fbpx

Tekan Harga Obat, Kalbe Sikapi Tingginya Kasus Kematian Akibat Kanker

Kalbe sikapi tingginya kasus kematian akibat kanker di forum onkologi yang diikuti 300 dokter konsultan onkologi seluruh Indonesia dan Asia Tenggara, di Jakarta, Sabtu (23/5) - Antara Foto.
Kalbe sikapi tingginya kasus kematian akibat kanker di forum onkologi yang diikuti 300 dokter konsultan onkologi seluruh Indonesia dan Asia Tenggara, di Jakarta, Sabtu (23/5) – Antara Foto.
Tingginya kasus kematian akibat kanker dan biaya penanganan yang relatif besar menarik perhatian PT Kalbe Farma Tbk. Kalbe pun mengoperasikan pabrik obat kanker (onkologi) di dalam negeri agar harga obat kanker dapat ditekan.
Michael Buyung, Direktur PT Kalbe Farma Tbk menegaskan bahwa adanya pabrik di dalam negeri dapat menekan harga obat kanker dan membantu menurunkan kasus kematian akibat kanker.
Bila sebelumnya Kalbe memasarkan obat yang diimpor dari luar negeri, kini dapat memproduksi serta mengemas obat sendiri. Kalbe hanya perlu mengimpor bahan bakunya saja. “Dengan begitu harga obat kanker dapat ditekan sampai dengan 40 persen,” ucapnya saat jumpa pers di Kalbe Oncology Forum, Sabtu (23/5/2015).
Masih terkait kasus kanker, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk,  Irawati Setiady mengatakan obat kanker tersebut dapat digunakan untuk kemoterapi dan terapi penunjang kemoterapi, serta nutrisi untuk pasien kanker.
“Obat akan dikombinasikan sesuai dengan racikan dokter dan tergantung dari jenis kankernya,” ujar Irawati.
Menurut data BPJS periode Januari-Juni 2014, pengobatan kanker untuk rawat jalan juga menempati urutan kedua dengan biaya Rp 124,7 miliar untuk 88.106 kasus dan rawat inap menempati urutan kelima dengan biaya mencapai Rp 313,1 miliar untuk 56,033 kasus.
http://www.depoklik.com/blog/kasus-pasien-meninggal-akibat-obat-bius-kalbe-rs-siloam-mendapat-teguran/

 

Leave a Comment