fbpx

Tolak Mafia Pendidikan, BMPS, Dewan Pendidikan, Dan PGRI Depok Kumpul Bahas PPDB

DEPOKLIK. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), bersama dengan Dewan Pendidikan dan PGRI Kota Depok pada Senin (30/5), di restoran Gabus Pucung, Mampang, menyatakan sikap bersinergi untuk mengawasi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016 yang bersih dari praktek jual beli “bangku” oleh mafia pendidikan.

“Dewan pendidikan diwakili Hafizh Nashir, dan PGRI ada H. Syamsudin,” tutur Ketua BMPS Kota Depok, Acep Azhari, kepada Depoklik, Selasa (31/5).

Dalam pertemuan itu, Ketua BMPS Kota Depok, Acep Azhari mengatakan bahwa peran dan fungsi masing-masing pihak akan diperjelas untuk mengawasi proses PPDB.

“Agar tidak tumpang tindih mana peran pemerintah, masyarakat, sekolah dan para stakeholder lainnya termasuk media dan lembaga-lembaga yang peduli terhadap kemajuan pendidikan,” ungkapnya

Diharapkan dengan sinergi dari BMPS, Dewan Pendidikan, dan PGRI Depok akan terwujud pelaksanaan PPDB yang bersih dari praktik makelar kursi sekolah.

“Tidak mencari-cari masalah tapi bersama-sama menemukan permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Depok,” tuturnya.

Pengawalan PPDB sendiri, lanjut Acep, merupakan tanggungjawab bersama demi terciptanya proses growing the organization, empowering people, dan promoting dalam dunia pendidikan.

“Menjadi tanggung bersama demi terwujudnya pembangunan manusia berkarakter yang harus dimulai sejak usia dini,” ujar pemilik restoran Gabus Pucung itu.

Saat ini kesepakatan soal PPDB di Kota Depok tengah dikaji dan dimatangkan oleh seluruh komponen terkait.

(baf)

Leave a Comment