fbpx

Wakil Walikota Depok Pastikan Kocok Ulang Kadis Berdasarkan Kinerja

DEPOKLIK. Pergeseran atau pemutasian sejumlah Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dilakukan secara obyektif. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, Selasa (21/6).

Menurut Pradi, seperti diberitakan Warta Kota, dirinya dan Wali Kota Depok M Idris telah sepakat bahwa pemutasian harus obyektif dengan melihat kemampuan orang yang akan mengisi posisi Kadis.

“Kami sudah punya catatan siapa saja nama-namanya. Ini sebenarnya normatif saja,” kata Pradi.

Pengelolaan anggaran yang buruk penyebab tingginya Silpa APBD Depok 2015 sebesar Rp 1,051 Triliun dari total Rp 2,1 Triliun menjadi salah satu tolok ukur penilaian pemutasian Kadis.

“Ini karena basic atau kemampuan yang bersangkutan tidak tepat dengan bidang jabatan yang diembannya saat ini,” ujar Pradi.

Selama 4 bulan Idris-Pradi memimpin Kota Depok, dirinya sudah mengenal cukup baik karakter dan kemampuan kepala dinas dan beberapa PNS lainnya.

“Dari sana sangat terasa sekali beberapa kepala dinas tidak optimal dalam proses perencanaan,” tuturnya.

Menurut Pradi, Silpa terjadi karena di dinas terkait kurang memperhitungkan kemungkinan kendala, terutama gagal lelang.

“Pada akhirnya anggaran tak terserap dan Silpa besar,” katanya.

Pradi menegaskan untuk Kadis yang berkinerja seperti itu layak untuk dimutasi agar penyerapan anggaran untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat Depok tidak tertunda atau terbelangkai.

“Kalau semua program dan pembangunan berjalan lancar, maka masyarakat Depok juga yang diuntungkan. Itu tujuan kami,” pungkas Pradi.

(ard)

Leave a Comment