto:
Pembangunan Masjid Al Ikhlas di Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P (foto: Kiranti Asprilia).

Tidak terasa tiga belas tahun Masjid Al Ikhlas Maharaja melayani jemaah untuk beribadah, khususnya warga Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P, Rangkepan Jaya, Pancoran Mas, Depok. Di tanah fasos/fasum seluas 800 m2 tersebut, sudah berdiri masjid lama Al Ikhlas dengan luas bangunannya 12 x 12 m2 yang setiap harinya digunakan sebagai tempat ibadah.

Tahun demi tahun jumlah warga Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P pun bertambah yang tadinya 100 kepala keluarga (KK) menjadi 350 KK. Hal tersebut membuat warga Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P membangun masjid baru yang letaknya di samping Masjid Al Ikhlas.

Kapasitas target masjid baru Al Ikhlas yang saat ini tengah dalam proses pembangunan ialah dapat menampung kurang lebih 375 jemaah. Sementara masjid yang lama berkapasitas sekitar 100 jemaah. Dengan dibangunnya masjid yang baru, jemaah di Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P yang hendak beribadah tidak akan meluap hingga keluar masjid.

Ketua Panita Pembangunan Masjid Al Ikhlas Maharaja Slamet Riyanto mengatakan, masjid lama Al Ikhlas tidak akan dihancurkan atau diratakan, karena nantinya bangunan lama Masjid Al Ikhlas tersebut akan beralihfungsi menjadi hall atau ruang serba guna bagi warga Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P.

Jadi bagi warga muslim di Kompleks Perumahan Depok Maharaja Blok O-P yang ingin mengadakan acara atau kegiatan keagamaan bisa menggunakan masjid lama Al Ikhlas, sedangkan bangunan baru hanya terfokuskan untuk beribadah.

“Lagipula, acara DKM sendiri sudah penuh, banyak banget. Jadi kalau dikumpul dalam satu minggu itu, sudah tidak bisa menampung jemaah. Mulai dari Sabtu, malam Minggu, Minggu pagi, malemnya ada kegiatan lagi, seminggu 3 kali ada tahsin, setiap Jumat ada majelis ta’lim. Jadi sudah tidak bisa hanya dengan bangunan lama Masjid Al Ikhlas,” kata Slamet kepada Depoklik.com, Selasa, 2 Maret 2015.

Menurutnya, pembangunan masjid baru Al Ikhlas sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) pada Desember 2014 lalu.

“Walaupun kita mendirikan masjid di atas lahan fasos/fasum, tapi kita resmi, berizin. Tidak semua masjid di Kota Depok mendapatkan izin IMB, nah kita ini sebagai warga yang hidup di komplek yang notabenenya berpendidikan, kita ngasih contoh. Walaupun kita menggunakan fasos/fasum, tapi kita semuanya resmi berizin.”

“Untuk mendapatkan IMB, kami melewati tahapan sebanyak 7 perizinan yang terselesaikan dalam setahun. Dimulai dari  perizinan RT/RW, dari tetangga, kelurahan, kecamatan setempat, Kantor Dinas Departemen Agama Kota Depok, Izin Pemanfaatan Ruangan (IRP) Kota Depok, hingga rekomendasi dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Depok,” tuturnya.

Sly

Leave a Comment