fbpx

Warga: Abu Sofyan dan Anwar Tertutup

Terdakwa teroris kasus Bom Beji, usai persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Senin (1/4). (foto: GS)

Senin (1/4) sore, agenda pembacaan keterangan saksi dalam sidang lanjutan kasus Bom Beji di Pengadilan Negeri Kota Depok, usai. Saksi mengatakan pelaku cenderung tertutup, warga tidak mengetahui kegiatannya.

Berdasarkan berkas yang diterima Pengadilan Negeri (PN) Depok, tercatat terdapat 20 saksi untuk kasus bom beji, yang didalangi Abu Sofyan tersebut.

Dari keterangan salah satu saksi, Cahayaningsih (31), pondok Bidara yang diketahuinya sebagai klinik herbal dan bekam, hanya dihuni oleh terdakwa Muhammad Yusuf. Namun, diakuinya, Abu Sofyan kerap bertandang ke Pondok Bidara di Jalan Nusantara, Beji.

“Dia datangnya nggak tentu. Tapi tertutup, orangnya. Paling sebatas tegur sapa aja,” tutur wanita yang rumahnya berbatasan dinding dengan tempat kejadian meledaknya bom rakitan Sofyan dan Anwar, tersangka lain dalam kasus ini.

Anwar sendiri tewas, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga. Anwar menjadi korban bom rakitannya sendiri yang tak sengaja meledak.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Depok, Iman Luqmanul Hakim mengatakan, barang bukti yang dihadirkan di persidangan sebatas barang bukti yang ditemukan di lokasi ledakan Beji. Untuk Barang bukti terorisme di Bojonggede, lanjutnya, kebetulan digunakan untuk sidang serupa di PN Jakarta Barat dengan terdakwa Muhammad Thoriq.

“Digelar bersamaan. Dua Minggu lagi, Thoriq yang ke sini. Tadi ada lima boks, isinya beragam. Mulai dari tabung gas 3 kg, hingga buku cara membuat bom,†tutupnya.

Sidang dilanjutkan dua minggu ke depan, dengan agenda yang sama, yakni pembacaan keterangan saksi.

Gatot Suherman

Leave a Comment