fbpx

Urus Jamkesda, Warga Sukamaju “Diping-pong” 3 Kali

Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, pada Tahun 2012 mengaku mendapatkan 200 pengaduan warga miskin, terkait buruknya sistem dan pelayanan Jamkesda.

Teranyar, Selasa (2/4) lalu, relawan LSM yang bergerak di bidang kesehatan ini, mendapatkan aduan tentang pelayanan pengurusan Jamkesda yang buruk dan berbelit belit. Dikabarkan, salah satu warga Kelurahan Sukamaju Baru, Cimanggis, harus rela diping-pong sebanyak tiga kali, untuk mengurus proses peralihan Jamkesda.

Masalahnya, kartu peralihan Jamkesda yang diberikan Kelurahan Sukamaju Baru, saat divalidasi di Dinas Kesehatan (Dinkes), justru sudah dimiliki orang lain. Otomatis, sang warga pun kembali ke Kelurahan untuk mengulang proses, dan ironisnya ketidakberesan itu terjadi hingga tiga kali.

Roy Pangharapan (kiri), Ketua DKR Depok. (foto: GS)

“Bayangkan saja, warga miskin seolah dipermainkan. Sampai tiga kali bolak balik, ini kan berarti sistemnya nggak beres. Kami mendesak Wali Kota untuk turun tangan dong, evaluasi dan lihat kinerja aparaturnya di lapangan,” ujar Ketua DKR Depok, Roy Pangharapan, Rabu (2/4).

Roy menambahkan, bahwa pihaknya saat ini memiliki sumber daya manusia sebanyak 100 relawan dengan jumlah total warga binaan sebesar 5000 orang yang tersebar di seluruh Depok. Jumlah ini, lanjutnya, masih dirasa kurang, namun pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan edukasi secara persuasif untuk menyadarkan masyarakat miskin bahwa mereka punya hak untuk sehat.

“Jamkesda itu bukan atas dasar baik hatinya pemerintah, tetapi itu memang hak rakyat. Jangan main main sama hak rakyat,” tutupnya.

Gatot Suherman

Leave a Comment